
Saat ini Adrian tengah mengendus ngendus ceruk leher Nabila di bagian belakang. Nabila yang mengerti keinginan Adrian pun lantas membuka suaranya. "Kak, besok pagi saja, ini udah jam sebelas malam. Aku ngantuk banget, udah gak bisa nahan. "
"Ayolah, gak akan lama. " Bukannya menjauh Adrian justru semakin menjadi, kini tangannya pun tak tinggal diam. Nabila menepis dengan pelan tangan Adrian yang menggerayangi tubuhnya.
Merasa mendapat penolakan Adrian menghembuskan nafasnya kasar dan langsung membelakangi Nabila. Kini giliran Nabila yang menghembuskan nafasnya ke udara dengan kasar. Nabila berbalik menghadap punggung Adrian, dengan perlahan Nabila memeluk Adrian dari belakang.
"Kak, besok pagikan masih bisa. Selain ngantuk aku juga capek. " Masih dengan memeluk Adrian.
Bagaimana tidak menolak, hari ini Nabila benar benar lelah. Sedari pagi hingga sore Nabila sudah di sibukkan dengan membantu memasak untuk peringatan kematian orang tua Hendra yang di selenggarakan di rumah Bibi Hanani. Hingga malam hari setelah Isya acaranya barulah di selenggarakan. Jam sepuluh malam baru Nabila bisa pulang lantaran dia harus membantu membereskan bekas acara.
Adrian tetap bungkam, hingga Nabila memutuskan memejamkan matanya karna rasa kantuk yang sudah tidak dapat di tahannya lagi. Hal itu justru membuat Adrian kesal. Dengan kasar Adrian bangun melepaskan pelukan Nabila dari tubuhnya.
Adrian langsung mengambil sekotak rokok dan membawanya ke teras luar. Nabila yang mengetahui Adrian marah pun langsung menyusulnya keluar, duduk di sisi Adrian yang menghembuskan asap rokok dengan tenang.
"Ngapain kamu, katanya ngantuk. " Sinis Adrian.
__ADS_1
"Udah gak lagi. Terus Kakak ngapain juga. " Bukannya menjawab pertanyaan Nabila, Adrian justru membuang puntung rokoknya dan kembali ke dalam kamar.
Adrian kembali membaringkan tubuhnya dengan posisi memunggungi Nabila. Dengan enggan Nabila kembali memeluk Adrian dari belakang. "Geserlah sedikit, aku susah gerak. " Penolakan Adrian secara halus membuat Nabila geram.
"Tidurlah, bukannya kau sangat mengantuk. " Lanjut Adrian. Dengan kasar Nabila melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya hingga kini dia sudah tidak mengenakan apa pun.
"Ayo kita lakukan, Kak. Bukankah tadi Kakak menginginkannya. " Nabila turun dari tempat tidur dan berdiri di depan Adrian yang sudah memejamkan matanya.
Adrian tidak bergeming. Sedangkan Nabila kini sudah menindih tubuh Adrian. Namun Adrian justru membaringkan Nabila dan menyelimuti tubuh polosnya. "Tidurlah, aku pun kini sudah mengantuk. "
.........
Nabila bangun pagi seperti biasanya. Mencuci muka dan menggosok gigi barulah kemudian pergi ke warung untuk membeli sarapan. Hari ini mereka tidak pergi menyadap karet, jadi Nabila membiarkan Adrian tidur sesuka hatinya.
Usai membantu Andini membersihkan rumah Nabila kembali ke kamarnya, di lihatnya Adrian masih berada di tempat tidur. Ck, aku tahu kau sudah bangun, Kak. Ngambek aja terus, tahan tu laper.
__ADS_1
Nabila memutuskan untuk mandi, usai mandi Nabila sudah tidak melihat Adrian di tepat tidur. Dengan cepat Nabila berpakaian dan merias wajahnya sedikit, barulah dia ke dapur untuk memulai sarapannya yang sudah kesiangan.
.
.
.
.
.
Aku udah isi kouta. Maaf, gak jadi crazy up. Sepi juga ternyata gak punya kouta, gak bisa baca, apa lagi buka ig. Aku isi 50k 5,5 Gb, itu harus di cukup cukupin buat sebulanš¤£. Ya Allah, kalo ada yang bilang aku perhitungan, itu tu bener banget. Pokoknya harus hemat.
.
__ADS_1