Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Pov Nabila (istri Adrian)


__ADS_3

Sebenarnya aku udah masukin covernya, tapi gak tau kenapa belum diacc sama pihak noveltoon. Makanya covernya kurang menarik.



"Aku harus apa, Mas Adrian memintaku untuk berpisah, aku tidak ingin usahaku selama ini sia sia. Aku tidak ingin kehilangan Mas Adrian, dia suamiku dan selamanya akan tetap seperti itu. Tidak akan kubiarkan orang lain memilikinya selain aku. "


"Yaa, Via akan ku jadikan alasan untukku mempertahankan Mas Adrian. " Aku langsung mencari putriku yang bernama Shavia Bahri.


"Via sayang, kita kerumah Nenek ya. " Via memang sangat suka kalau diajak kerumah sang Nenek, karna sang Nenek sangat menyayangi Shavia.


"Asyiikk, keruman Nenekk. " Shavia sangat senang, padahal hampir setiap hari mereka bertemu, namun tetap saja setiap kali diajak berkunjung Shavia sangat antusias.


Aku berencana akan minta bantuan kepada Ibu Mertuaku untuk mempertahankan rumah tanggaku. Karna yang ku tahu Ibu Mertuaku ini sangat menyayangi Shavia, dan aku akan menjadikan Shavia sebagai alasannya.


..........


Setelah sepuluh menit naik motor, mereka pun tiba dikediaman orang tua Adrian.

__ADS_1


Shavia langsung turun dari motor dan langsung berlari lari kecil kerumah sang Nenek.


"Nenek, Via datang. " Sambil memeluk erat sang Nenek.


"Eh, cucu Nenek ternyata yang datang. Ayo masuk Bila. " Sebari melihat kearah Nabila.


"Mas Adriannya adakan Bu. " Tanya Nabila sekedar basa basi.


"Adrian ada dikamarnya Bila. " Jawab Ibu Adrian.


"Adrian ingin kami berpisah Bu. " Dengan air mata yang mulai membanjiri pipiku.


"Ibu sudah tahu dari Adrian Bila, kamu harus sabar. Bujuklah Adrian agar membatalkan niatnya. " Sambil memberi semangat kepada Nabila.


"Aku sangat mengenal Mas Adrian Bu, dia itu keras kepala. Kalau sudah mengambil keputusan tidak akan bisa ditawar tawar lagi Bu. Lalu aku harus bagaimana Bu. " Tanya Nabila


Ibu hanya diam tanpa menjawab pertanyaanku.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Ibu saja yang membujuk Mas Adrian, siapa tahu Mas Adrian bisa luluh. Bukankah Mas Adrian sangat menyayangi Ibu. " Aku mencoba memberi usul kepada Ibu mertuaku.


Sambil menghembuskan nafas kencang "Baiklah, ibu akan coba. "


"Semoga saja Mas Adrian mau mendengarkan Ibu ya. " Harap Nabila.


"Yaa, semoga saja. Ibu hanya tidak ingin Via semakin jauh dari Ayahnya, ini saja mereka sudah berjauhan, apalagi kalau kalian berpisah, pasti akan semakin jauh jarak yang ada diantara mereka. " Mengatakannya dengan ekspresi sendu sambil menatap Shavia dari kejauhan.


Kasihan sekali kamu Via, kamu memilik Ayah, tapi seakan tidak memilikinya. Ayahmu sedang berada dijalan yang salah. Jemput Ayah Via, ajaklah Ayahmu agar kalian sejalan, agar kalian bahagia, agar kamu dapat merasakan kasih sayang seorang Ayah yang sesungguhnya.


Yaa tuhan, apa hamba memiliki kesalahan dimasa lalu, sehingga anak hamba mengabaikan anaknya, darah dangingnya. Adrian memang sangat menyayangiku, tapi kenapa dia tidak menyayangi anaknya, tidakkah dia mengerti kalau Via membutuhkannya, seperti kamu yang membutuhkanku.


Setelah lama dilanda keheningan Nabila pun berpamitan untuk kembali kerumahnya. Nabila pulang sendiri, karna Shavia lebih memilih tinggal dikediaman sang Nenek dengan alasan tidak kesepian karna ada Paman yang bisa diajak bermain.


"Ibu, Bila pulang dulu ya. Bila titip Via, kalau Via ngerepotin nanti telpon Bila ya Bu, biar Bila jemput. " sambil mencium tangan Ibu mertuanya.


"Kamu hati hati Ya Bila. " Kata Ibu Adrian.

__ADS_1


__ADS_2