
Kini tiba waktunya untuk Adrian dan Nabila kembali mengunjungi orang tua Adrian. Tentu saja dengan alasan mengurus surat kepindahan Adrian.
Mereka berangkat pada pagi hari, agar tidak terburu buru di jalan, dan sampai di sana sebelum jam makan siang.
Saat di tengah perjalanan. "Kamu mau makan apa. " Tanya Adrian kepada Nabila.
"Aku gak laper laper amat, Kak. Kita makan bakso kaya kemarin aja mau gak. " Nabila bertanya balik, yang langsung Adrian jawab dengan acungan jempol.
Seusai makan mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka, ketika melewati warung makan Nabila meminta Adrian untuk berhenti. Tanpa di perintah dua kali Adrian pun menghentikan laju motornya.
"Kamu mau makan. " Adrian merasa heran atas permintaan Nabila untuk berhenti. Karna baru satu jam yang lalu mereka menghabiskan semangkok bakso jumbo, dan Adrian saja saat ini masih merasa kenyang.
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan Adrian Nabila berlalu begitu saja meninggalkan Adrian yang masih terdiam di atas jok motor.
Nabila memesan tiga ikan bakar, tiga masakan berkuah, tiga masakan yang di tumis, juga dua ayam goreng crispy.
Kini Nabila sudah tahu apa yang harus dia beli. Karna sebelumnya dia sudah tau kalau kedua mertuanya dan Adrian itu lebih suka makanan berkuah. Sedangkan Adnan dan Verry lebih suka masakan yang di tumis.
Maka dari itu Nabila memesan makanan yang sekiranya bisa mereka nikmati bersama untuk makan siang nanti. Setelah membayar semua belanjaannya Nabila dan Adrian kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Karna mereka tadi berangkat agak pagi, jadi setibanya mereka hari baru menunjukkan pukul sepuluh pagi.
Sebelumnya Nabila meminta kepada Adrian untuk tidak memberitahukan kepulangannya kepada orang tua Adrian. Nabila melakukan itu karna dia ingin memberi kejutan untuk Via.
__ADS_1
Sebelumnya Adrian mengatakan kalau mereka akan kembali ke mari saat lebaran nanti. Namun karna desakan dari Nabila akhirnya mereka kembali hari ini.
Setelah memasukkan semua barang bawaan mereka. "Kak, ayo kita jemput Via. Dulu Via pernah bilang, kalau dia pulangnya ikut Ibu guru. Pasti dia saat ini masih di sekolah. " Karna Nabila baru melihat beberapa anak yang menggunakan seragam sama seperti milik Shavia tampak berkendara dari arah sekolahnya Shavia.
"Kamu jemput sendirian bisa gak, aku mau rebahan sebentar. " Pinta Adrian sembari mengulurkan kunci motor kepada Nabila.
Nabila langsung cemberut. "Ayolah, Kak. Kita menjemput Via juga gak akan lama. Setelah itu Kakak bisa sepuasnya rebahan. Nanti Vianya keburu pulang lagi. Akukan mau ngasih Via kejutan dengan kedatangan kita. " Kini Nabila sudah mulai menarik tangan Adrian agar bangun dari posisinya. "Kakkk. " Masih merengek.
"Huhh, baiklah. Sekarang kamu ini suka sekali memaksa. " Gerutu Adrian.
Sesampainya di sekolah Shavia Nabila mulai mengarahkan pandangannya ke setiap penjuru sekolah. Nabila masih ingat di mana kelas Shavia. Tapi dia merasa sungkan kalau harus menyusul Shavia ke sana.
__ADS_1
Kini semua anak sudah tidak terlihat lagi di area sekolah, karna mereka semua sudah pulang ke rumahnya masing masing. Hanya menyisakan beberapa guru guru yang tengah berbincang dan sesekali mereka tertawa.
Hingga tak lama salah seorang guru mulai mengunci satu persatu ruangan yang ada di sana. Kemudian keluarlah tiga orang guru yang salah satunya sedang menuntun tangan Shavia menuju arah parkiran.