
Adrian tersenyum, "Udah gak tahan ya. "
Hal itu tentu saja membuat Nabila malu.
"Gak gitu juga sih, Kak. "
Adrian menengok ke luar kamar. Saat dia rasa tidak ada siapapun, Adrian langsung masuk dan mengunci pintu kamar Nabila dari dalam.
Tanpa basa basi Adrian langsung ******* pelan bibir Nabila. Bibir yang sudah lama ia dambakan. Ini bukan ciuman nafsu, melainkan ciuman kasih sayang. Tidak pernah Adrian menyukai wanita sampai seperti ini. Bahkan ketika dulu dia berhubungan badan dengan istrinya saja Adrian hanya mengutamakan nafsu. Sama sekali tidak ada kasih sayang. Karna memang pada dasarnya Adrian tidak pernah menyukai istrinya.
Pelan pelan Nabila mulai membalas ******* Adrian walaupun masih cenderung kaku. Dapat Adrian pastikan kalau Nabila sebelumnya tidak pernah berciuman. Adrian bangga, karna dialah yang memdapatkan ciuman pertama dari Nabila.
Aku tidak akan pernah melepasmu, sayang. Karna kau segalanya bagiku. Adrian membatin disela sela ciumannya.
Saat dirasa Adrian Nabila mulai kehabisan nafas, Adrian langsung melepaskan ciumanya. Nabila tersipu malu saat Adrian menatapnya.
"Sisanya kita lanjutkan setelah resepsi. " Kata Adrian sambil mengusap bibir Nabila yang basah karena ulahnya.
Kata kata Adrian jelas saja membuat Nabila semakin merona.
__ADS_1
Kenapa juga Kak Adrian mesti ngomong kaya gitu. Membuatku makin malu saja. Nabila membatin.
"Aku pamit. " Sambil memeluk erat tubuh wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya, dan memberikan ciuman dipucuk kepala Nabila.
Setelah itu Adrian keluar dari kamar Nabila dengan raut bahagia. Tidak apa malam ini tertunda. Dia masih bisa melakukannya setelah resepsinya selesai.
Sedangkan didalam kamar Nabila.
Bagaimana ini, akukan masih menstruasi. Ini juga baru hari keempat. Tidak mungkinkan saat malam setelah resepsi bisa begituan. Semoga saja Kak Adrian tidak kecewa.
Adrian pulang kerumah sewa menggunakan motor kesayangannya. Syukurlah, motor ini tidak jadi dijual. Kalau sampai dijual mau naik apa aku kalau nanti ngajak Nabila jalan. Masa iya harus pakai motor maticnya Nabila, kan gak keren.
Baru saja Adrian memarkirkan motornya dihalaman, dia sudah disambut oleh teman temannya sesama pemain bola.
"Tidak. " Jawab Adrian sekenannya.
"Kenapa, malu ya ketahuan udah gak sabar buat malam pertama. " Ejek teman Adrian bernama Riki. Kemudian disusul gelak tawa dari teman teman Adrian yang lain.
"Anak kecil tahu apa sama malam pertama, kamu pacaran aja gak pernah. Udah sok sokan ngomongin malam pertama. " Kilah Adrian.
__ADS_1
"Udahlah Ad, sikat saja. " Ucap temannya yang lain.
"Kemarin aku ada ketemu Nabila diwarungnya Mbak Sri, kamu mau tau gak apa yang Nabila beli. " Tanya teman Adrian yang bernama Saka.
Adrian memasang muka malas. Memang, kalau berdebat dengan teman temannya ini tidak akan pernah membuahkan hasil. Yang ada hanya membuang buang waktu saja.
"Memangnya apa ha. "
"Ciye, penasaran jugakan. " Ejek Saka.
Adrian yang merasa dipermainkan itu langsung melongos masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan ejekan dari teman temannya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Usai makan malam, teman teman Adrian masih saja ada yang mengejek Adrian. Mereka seakan akan tidak ada bosannya kalau itu berhubungan dengan Adrian. Apalagi kalau Adrian tahu apa yang Nabila beli diwarung Mbak Sri seperti yang Saka ceritakan kepada mereka. Sudah dapat dipastikan kalau mereka akan melihat ekspresi menyedihkan dari wajah Adrian.