
Usai makan malam, teman teman Adrian masih saja ada yang mengejek Adrian. Mereka seakan akan tidak ada bosannya kalau itu berhubungan dengan Adrian. Apalagi kalau Adrian tahu apa yang Nabila beli diwarung Mbak Sri seperti yang Saka ceritakan kepada mereka. Sudah dapat dipastikan kalau mereka akan melihat ekspresi menyedihkan dari wajah Adrian.
"Yakin nih kamu gak mau tau apa yang Nabila beli diwarung Mbak Sri. " Tanya Saka kembali.
Sebenarnya Saka sengaja memancing rasa ingin tahu Adrian. Jika nanti Adrian benar benar ingin tahu apa yang Nabila beli, justru Saka tidak akan mengatakannya kepada Adrian. Biarlah Adrian tahu dengan sendirinya dari mulut Nabila langsung. Tapi sayangnya Adrian mengabaikan pertanyaan Saka.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Keesokan harinya Adrian menghabiskan waktu untuk memberikan perawatan alakadarnya pada tubuhnya. Adrian meminta tolong kepada teman temannya untuk membantunya luluran. Riki bertugas melulur dibagian kaki, juga Saka mendapat bagian untuk melulur bagian punggung. Tidak hanya itu, teman teman yang lainpun juga dapat bagiannya masing masing.
Sehabis luluran yang acak acakkan karna memang pada dasarnya itu bukan bakat mereka, Adrian melanjutkan sesi sauna. Sauna ala ala desa hanya menggunakan rempah rempah tradisional yang sudah lebih dulu dikeringkan. Kemudian direbus selama 20 menit, ketika sudah 10 menit mendidih. Panci langsung diletakkan dilantai. Kemudian Adrian didudukkan dihadapan panci yang berisi rempah rempah itu. Setelah itu tubuh Adrian ditutup menggunakan sarung beberapa lapis agar panasnya tidak menguap keluar.
Ketika tubuh Adrian sudah tertutup dengan sempurna, barulah tutup panci dibuka. Aroma khas rempah langsung menguap dan mengenai tubuh Adrian. Tangan Adrian sambil mengaduk ngaduk isi panci agar mempercepat proses sauna. Ketika dirasa uapnya sudah tidak panas lagi barulah penutup tubuh Adrian dibuka. Terlihat tubuh Adrian basah karna memang Adrian hanya menggunakan boxer pendek.
"Apa harus tiga kali. " Tanya Adrian kepada Riki.
"Haruslah. " Jawab Riki.
"Kata. " Riki terdiam, mencoba mengingat.
"Jangan ngarang. " Kata Adrian.
"Lupa kata siapa. Kalau gak percaya sana tanya sama Nabila. Kamu tau tidak, kalau sauna ini selain membuang racun didalam tubuh juga berfungsi untuk membuat tubuhmu wangi. Emangnya kamu mau kalau pas malam pertama nanti Nabila ngatain kamu bau ketek. " Ucap Riki sambil terkikik.
__ADS_1
"Yang benar saja kalau bicara. Mana ada aku bau ketek. Dasar tukang ngarang. " Ucap Adrian.
Pada akhirnya Adrianpun kalah berdebat dengan Riki. Dan jadilah sesi sauna terulang sampai tiga kali. Setelah selesai melakukan sauna Adrian langsung tertidur pulas. Bahkan tanpa terasa subuh sudah datang menyapa. Adrian mengerjab, sejenak mengumpulkan seluruh kesadarannya yang masih tertinggal dialam bawah sadarnya. Matanya melotot saat waktu menunjukkan sudah jam 6 pagi.
Sial, tidurku terlalu nyenyak, sampai sampai aku bangunnya kesiangan.
Adrian bergegas mandi agar tidak terlambat untuk acara resepsinya hari ini.
Setelah mandi Adrian bergegas pergi kerumah Nabila.
Sesampainya disana. Adrian terlebih dulu mengisi perutnya yang sudah meronta ronta minta diisi. Adrian makan dengan lahap, bahkan menambah porsi makannya.
Terlihat Andini berjalan mendekati Adrian. "Cepat, Adrian. Sekarang giliranmu buat ganti baju. "
Adrian dan Andini berjalan bersama sama menuju kamar yang sudah disiapkan untuk mempelai bersiap.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama Adrian sudah siap dengan pakaian pengantinnya. Adrian tampak gagah menggunakan pakaian senada berwarna gold.