
Setibanya di dapur ternyata Adrian sudah duduk di meja makan terlebih dahulu.
Mereka menikmati sarapan mereka masih dengan keadaan senyap. Dengan cepat Adrian menyelesaikan sarapannya.
Mari kita lihat, Kak. Siapa yang akan lebih dulu menyapa. Nabila.
Usai sarapan Adrian langsung bergegas mandi dan pergi menemui teman temannya yang dulu tinggal satu rumah dengannya.
"Kenapa lo Bang, tu muka kusut amat. Gak dapat jatah ya. " Tanya salah satu teman yang usiannya lebih muda dari Adrian.
"Tau apa lo soal jatah. " Seru Adrian.
"Saka mana. " Lanjut Adrian.
"Ada, di dalam. Masih tidur dia. "
Adrian masuk kedalam rumah yang dulu pernah dia tempati sebelum menikah dengan Nabila. Di lihatnya Saka masih tertidur dengan posisi tengkurap.
"Bangun woy. " Sembari menggoyang goyangkan bokong Saka dengan kakinya.
Untuk sejenak Saka membuka matanya dan menatap Adrian. "Gue masih ngantuk. Lo ngapain pagi pagi ke sini. " Kemudian Saka kembali menutup matanya.
"Ini udah gak pagi lagi, udah jam sebelas. " Seru Adrian, Adrian ikut berbaring di sisi Saka.
"Kok gue sekarang jadi males latihan ya. "
"Kalau ada kompetisi mah gue mau ikutan main. "
__ADS_1
"Tapi kata Pak Hendra gue udah gak gesit lagi. Emang bener ya gitu. "
"Elo sih keseringan main di tempat tidur, makanya sekarang lo jadi malas turun ke lapangan buat latihan. "
"Semua orang juga maulah ikut kompetisi. Tapi kalau gak ikut latihan mana bisa. " Jawab Saka masih dengan memejamkan matanya.
"Gue juga tau. Nanti sore kalau mau latihan jemput gue ya. " Pinta Adrian.
"Lo kaya cewek aja minta di jemput segala. "
"Yang ada lo kali yang jemput gue, kan lapangan ngelewatin ni rumah, kalau gue jemput lo nanti kuta harus muter balik. "
"Deket juga. "
"Ya udah deh. "
Adrian berjalan ke arah teman temannya yang lain dan bergabung bersama mereka untuk bermain catur.
Hingga jam makan siang barulah Adrian kembali ke kediaman Nabila. Adrian tersenyum, tepat sekali dia pulang sekarang, karna saat ini Nabila dan Andini terlihat menata makanan di atas meja. Tanpa menyapa Nabila Adrian duduk di kursi yang biasa dia tempati.
Tanpa menunggu Nabila melayaninya, Adrian lebih dulu mengisi nasi kedalam piringnya sendiri. Perang dingin masih berlanjut. Adrian.
Usai makan Adrian duduk di teras luar untuk menikmati sebatang rokoknya di temani Bima tetangga Nabila.
"Rokok, Bim. " Tawar Adrian sambil mengangkat rokoknya ke arah Bima.
"Gak merokok gue, Bang. " Tolak Bima.
__ADS_1
Adrian hanya mengangguk.
.........
Usai merokok Adrian kembali ke dalam rumah. Lebih baik gue tidur ajalah sambil nunggu waktu latihan tiba. Adrian.
Ceklek...
Pintu kamar di buka oleh Adrian. Pandangan Adrian langsung tertuju ke arah meja rias di mana Nabila sedang menyisir rambutnya yang masih setengah basah.
Nabila tampak begitu menggoda dengan dress tanpa lengan yang dia kenakan. Pakaiannya tampak berbeda saat mereka makan siang tadi. Rupanya setelah makan siang Nabila memutuskan mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
Kena kau, Kak. Tuh jakun udah turun naik kaya gitu. Nabila.
Nabila sengaja melakukanya untuk menggoda Adrian.
Dengan santainya Nabila berjalan ke arah tempat tidur dan melewati Adrian tanpa menegurnya. Nabila duduk di atas tempat tidur dengan menyilangkan kakinya sehingga pahanya yang putih mulus terlihat jelas oleh Adrian.
.
.
.
.
.
__ADS_1