
Upnya telat, maaf ya. Soalnya tadi pas anak anak lagi tidur aku juga ikut ketiduran. Untung pas aku bangun anak anak masih tidur, jadi masih sempat ngetik biar bisa up.
.
.
.
Adrian terbangun saat mendengar suara tangisan sang bayi. Ahh, ternyata lumayan lama aku tertidur. Adrian.
Di lihatnya Nabila sudah terbangun dari tidurnya, namun seperti menahan sakit. "Aku panggilin perawat dulu ya. "
Dengan setengah berlari Adrian pergi ke ruangan perawat yang selalu berjaga. Perawat langsung menggendong bayi yang sudah menangis dengan kencang.
"Ibu, saya permisi ya. " Ucap si perawat sebelum menurunkan sedikit sarung bagian atas yang menutupi tubuh Nabila lantaran Nabila memang belum menggunakan pakaian.
Perawat langsung mengarahkan mulut bayi ke dekat ****** milik Nabila dan langsung di hisapnya dengan kuat. Namun tak lama bayi itu kembali menangis lantaran ****** yang ia hisap tidak mengeluarkan asi.
"Asinya gak bisa keluar. " Si perawat kembali menggendong si bayi untuk meredakan tangisnya.
"Anaknya di kasih susu formula dulu ya, Pak sementara nunggu asinya isi. "
"Bapak bisa beli susunya di toko depan. "
"Iya. " Seru Adrian, lalu berpamitan kepada Nabila untuk membeli susu sebentar.
Saat di parkiran Adrian justru kebingungan lantaran dia tadi malam ke rumah sakit menggunakan mobil Hendra. Sedangkan kini dia harus pergi ke toko untuk membeli susu.
(Saat itu masih belum ada indomaret. Makanya belinya di toko. )
__ADS_1
Adrian mengarahkan pandangannya ke seluruh lapangan parkir. Nihil, tak ada seorang pun yang ia kenal untuk di pinjam kendaraannya.
Tiba tiba datang seorang pemuda. "Ada apa, Pak. " Tanyanya.
"Saya mau pinjam motor sebentar buat ke depan beli susu. "
"Kamu punya motor. "
"Punya, Pak. Tapi motor lama. " Jawabnya sambil menunjuk motor yang terparkir paling pojok.
Tanpa membuang waktu Adrian langsung meminjam nya dan membeli susu, kemudian tak lupa Adrian mengucapkan terimakasih. "Ini, untuk beli rokok. " Adrian menyerahkan uang berwarna hijau untuk pemuda itu.
Saat di lobi Adrian mendengar namanya di panggil. Ternyata yang memanggilnya adalah Paman Dika. Ternyata Dika datang bersama keluarga yang lain, dan juga Fa'iz.
"Ayo cepat, Pa. Fa'iz mau liat adik Fa'iz. " Kini Fa'iz sudah menarik narik tangan Adrian.
Sembari berjalan menuju ke ruangan Nabila, Adrian menceritakan kalau asi Nabila belum berisi sehingga para perawat menyarankan untuk di beri susu formula sementara.
"Itu, bayinya menangis terus. Biarpun sudah di gendong sedari tadi. "
"Kakak di suruh mengambil bayinya kalau sudah selesai beli susu. "
"Biar Mama yang ambil, di mana bayinya. " Kata Andini.
"Di ruangan perawat, Ma. "
Sepeninggal Andini. "Kak, rasanya perih ya perutku. Nyut nyut gitu rasanya. " Keluh Nabila.
"Kata dokter itu biasa. Soalnya reaksi biusnya sudah hilang. Kamu harus belajar gerak sedikit sedikit secara pelan. "
__ADS_1
"Mana, susunya sudah di buatin belum. " Seru Andini yang kini sudah menggendong bayi perempuan mungil di tangannya.
"Adrian gak bisa, Ma. "
Andini langsung menyerahkan bayi di gendongannya kepada Adrian. "Kamu itu harus belajar. Nih liatin Mama gimana bikinnya. Suhu airnya itu harus hangat, jangan sampai panas. " Adrian dengan teliti memperhatikan semua yang Andini lakukan agar dia tidak melakukan kesalahan.
Andini kembali mengambil bayi yang tadi di gendong Adrian dan langsung memberinya susu agar berhenti menangis.
.
.
.
Di sini tu koneksi Internet nya masih susah di akses. Kau aja ya kalau mau buka ig, atau wa, tik tok atau apalah itu yang online harus duduk kaya gini
**Kalau dua jam main hp secara online ya, dua jam juga harus duduk kaya gitu...
hp pun harus di taroh kayak gini**
**kalau hpnya di pegang, gak di senderin ya koneksi Internet nya langsung terputus. Susah banget kan...
Biasanya aku ngetik itu sambil rebahan nemenin anak anak tidur. Kalau mau up baru deh duduk di sono.
kalau malam mau ngebaca cerita juga aku harus buka beberapa bab. misalnya kan aku buka dari bab 20 ke bab 1. setelah itu hpnya baru deh aku bawa ke kamar biar bisa baca sambil rebahan sampai ketiduran....
__ADS_1
Hemmm... sekian curhatan dari aku yaaa**....