Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 64


__ADS_3

Masih Bila POV


Aku memiliki seorang teman wanita yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Mas Adrian. Namanya Rika, dia seumuranku, kini dia sudah memiliki dua anak, dan hidup bahagia bersama suaminya.


Aku sering mendapatkan kabar putriku darinya. Hampir setiap hari aku selalu bertanya bagaimana Via di sana, Via tidak rewelkan, apa Via mencari ku. Itu lah yang selalu aku tanyakan pada Rika.


Saat ini aku ingin ke pasar untuk membeli ikan serta sayur untuk memasak hari ini. Pada jam jam seperti ini biasanya Via sudah di antar ke sekolah oleh Verry dan Kak Adnan, Ayah dan Ibu pasti sudah di sawah, seperti biasa aku memilih jam ini agar aku tidak perlu mampir di sana. Rika sudah pernah menceritakan padaku tentang rutinitas Via pergi ke sekolah dan pulang jam berapa. Itu artinya aku tidak akan bertemu dengan Via.


Aku mulai menghidupkan motorku dan melajukannya. Jalan untuk ke pasar mengharuskan ku untuk melalui rumah Mas Adrian, aku berusaha menguatkan hatiku untuk tidak perduli lagi pada apa pun tentang Adrian. Kemarin Rika sudah mengatakan padaku kalau Adrian datang. Aku hanya menjawab 'biarlah, dia sudah tidak penting bagiku' .


Saat aku hendak melewati rumah Mas Adrian aku terkejut, ku lihat seorang wanita muda nan cantik sedang menuntun tangan putriku untuk menuju ke arah motor yang sudah di starter Adrian. Hatiku bertanya, siapa wanita itu, kenapa putriku terlihat dekat dengannya.

__ADS_1


Ku pelankan laju motorku, ku biarkan motor Mas Adrian melaju di depanku. Rasanya begitu sakit melihat pemandangan yang terdapat di depan mataku. Bak keluarga kecil yang bahagia mereka bertiga menebar senyum sepanjang jalan.


Ku pandang nanar wanita yang di bonceng Adrian, terlihat jauh lebih muda dariku. Wajah yang indah, serta kulit yang putih bersih. Kemudian aku melihat ke arah tanganku yang berwana jauh lebih gelap darinya. Pantas saja Mas Adrian lebih memilihnya, dia lebih segala galanya dari ku.


Motor Mas Adrian memasuki area sekolah Via. Aku ingin melihat bagaimana interaksi mereka, makanya aku menghentikan motor ku agak jauh dari mereka, tapi aku masih bisa mengawasinya.


Wanita itu turun dari motor. Mengulurkan tangannya kepada Via dan di sambut antusias oleh Via. Aku tidak bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Yang ku lihat wanita itu seperti memelas kepada Mas Adrian. Hingga tidak lama ku lihat Mas Adrian ikut turun dari motor dan berjalan mengikuti langkah wanita yang membawa Via.


Ingin rasanya aku berteriak. Kenapa takdir begitu kejam padaku. Kenapa wanita itu terlihat dengan mudahnya mengendalikan Mas Adrian. Sedangkan aku, hampir enam tahun bersama Mas Adrian, sekalipun aku tidak pernah bisa menaiki satu motor bersama Mas Adrian. Kemana mana aku selalu sendiri, meskipun kami memiliki tujuan yang sama, Mas Adrian tetap tidak pernah mau memboncengku.


Tuhan, kenapa hatiku begitu sakit melihat kebahagian mereka. Kenapa aku masih belum bisa merelakan Mas Adrian. Jika dia memang bukan untuk ku, tolong bantu aku melupakannya, melupakan seluruh perasaanku untuknya. Agar aku bisa hidup tenang menjalani kehidupanku kedepannya.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2