Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 14


__ADS_3

Pagi harinya Adrian langsung berangkat ke tempat pendulangan menggunakan sepeda motor bersama Tama.


"Adrian, kamu ingatkan apa yang kukatakan kemarin. " Ingatkan Tama lagi.


"Iya iya, itu terus yang kamu ulang. " Jawab Adrian dengan ketus.


"Akukan mengingatkan. Memangnya kamu mau tinggal nama saja. Trus Nabila dinikahin cowok lain. "


"Udah diam ah, bawa motor aja yang benar. " Ucap Adrian.


Tak butuh waktu lama mereka sampai ke lokasi. Tama memarkirkan motornya ditempat biasa. Mereka langsung berganti pakaian agar mudah memulai pekerjaannya.


.


.


.


.


Dikediaman Hendra.


Saat ini Nabila sedang dikunjungi teman dekatnya yang bernama Mala. Mala dan Nabila sudah berteman sejak mereka kecil, karna tempat tinggal mereka berdekatan. Nabila menceritakan kisah cintanya dengan Adrian kepada Mala.

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya, jangan pesimis. Yakin saja kalau kalian bisa melewatinya. " Ucap Mala.


"Iya, ini juga lagi berusaha sabar. Aku itu dari kemarin kepikiran Kak Adrian terus. Takut dia kenapa kenapa disana. Pekerjaannya kan berbahaya. " Tutur Nabila.


"Udah ah, jangan terlalu dipikirkan juga. Adrian pasti kembali. Semoga saja kalian bisa menikah yaa, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian. Ingat Nabila, kalau jodoh gak bakal kemana. "


"Aku juga berharap begitu. "


"Dari pada mikirin Adrian, mending kita jalan jalan aja. " Ajak Mala.


" Boleh juga. " Sambil tersenyum.


Mereka pergi jalan jalan menggunakan motor milik Nabila mendatangi tempat yang membawa ketenangan.


Ketika mereka bersama selalu saja ada gombalan receh yang Adrian berikan. Selalu bercerita banyak hal meski terkadang Nabila tidak mendengarkan ceritanya, Adrian terus saja bercerita sampai mulutnya lelah.


Ahh, rasanya ada yang kurang, Kak. Biasanya Kakak selalu membuat kupingku panas karna mendengarkan cerita konyol Kakak. Biasanya hal itu sangat membosankan, Kak. Tapi, sekarang aku merindukannya. Sambil menghapus air mata yang jatuh ke pipinya.


Aaaaaaa, cepatlah pulang Kak.


Tidak terasa hari sudah menunjukkan pukul 17.30. Nabila dan Mala memutuskan untuk kembali.


Sesampainya dirumah Nabila langsung bergegas mandi lalu membantu sang Mama yang sedang menyiapkan makan malam. Nabila bisa dikategorikan sebagai istri idaman. Selain cantik, Nabila juga pandai mesasak. Sosok wanita mandiri yang tidak ingin menyusahkan orang lain.

__ADS_1


Usai membantu sang Mama, Nabila kembali ke kamarnya.


Akhir akhir ini Kak Adrian jarang sekali menghubungiku, apa Kakak sangat sibuk sehingga todak memiliki waktu untuk mengabariku.


Ditempat tinggal Adrian.


Saat ini Adrian baru sampai dirumah kontrakannya. Setelah mandi Adrian membaringkan tubuhnya dikasur lipat yang sudah lusuh. Sebenarnya Adrian bisa saja tinggal bersama Tama. Tapi, Adrian memilih tinggal sendiri karna tidak ingin membebani Tama. Kontrakan Adrian sangat sederhana, hanya berukuran 5X5. Dipojok ruangan terdapat kamar mandi. Kamar, dapur, serta ruang tamu menyatu tanpa ada sekat. Itupun sudah cukup bagi Adrian.


Ketika rasa penatnya sudah mulai berkurang. Barulah Adrian memgambil ponselnya untuk menghubungi Nabila.


"Asslamualaikum, Kak Adrian. "


"Waalaikum salam. Kamu apa kabar. " Tanya Adrian.


"Aku baik, Kak. Kalau Kakak bagaimana. " Ucap Nabila.


"Aku juga baik. Kamu lagi ngapain. "


"Lagi rebahan aja Kak, nunggu Papa pulang biar makan malam bersama sama. Kak Adrian sudah makan malam belum. "


"Belum makan, tapi sudah beli makanan pas pulang kerja tadi. Nanti aja makannya pas kamu makan. Biar kaya berengan. " Ucap Adrian.


Mereka membicarakan banyak hal. Sampai pintu kamar Nabila diketuk, barulah mereka mengakhiri panggilannya. Saat ini mereka sama sama sedang makan malam yang terpisahkan oleh jarak.

__ADS_1


__ADS_2