Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 87


__ADS_3

Hari ini Adrian akan pulang mengunjungi orang tuanya, sudah hampir dua bulan ia tidak pernah mengunjungi orang tuanya yang biasanya ia kunjungi sebulan sekali.


Kepulangannya kali ini tidak ditemani Nabila karna Fa'iz masih terlalu rentan untuk di bawa naik motor dalam jarak yang jauh.


"Bener nih tidak apa apa ku tinggal. " Tanya Adrian.


"Iya, Kak. Kan hanya tiga hari. "


"Iya, aku berangkat ya. " Pamitnya.


Karna Adrian sendiri, dia memutuskan untuk langsung pulang tanpa mampir untuk mengisi perutnya dan lebih memilih makan di rumah orang tuanya.


"Papa, mana adik bayinya. " Baru Adrian melepas helm yang terpasang di kepalanya, Shavia sudah mempertanyakan tentang Fa'iz.


"Adik bayinya masih kecil. Belum bisa di bawa ke sini. Nanti kalau adik bayi sedikit lebih besar pasti Papa bawa kok. " Jelas Adrian hingga membuat raut wajah anak kecil itu sedikit muram.


"Lama lagi ya, Pa. "


"Tidak lama kok. " Adrian masuk kedalam rumah dengan membawa tas punggung yang berisi pakaiannya.


Seperti kepulangannya biasa. Selalu di sambut Ibunya dengan masakan kesukaan Adrian.

__ADS_1


Sore hari, saat Adrian tengah bersantai di pos ronda yang terletak di seberang rumahnya.


Bila POV


Sudah lama aku tidak mengunjungi putriku. Dengan membawa mainan baru serta snack untuk Via, aku mengunjunginya. Aku membelokkan motorku ke halaman Ibu mertuaku. Ralat, bukan lagi Ibu mertua, melainkan mantan mertua.


Ketika aku menuruni motorku dan membalikkan badanku tak sengaja pandanganku terarah pada sosok laki laki yang pernah ada di hidupku. Pandangan kami bertemu, sama sama menunjukkan ekspresi terkejut. Setelah sesaat aku langsung membalik kembali tubuhku dan berjalan ke arah rumah Neneknya Via.


"Via, Mama datang nih. " Ucapku sambil membuka pintu yang tidak tertutup rapat itu. Ternyata ada Ibu Adrian yang sedang menonton televisi. "Vianya mana, Bu. " Meskipun wanita ini bukan lagi Ibu mertuaku, aku tetap memanggilnya Ibu.


"Via lagi main di rumah Tharry. "


Ibu langsung mengambil kerudung yang tergantung di dekat pintu lalu langsung menyeberang jalan melangkah ke arah rumah Tharry yang terletak di belakang pos ronda.


Kulihat Ibu sejenak bicara dengan Adrian, lalu Ibu melanjutkan langkahnya. Hingga tak lama tampak Ibu sudah menuntun Via di tangannya.


"Mamaa. " Via bergegas menghamburkan dirinya ke pelukanku.


"Bagaimana sekolahnya, sayang." Tanyaku.


"Seru, Ma. " Kini tangannya sudah mulai membuka paper bag yang tadi ku serahkan padanya.

__ADS_1


Matanya berbinar melihat mainan yang baru ku belikan. "Waah, mainannya bagus, Via Suma banget. "


"Makasih, Ma. " Lanjutnya. Aku tersenyum melihat reaksinya.


"Ma, Via sudah punya adik bayi. Adik bayinya laki laki. " Deg, rautku sedikit muram, namun dengan cepat aku menetralkannya. Masih ada sedikit rasa sakit yang ku rasakan. Tak ingin terus membahasnya aku lebih memilih mengalihkan obrolan dengan yang lain.


"Ini, Mama juga bawakan Via snack biar Via gak jajan terus. " Kembali ku serahkan sebuah paper bag yang berukuran lebih kecil dari yang tadi.


Via langsung membalik paper bag itu dan isinya langsung tumpah. "Banyak banget, Ma. Tapi kok gak ada es krim. " Anak ini, selalu es krim yang di tanyakan.


Likenya yaa...


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2