
Hari terus berganti, hingga kini Fa'iz sudah berusia hampir satu tahun. Sudah beberapa bulan ini Adrian sering bolak balik ke kediaman orang tuanya tanpa alasan yang jelas. Hal itu tentu saja di pertanyakan oleh Hendra dan Andini, yang dapat Nabila jawab hanyalah 'Adrian ada keperluan yang mendesak.' Lama kelamaan Nabila mulai jengah, di mana Fa'iz semakin aktif tentu saja membuat Nabila kewalahan untuk menjaganya seorang diri.
"Besok aku pulang lagi ya, gak lama. Cuma satu malam saja. " Ijin Adrian untuk yang ke sekian kalinya.
Nabila mendengus. "Gak. " Singkatnya.
"Ini cuma satu malam loh. " Kekeuh Adrian.
"Apa sih yang membuat Kakak sering bolak balik tidak jelas seperti ini. "
"Aku capek tau, harus menjawab pertanyaan Mama dan Papa setiap kali mereka bertanya. "
"Alasan Kakak terlalu monoton. " Seru Nabila.
"Loh, kok marah sih. "
"Akukan hanya nonton pertandingan. "
"Kalau pulang pergi sih bisa. Tapi apa salahnya menginap satu malam saja. " Jelas Adrian.
"Selalu itu yang Kakak katakan. "
"Kalau sesekali tidak menonton tidak apa apakan. "
__ADS_1
"Apa rugi kalau Kakak cuti menonton. "
"Lagian hanya menonton Kak. Bukan main. " Nabila merasa kesal. Sudah hampir tujuh kali Adrian pulang tanpa dirinya dengan alasan menonton pertandingan yang di selenggarakan di desa orang tuanya.
"Kamu terlalu berlebihan, aku sekalian mengunjungi Ayah dan Ibu. " Adrian masih berusaha membujuk Nabila agar mengijinkannya.
"Kalau sesekali aku tidak mempermasalahkannya, Kak. "
"Tapi ini sudah terlalu sering. "
"Kau ini seperti tidak tahu kompetisi saja. "
"Kalau menang ya tandanya mereka lolos, dan akan main lagi nanti. "
"Kalau mereka kalah itu baru aku tidak nonton lagi. "
Adrian hanya tersenyum melihat kemarahan yang Nabila tunjukkan. Bagi Adrian tidak masalah mendapat kemarahan Nabila sebentar, asalkan dia masih bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
Nabila benar benar kesal dengan sikap Adrian yang mulai memaksakan kehendaknya.
Baiklah, Kak. Perang kita mulai. Nabila.
Sedari tadi siang Nabila sudah mendiamkan Adrian. Menganggap seakan akan Adrian tidak ada. Fokusnya hanya kepada Fa'iz seorang.
__ADS_1
Bahkan Nabila rela tidak mandi dari pada harus meminta bantuan Adrian untuk menjaga Fa'iz sebab Andini dan Hendra sedang pergi ke pengajian.
Hingga waktu makan malam tiba, sama seperti malam malam biasanya, mereka tetap makan bersama. Yang berbeda hanyalah keadaannya menjadi senyap. Tidak ada obrolan hangat juga candaan yang sering mengisi waktu makan mereka.
Nabila langsung membawa Fa'iz ke kamar untuk di tidurkan. Setelah Fa'iz puas menyusu, barulah Fa'iz Nabila masukkan ke dalam ayunan. Hampir setengah jam Nabila menidurkan Fa'iz, karna Fa'iz belum terlalu mengantuk. Barulah Nabila beranjak mandi saat malam sudah menunjukkan jam delapan.
Masih dengan perasaan kesalnya, Nabila langsung menggulung dirinya di dalam selimut kemudian memejamkan matanya yang sebenarnya masih belum mengantuk.
Sedangkan Adrian justru tetap tenang sembari menonton acara televisi langganannya. Seakan akan dia juga ikut mengacuhkan Nabila.
Sudah satu jam Nabila memejamkan matanya, namun rasa kantuk tak juga mendatanginya. Perasaannya semakin bertambah kesal saat dia melihat Adrian yang tersenyum kadang juga tertawa sambil menonton sebuah acara komedi.
Sialan, kau Kak. Nabila.
Adrian dapat melihat kalau Nabila tadi sempat memperhatikannya sekejap.
Emang enak ngambek. Adrian.
.
.Seperti biasa, minta like nya bolehkan....
.
__ADS_1
.
.