
"Bagaimana mungkin kamu menyembunyikan hal yang begitu besar dari kami semua. "
"Aku sudah meragukan mu sedari awal. "
"Tapi demi putriku aku berusaha meyakinimu. " Hendra tetap mempertahankan ekspresi datarnya.
"Maafkan saya, Pa. " Hanya itu yang berani Adrian utarakan sembari menunduk.
Hendra menghembuskan nafasnya kasar. Sedangkan Andini matanya sudah sedari tadi berkaca kaca.
Ada perasaan kecewa juga marah yang tengah Hendra dan Andini rasakan. Ingin marah pun seakan percuma.
"Tapi sekarang orang tua Kak Adrian sudah merestui hubungan kami, Pa. "
"Kami mohon, maafkan kami menyembunyikan ini dari Mama dan Papa. "
"Kami hanya ingin mengatakannya di waktu yang tepat. " Seru Nabila seraya menundukkan pandangannya.
"Apa hubungan yang diawali dengan kebohongan dapat bertahan lama. "
"Kejujuran itu sangat penting untuk memulai suatu hubungan. Tanpa ada yang di tutup tutupi. "
"Papa kecewa pada kalian berdua, terutama padamu Adrian. Kamu seakan akan mempermainkan kami semua. "
"Dan kamu, Nabila. Mau maunya kamu tetap bersamanya setelah tahu semua kebohongannya. "
"Maafkan Nabila, Pa. Nabila mencintai Kak Adrian, terlepas bagaimana pun masa lalu Kak Adrian serta kebohongan yang sudah di berikan. "
.........
__ADS_1
Kini sudah tidak ada lagi beban yang pikirkan Nabila. Orang tuanya sudah mengetahui tentang kebohongan Adrian. Urusan Nabila pernah di madu, biarlah itu tetap menjadi rahasia. Akan sangat mengecewakan untuk Hendra dan Andini jika mereka mengetahui kalau ternyata putri mereka menjadi orang ketiga di pernikahan orang lain.
"Bagaimana perasaanmu. " Tanya Adrian yang saat ini sedang mengusap lembut wajah Nabila.
Nabila memejamkan matanya untuk menikmati usapan lembut yang Adrian berikan. "Sudah lebih baik. Tidak ada yang perlu lagi kita sembunyikan dari Mama dan Papa. "
"Syukurlah, tapi aku masih penasaran, kenapa respon Papa seperti itu saja. "
"Apa Papa sudah mengetahui kebohonganku sedari awal. " Lanjut Adrian.
"Jangan terlalu di pikirkan, Kak. Yang penting apa yang kita takutkan tidak terjadi. "
"Semoga kedepannya semua akan baik baik saja, Kak. "
"Aku sangat berharap. "
Adrian hanya mengangguk, lalu bangun dari posisinya yang semula berbaring berhadapan dengan Nabila.
Seakan akan semuanya baru terjadi kemarin. Nabila tersenyum kecil kala mengingat tingkah Adrian yang menurutnya sangat kocak saat mereka mulai dekat. Tapi senyumnya langsung memudar saat mengingat banyak hal yang Adrian sembunyikan darinya selama bertahun tahun. Dibalik sosoknya yang apa adanya, ternyata begitu banyak rahasia di dalamnya.
Kak, apa masih ada yang Kakak sembunyikan dariku. Semoga kedepannya kita bisa saling terbuka dalam segala hal. Nabila.
Nabila mengambil ponselnya dan langsung mencari kontak Ibu mertuanya untuk melakukan panggilan suara.
Hingga deringan ketiga barulah panggilan itu terjawab.
"Assalamualaikum, Bu. "
"Waalaikumsalam. " Jawab Ibu Adrian.
__ADS_1
"Ibu apa kabar, Ayah sehatkan. "
"Ibu baik, Ayah juga sehat. Alhamdulillah. "
"Kamu juga apa kabar. "
Obrolan basa basi itu terus berlanjut saling bertanya kabar.
"Bu, Nabila sudah mengatakan pada Mama dan Papa tentang Ibu dan Ayah. "
"Bagaimana reaksi orang tuamu. Apa mereka marah. "
"Sedikit marah, Bu. Terutama Papa. Tapi Ibu tidak perlu khawatir. Semuanya baik baik saja seperti yang Ibu katakan. "
"Syukurlah kalau begitu, Ibu turut lega mendengarnya. "
"Kamu jaga kesehatan ya, jangan terlalu capek. "
"Ini, katanya Via mau bicara. "
Ibu Adrian menyerahkan ponselnya kepada Via yang sedari tadi sudah merengek ingin bicara dengan Mama sambungnya itu.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like yaa.
.
__ADS_1
.
.