
Saat ini Adrian tengah bergelayut pada Nabila. "Aku sudah tidak tahan lagi. "
"Kakak, aku masih takut. " Rengek Nabila pula.
"Inikan sudah hampir dua bulan. "
"Bukannya sudah bisa, ya. "
Sangat sulit bagi Adrian untuk menahan keinginannya. Jika dulu saat pernikahan dengan Bila dia bisa berbuat apa saja. Namun tidak untuk kali ini. Sebab semuanya berbeda, ada perasaan tidak ingin berkhianat.
"Nanti saja, Kak. Aku janji. Bulan depan aku bisa. "
Nabila masih merasa takut untuk melakukan hubungan suami istri lantaran dalam benaknya dia takut jahitan di perutnya akan kenapa kenapa kalau dibawa berhubungan. Padahal jelas jelas hal itu tidak mungkin terjadi, sebab sudah lebih dulu di jelaskan oleh dokter kalau lukanya sudah aman.
Adrian menghela nafas kasar dan mulai mengurai pelukannya pada Nabila. Tentu saja Nabila paham kalau suaminya tengah merajuk lantaran tidak di beri jatah.
Seusai permintaan Adrian yang di tolak Nabila, Adrian lebih memilih pergi untuk meredam keinginannya. Bersama dengan Fa'iz mereka lebih memilih pergi ke lapangan sepak bola untuk melihat teman temannya yang lain sedang berlatih.
Untuk sementara Adrian mundur dari dunia persepak bolaan. Menurutnya terlalu melelahkan, tunggu Naura sedikit lebih besar, baru dia bisa kembali ke dunia yang sudah lama ia geluti.
Di pandanginya Fa'iz yang sedang berlarian di sisi lapangan dengan bola plastik yang ia tendang tendang asal. Ah, benar benar seperti Verry kecil. Sialnya kenapa harus mirip Verry, aku hanya menyumbangkan bentuk bibir untuknya, itu pun hampir serupa dengan bentuk bibir kepunyaan Verry. Adrian.
Tak terasa waktu sudah hampir gelap. Adrian dan Fa'iz bergegas pulang.
Sesampainya di rumah Adrian langsung memutuskan untuk mandi bersama Fa'iz, barulah setelah itu mereka bermain bersama Naura.
__ADS_1
.........
Nabila yang melihat sikap Adrian sudah biasa saja kini bisa bernafas lega. Bagaimana pun dia memiliki rasa takut kalau kalau Adrian jajan di luar karna di rumah tidak mendapatkan keinginannya.
"Kak, tolang jaga Naura bentaran ya, aku mau masak dulu buat makan malam. " Dengan senang hati Adrian menerima permintaan Nabila.
Naura begitu tenang kalau Adrian yang menjaga, sangat bertolak belakang ketika Nabila yang menjaganya.
Adrian terus mengajak Naura berinteraksi, walau pun Naura masih kecil, setidaknya kini Naura sudah bisa tertawa. "Naura, nanti kalau sudah besar jangan nakal ya. " Naura hanya tertawa setiap mendengar Adrian berbicara.
Adrian mendalami tatapannya pada Naura. Mata yang serupa dengan matanya, bentuk bibir yang sama. Bahkan matanya dalam sama seperti mata Adrian, tapi milik Naura jauh lebih indah lantaran berhias bulu mata yang tebal serta panjang. Naura memiliki wajah yang cukup mirip dengan Shavia, namun sangat berbeda dengan Fa'iz.
"Kamu sama Kakak Via makin ke sini makin mirip. " Adrian mengusap ngusap pipi Naura yang bulat.
Setelah lelah tertawa Naura mulai menangis sambil mengucek matanya, pertanda kalau rasa kantuk mulai mendatanginya.
Saat susu sudah siap, Naura pun langsung Adrian masukkan kedalam ayunan untuk di tidurkan. Belum habis susu di dalam botol susu Naura sudah terlelap.
Kini Adrian tinggal menunggu makan malam siap seraya menonton televisi.
.
Jangan lupa kasih like yaa...
.
__ADS_1
.
.
Buat para pembaca yang tidak suka dengan cerita ini silahkan tinggalkan ya. Aku gak pernah maksa kalian buat baca karyaku yg jelek ini. Kalau suka ya syukur, silahkan lanjut.
Mungkin kalian sudah sering membaca ini. "Kalau kalian tidak suka dengan ceritanya silahkan tinggalkan tanpa perlu memberi komentar yang membuat para penulis menjadi malas untuk melanjutkan ceritanya."
Beberapa hari ini ada komentar yg meresahkan. Ada pembaca yg ngebahas cerita ini, katanya inilah, itulah.
Kalau aku nih ya menjadi pembaca, kalau suka aku tinggal kasih like, kalau gak suka ya tinggal cari cerita lain yang ku sukai. Dari ratusan novel yang ku baca, aku gak pernah sekali pun memberi komentar buruk. Karna aku sadar, komentar ku bisa saja membuat penulis menjadi down lantaran karyanya tidak di sukai.
Trus pembacanya itu bilang kok ada salah satu peran yg di hilangkan, yaitu Bila.
Itu karena aku bimbang. Sedari awal aku menulis cerita ini sesuai kejadian nyata. Kalau Bila aku lanjutin takutnya membuat para pembaca makin kesel karna Bila memang masih kurang beruntung.
Maafkan aku ya kalau cerita ini membuat kesal banyak orang. Niat awalnya sih aku cuma mau berbagi cerita. Menurutku cerita Adrian dan Nabila ini cukup menarik ya, makanya aku tulis. Kalian percaya atau tidak juga tidak apa apa. Itu hak kalian.
Sekian curhatan dari author.
Peluk sayang untuk kalian semua.
Sekarang Via udah dewasa banget ya. Usianya sekitar dua atau tiga tahun lebih muda dari ku ya.
__ADS_1
.
Via tu, Adrian banget. Bahkan suka main bola juga.