Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 76


__ADS_3

Sama seperti kepulangan Adrian sebelumnya, mereka selalu menghabiskan banyak waktu di rumah untuk saling mengenal. Seluruh anggota keluarga di rumah menerima Nabila dengan baik sebagai istri barunya Adrian. Kecuali, Ibunya Adrian tentunya.


Hingga saat malam hari Shavia kini memilih tidur di samping Nabila di bandingkan di samping sang Nenek. Shavia menganggap Nabila sama seperti Mamanya, seperti yang selalu Adrian tanamkan kepada Shavia. '


Mama Nabila sama saja dengan Mama Bila. Kalau Via menyayangi Mama Bila, maka Via juga harus menyayangi Mama Nabila, karna mereka sama sama Mamanya Via. '


Shavia hanya mengangguk, sebab dia sudah terlalu senang karna kehadiran sosok Nabila membuatnya dapat dekat dengan Adrian.


Tidak ada yang menyinggung tentang Bila selama Nabila berada di sana, tentu saja itu atas permintaan Adrian tanpa Nabila ketahui.


Adrian hanya tidak ingin Nabila kembali dirundung perasaan bersalah. Padahal sudah sangat jelas kalau semua kesalahan ada pada Adrian.


"Ma, Mama di sini masih lamakan. " Tanya Shavia masih dengan tangan yang sedari tadi memainkan rambut Nabila.


"Mama gak tau, coba deh Via tanya sama Papa. " Seraya melirik Adrian yang sibuk memainkan ponselnya.


"Papa di sini masih lamakan. " Kali ini Shavia berbaring menghadapi Adrian yang tadi dia punggungi.


Karena Adrian belum memberikan respon, Nabila menendang kecil kaki Adrian. Adrian langsung mengarahkan pandangnya ke arah Nabila. 'Apa' begitulah kira kira maksud dari sorot mata Adrian.

__ADS_1


"Via mau nanya, Kak. Makanya kalau mainin ponsel itu jangan terlalu serius. "


Adrian langsung mematikan layar ponselnya tanpa melepaskannya dari genggaman tangannya. "Hmm, nanya apa Via. " Adrian memandang Shavia yang juga tengah memandangnya.


"Papa di sininya masih lamakan. " Kembali Shavia bertanya kepada Adrian.


"Dua hari lagi Papa pulang. " Jawab Adrian.


"Sama Mama. " Seru Shavia.


Pertanyaan macam apa ini. Adrian.


Shavia menghembuskan nafasnya kasar dan kembali memunggungi Adrian untuk menghadap Nabila. Adrian pun kembali memainkan ponselnya.


"Kata Papa dua hari lagi Mama sama Papa akan pergi lagi. " Shavia memberi tahu kepada Nabila. Padahal tanpa di beri tahu pun Nabila sudah mendengar jawaban Adrian sedari tadi.


"Iya, Nanti Mama sama Papa pasti ke sini lagi kok jengukin Via. "


"Via tidak bisa ikut yah. " Tanya Shavia.

__ADS_1


Tentu saja tidak bisa, karna keluarga Mama tidak ada yang tahu kalau Papa kamu ini sudah memiliki anak. Jawab Nabila di dalam hati.


"Viakan harus sekolah, nanti kalau libur pasti di bawa kok. " Bohong Nabila.


"yahhh, Viakan mau sama Mama sama Papa terus. " Mulai menampakkan wajah menyedihkan yang membuat Nabila tidak tega.


"Nanti ya, tapi gak bisa secepatnya juga. Rumah Mama sama Papa itu jauh. "


"Memangnya jauh banget ya. " Lanjut Shavia.


Nabila hanya mengangguk. Bingung untuk menjawab pertanyaan Shavia seperti apa. Rasanya Nabila begitu enggan untuk berbohong. Tapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin dia membawa Shavia bersamanya dan juga Adrian.


.........


Sedari awal kan aku sudah katakan kalau ini real kisah nyata. Pengen sedikit nyeritain tentang Bila, tapi aku masih bingung harus nulis versi kisah nyata atau versi halu. Kalau aku ceritakan versi nyata kalian pasti bakalan bilang kasihan. Soalnya sampai sekarang yang kudengar dari Adrian juga Nabila, kalau kehidupan Bila itu gak bahagia amat.


Jadiii, aku mau nanya, kalian mau versi yang mana. Versi nyata atau halu.


Jangan lupa tekan jempolnya ya.

__ADS_1


Salam sayang. @Ismaawati43


__ADS_2