
Adrian memutuskan untuk pulang ketempat kelahirannya, karna Adrian ingin menyelesaikan urusannya.
Dikediaman Adrian dan Nabila. Istri pertama Adrian.
"Bila, aku ingin bicara. " Mengatakannya dengan ekspresi serius.
"Bicara saja, biasanya kamu kalau mau bicara gak pernah bilang bilang. " Jawab Nabila dengan enteng.
"Aku ingin kita berpisah, tak ada yang bisa dipertahankan lagi dari pernikahan kita. " Kata Adrian.
Nabila kaget, ini kali pertama Adrian meminta mereka berpisah. Biasanya hanya mengabaikan Nabila saja, tapi kali ini berbeda. Permintaan Adrian membuat Nabila curiga.
"Tapi bagaimana dengan Via Mas."
"Via akan baik baik saja. " Jawabnya.
Bagaimana mungkin Via akan baik baik saja Mas, justru Via akan semakin jauh darimu.
"Sampai kapanpun aku tidak akan setuju untuk berpisah Mas, aku sangat mencintaimu. " Lalu pergi kekamar, meninggalkan Adrian yang masih berada diruang tamu.
__ADS_1
"Kita tetap berpisah, aku sudah muak dengan pernikahan ini. Kau tau sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa mencintaimu, kenapa kau masih saja bertahan denganku. " Tanya Adrian.
Hening, tak ada jawaban dari Nabila. Adrian kembali teringat akan hubungannya ini.
Flashback On...
"Aku hamil mas, kau harus menikahiku. "
"Bagaimana mungkin, kita henya sekali melakukannya. " Shiiitt, k**enapa aku bisa seceroboh ini.
"Kitakan melakukannya dimasa suburku, jadi sah sah saja kalau aku hamil. " Terang Nabila.
Adrian hanya bisa pasrah.
K**enapa bisa begini, kenapa aku tidak berfikir sampai kesini ketika akan melakukannya. Nabila pasti sengaja ingin dinikahi oleh ku, makanya dia mau menawarkan tubuhnya secara terang terangan.
Adrian tidak bisa apa apa, karna dia tinggal satu desa dengan Nabila. Maka dari itu Adrian terpaksa menyetujui permintaan Nabila.
Kabar kehamilan Nabila telah sampai ketelinga orang tua Adrian, Adrianpun kena amarah sang ayah juga ibunya.
__ADS_1
"Aku membesarkanmu bukan untuk mempermalukanku seperti ini Adrian, Ayah malu, mau ditaruh dimana muka Ayah ini. " Ucap sang Ayah dengan ekspresi datar.
"Adrian minta maaf Ayah, Adrian akan menikahi Nabila. "
"Jelas saja kau akan menikahi Nabila, karna kaukan yang menghamilinya. " Kata Ayah Adrian.
Seminggu kemudian pernikahan baru dilangsungkan. Hanya Ijab Qobul, tak ada resepsi atau semacamnya, hanya dihadiri oleh kerabat dekat juga sedikit tetangga. Tak ada kebahagian diwajah Adrian, berbeda halnya dengan Nabila. Nabila justru bahagia dengan pernikahannya, karna dia sudah lama menginginkan Adrian menjadi pendampingnya.
Tak ada yang berubah setelah menikah, Adrian tetap saja melakukan apapun yang dia inginkan. Nabila selalu diabaikanya, seakan akan dia hanya angin lalu. Nabila tetap bertahan, dia memperlakukan Adrian layaknya suami pada umunya. Menyiapakan keperluan Adrian, juga memasak untuk Adrian.
Setelah anak mereka lahir, Adrian tetap mengabaikan Nabila. Bukan hanya Nabila, bahkan putri mereka pun juga Adrian abaikan. Tak pernah sekalipun Adrian menggendongnya. Adrian tak pernah betah tinggal dirumah, selalu semaunya, tak pernah bisa dibantah.
Hingga ditahun kelima Adrian tetap saja tak ada perubahan apapun. Semua tetap sama, tetap diabaikan oleh Adrian.
Flashback ****Of****...
Semua tetap sama Bila, aku tetap tidak mencintaimu. Bagaimana caranya membuat kamu mengerti. Lima tahun diabaikan nyatanya tidak membuatmu menyerah. Aku benar benar lelah dengan hubungan kita. Aku ingin hidup dengan orang yang kucintai. Kau hanya terobsesi denganku, bukan mencintaiku, makanya kau menggunakan banyak cara untuk tetap bersamaku.
Adrian menghampiri Nabila kekamar mereka, kamar yang sangat jarang Adrian tiduri.
__ADS_1
"Mengertilah Bila, aku sudah lelah dengan pernikahan ini. Kaupun pasti juga lelah karna terus ku abaikan, kita cari kebahagian kita masing masing. " Adrian mencoba bicara baik baik kepada Nabila.