Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 12


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Saat ini Adrian sedang duduk berhadapan dengan Hendra, Andini, serta Nabila. Gugup, itulah yang sedang Adrian rasakan. Takut takut kalau Hendra tidak menerima lamarannya.


"Ada apa Adrian. " Tanya Hendra.


Padahal Hendra sudah tahu maksud kedatangan Adrian, karna Nabila sudah mengatakannya terlebih dulu.


Flashback 2 hari yang lalu.


Saat dimeja makan. "Papa, Adrian mau melamar Nabila. " Ucap Nabila.


Hendra langsung tersedak hingga batuk berkali kali. "Lalu. " Kata Hendra dengan ekptesi datarnya.


"Kalau Nabila sih mau, tapi keputusan tetap ditangan Papa. " Mengatakannya dengan mimik sendunya.


Hendra tampak menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Kau harus ingat satu hal Nabila. Bahwa semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak anaknya, termasuk Papa. Jadi, Papa harap apa pun keputusan Papa kamu bisa menerimanya. " Tegas Henra.


Nabila hanya bisa mengangguk. Tak bisa berharap banyak.


Flashback Off.

__ADS_1


"Saya datang untuk melamar putri Bapak. " Masih berusaha bersikap tenang.


"Apa kamu sanggup memberi mahar 70.000.000 Adrian. "


Adrian terdiam, mencoba menghitung uang yang dia miliki.


"Kalau sebanyak itu Saya tidak memilikinya Pak, saya hanya ada 40.000.000. " Jawab Adrian sambil menunduk.


Itupun akan cukup 40.000.000 kalau aku menjual motor kesayanganku. Batin Adrian.


"Tidak bisa Adrian, saya mintanya 70.000.000. " Kata Hendra


Syukurlah Adrian tidak memiliki uang sebanyak itu. Batin Hendra.


Nabila hanya mematung. Tidak tau harus bicara apa. Dia ingin membantu Adrian, tapi tabungan yang Nabila miliki hanya 7.000.000. Masih jauh dari 30.000.000 yang Adrian butuhkan.


Adrian hanya seorang pemain sepak bola. Dia akan mendapatkan uang jika dia menang dalam berkompetisi. Dia memiliki pemasukan tetap dari hasil investasi dipelabuhan. Hasil investasi itulah yang Adrian gunakan untuk menabung juga menafkahi istri dan anaknya.


"Kalau begitu beri saya waktu Pak, untuk mengumpulkan uang agar sesuai dengan keinginan Bapak. " Tawar Adrian


"Baiklah, saya beri waktu enam bulan. Jika dalam enam bulan kamu tidak datang, maka kamu tidak lagi memiliki hubungan apapun dengan putri saya. "


Hendra dan Andini pergi meninggalkan Adrian diruang tamu bersama sang putri. Memberikan waktu kepada keduanya untuk bicara. Karna mungkin saja setelah hari ini mereka akan sulit untuk bertatap muka.

__ADS_1


"Kak Adrian, maafkan Papa ya. Permintaan Papa pasti terlalu beratkan Kak. " Sambil terisak.


Adrian langsung memeluk sang kekasih untuk menenangkannya. Mengusap ngusap punggung Nabila, berusaha membuatnya berhenti menangis.


"Tenanglah, aku tidak apa apa, aku akan berusaha memenuhi keinginan Papa kamu. Kamu harus sabar ya, jangan membuatku berat untuk meninggalmu. Aku pergi untuk kembali sayang, tunggu aku. Hanya enam bulan. " Adrian berusah kuat, walau sebenarnya Adrian juga ingin menangis.


Kali ini Adrian benar benar harus berjuang.


"Besok aku akan pergi ke Daerah XXXX. Aku akan ikut temanku yang bekerja disana untuk mencari emas. Itu cara tercepat untukku mendapatkan uang tambahan. Jangan macam macam ya selama aku pergi. " Ucap Adrian.


.


.


.


.


Penjelasan Author


Cerita inikan latarnya desa kecil. Jadi mahar 70 juta itu udah masuk kategori tinggi. Disini maharnya masih ada yang 35 juta. Sebenarnya sih tergantung keadaannya juga. Kalau anak petani biasa ya paling juga 35 jutaan. Kalau orangnya sedikit berada juga bisa sampai 50 juta. Nah, kalau yang dilamar ini profesinya kaya calon bidan atau calon perawat baru dah maharnya tembus 70 atau 80 juta. Kalau Nabila anak bos tanah, bos kecillah istilahnya, jadi mahar 70 juta itu udah banyak banget.


Pekerjaan Pak Hendra yang utama adalah bisnis jual beli tanah. Kalau masalah nyewa pemain sepak bola itu cuma hoby saja, juga untuk mengharumkan nama desa. Karna pak Hendra juga mantan pemain sepak bola.

__ADS_1


Semoga ceritanya gak ngebosanin yah.


__ADS_2