
Tiba tiba dada Adrian terasa sesak. Terbayang sang putri yang selama ini selalu dia tinggalkan. Hanya karna dia tidak suka dengan Bila, Via pun harus terkena imbasnya. Bahkan Adrian kerap menbiarkan Via menangis ketika ingin ikut bersamanya, dan lebih memilih mengabaikanya.
"Kenapa Kakak diam. Apa Kakak menyesal mengabaikan putri Kakak sendiri. "
"Nabila- Kata kata Adrian terhenti. Bingung, apa yang ingin dia katakan buyar seketika.
"Oke, baiklah. Aku mengaku salah karna sudah mengabaikan putriku selama ini. Tapi semua itu terjadi begitu saja. Maaf, aku memang Ayah yang buruk. Aku akan berubah, Nabila. Tolong, beri aku kesempatan. " Mohon Adrian dengan bersungguh sungguh.
"Lalu bagaimana dengan Istrimu, Kak. Apa dia bisa menerimaku. " Tanya Nabila. Nabila merasa dia sebagai wanita yang kejam karna sudah menikahi suami orang lain. Padahal jelas saja Nabila tidak tahu menahu tentang ini semua. Namun tetap saja Nabila merasa bersalah.
"Aku akan bicara dengannya nanti. " Menjeda kalimatnya. "Hubunganku dengan Bila begitu renggang. Karna memang sedari awal aku tidak pernah memiliki perasaan apa pun padanya. Kami suami istri, tapi tidak ada makna dibalik hubungan yang terjalin. Aku mengabaikannya, meski berkali kali Bila selalu mencari perhatianku, tapi tak kunjung membuahkan hasil. Sikap ku tetap sama. Aku hanya tinggal dengannya jika aku sedang tidak memiliki pekerjaan. Kau tahu, sebelumnya aku sering merantau. Bukan karna kekurangan penghasilan. Tapi karna aku muak dengan Bila yang terlalu terobsesi denganku. Aku memilih menjauhinya dengan dalih pekerjaan. Untuk itu aku selalu menafkahinya juga Via secara materi. "
Nabila diam, hanya menjadi pendengar yang baik.
__ADS_1
"Selain karna mencintaimu, tujuanku menikah denganmu juga untuk berubah. Aku yakin bersamamu aku pasti bisa berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi. Kita memang berbeda. Kau yang begitu baik harus bersanding dengan lelaki buruk sepertiku. Maaf, sekali lagi maafkan aku. Karna keegoisanku ingin memilikimu. "
"Aku lelaki yang sangat buruk, Nabila. Aku sangat lekat dengan dunia malam, **** bebas, obat obatan terlarang, juga pemabuk. Tapi semenjak mengenalmu, perlahan lahan semua itu ku tinggalkan. Karna aku ingin menjadi suami yang baik. Selama ini Bila tak bisa membuatku menghentikan kegilaanku. Tapi hanya dengan menatapmu aku memiliki tekad yang kuat untu berubah. Maka dari itu, aku sangat berterima kasih jika kau mau memberiku kesempatan. "
"Kak, aku tidak masalah jika harus menjadi istri kedua. Tapi Kakak bicarakanlah terlebih dahulu dengan Istri pertama Kakak. Agar semuanya jelas, Kak. "
Kenapa kau begitu baik, Nabila. Aku bahkan begitu malu menjadi suamimu. Kau teramat baik untuk diriku yang buruk ini.
"Terima kasih, sudah memberiku kesempatan. " Sebari memeluk wanita yang sudah dia sakiti namun masih berusaha bersikap baik baik saja.
"Aku minta tolong, Kak. Untuk sementara waktu biarkan Papa dan Mama tidak mengetahui hal ini. " Pinrmta Nabila.
"Baiklah, jika kamu ingin hal ini tetap menjadi rahasia. Tidak apa apa. "
__ADS_1
Nabila memberinya kesempatan saja Adrian sudah cukup senang. Jadi biarkan saja untuk sementara masalah ini dirahasiakan dari Hendra dan Andini. Yang terpenting Nabila sudah mengetahuinya.
"Pulanglah secepatnya, Kak. Katakan pada Istrimu yang sebenarnya. Aku siap menerima keputusan yang akan Kakak ambil nanti. "
"Apa pun yang terjadi aku akan tetap mempertahankan mu. Ingatlah kata kataku. "
Penjelasan Adrian mampu membuat hati Nabila sedikit lebih tenang.
.
.
.
__ADS_1
.