Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 33


__ADS_3

"Kak. A-ku su-uda-h ti-dak. " Tubuh Nabila bergetar hebat saat pelepasan yang luar biasa melandanya. Nafasnya terengah engah. Adrian tersenyum melihat wajah Nabila yang memerah.


Untuk sejenak Adrian membiarkan Nabila menikmati pelepasannya. Setelah dia rasa Nabila sudah mulai tenang. Adrian kembali memulai aksinya. Kembali memberi Nabila rangsangan rangsangan kecil sebagai pengiring penyatuan keduanya.


Perlu beberapa percobaan untuk si junior bisa masuk kedalam liang nikmat milik Nabila, itu pun baru sebatas kepalanya yang baru masuk. Adrian kembali memberikan rangsangan dengan menjilat telinga Nabila sambil menghembuskan nafas hangatnya sembari mendorong si junior agar bisa masuk sepenuhnya.


Adrian berhasil menembus dinding yang menjadi penghalangnya. Untuk beberapa saat dia mendiamkan si junior didalam milik Nabila, menunggu sampai milik Nabila bisa menerima si junior dengan baik.


Sempit, ini benar benar menjepit.


Adriam ******* pelan bibir Nabila, saat lumatannya bersambut, Adrian mulai menggerakkan si junior secara perlahan.


"Apa masih terasa sakit. " Tanya Adrian sambil terus mengatur ritme gerakannya.


Nabila tersenyum dengan mata yang terkadang terpejam juga terbuka karena kenikmatan yang ia dapatkan.


"Hanya sedikit sakit, Kak. "


Adrian terkekeh. "Ayo kita bersenang senang, sayang. " Dengan mempercepat gerakan maju mundur yang begitu memabukkan.


Adrian berhasil membuat Nabila terus mengerang karena kenikmatan yang mereka rasakan.

__ADS_1


Setelah puas dengan satu gaya, mereka akan mempraktekkan gaya lainnya.


Adrian memompa tubuh Nabila dari belakang. Hal itu sukses membuat Nabila mengerang hebat karna merasa junior Adrian benar benar memabukkan.


Permainan langsung berakhir tatkala Adrian memuntahkan lahar panasnya didalam liang kenikmatan Nabila.


Adrian langsung berbaring memeluk Nabila dengan nafas yang masih terputus putus. Adrian meras bangga karna ternyata dia yang pertama untuk Nabila. Adrian juga berharap kalau diapun yang terakhir untuk Nabila.


Pergumulan yang panjang itupun membuat mereka tertidur saling berpelukan di bawah satu selimut tanpa menggunakan pakaian.


Adrian mengerjab. Melihat ke arah jam yang terletak di atas meja di sebelah tempat tidur. Ternyata sudah jam tujuh malam. Untunglah sebelum pergumulan yang panjang itu dilakukan, Adrian sudah lebih dulu mengunci semua pintu juga jendela.


Adrian memutuskan mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Usai mandi Adrian kembali ke dalam kamar dan bergabung kembali dengan Nabila di tempat tidur. Adrian menatap wajang sang Istri.


Adrian mendaratkan ciuman dipucuk kepala Nabila dan mengusap pipi Nabila menggunakan jemarinya.


Rasanya aku masih ingin memakanmu.


Adrian kembali menelusuri wajah Nabila. Kali ini dengan mulutnya. Mulai dari mata, hidung, pipi, dan tak lupa Adrian memberika kecupan singkat dibibir Nabila.


Bibir Adrian turun ke leher Nabila. Dengan lembut Adrian menjilati leher Nabila seperti menjilati sebuah es krim. Terasa manis, bagi Adrian. "Emmmh. " Erang Nabila karena merasakan sensasi geli yang bercampur nikmat saat Adrian menjilati area sekitar telinganya.

__ADS_1


Semakin Nabila mengerang, maka akan gemakin gencar Adrian memberikan rangsangan yang akan membuat Nabila terbang ke langit ke tujuh.


"Berhenti, Kak. Milikku masih terasa perih. " Cegat Nabila saat Adrian ingin mengarahkan mulutnya ke arah gunung kembar milik Nabila.


"Hei, aku tidak akan melakukannya sekarang. " Gelak Ardian.


"Huh, ku pikir- "


"Kau pikir apa ha. Makanya jangan mikir macam macam. " Ejek Adrian.


Lalu dari tadi Kakak menciumku untuk apa, kalau bukan untuk melakukannya lagi. Sekarang malah aku yang dikatakan mikir macam macam. Dasar, membalikkan keadaan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2