
"Via mau tidur di sini sama Adik bayi ya. "
"Iya, Tapi Via tidur di samping Mama ya. Adik bayi biarkan di paling pojok. "
"Via maunya di samping Adik bayi. "
Kalau Via tidurnya di samping Fa'iz bisa bisa Fa'iz malah tertimpa Via yang tidurnya semerawut. Nabila.
Dengan pelan Nabila menjelaskan kepada Shavia kenapa Shavia tidak bisa tidur bersebelahan dengan Fa'iz hingga akhirnya Shavia setuju untuk tidur di sisi Nabila.
.........
Hari yang bagi Nabila sungguh terasa berbeda tanpa kehadiran Hendra dan Andini di sisinya. Bahkan hari terasa sangat lambat berlalu.
Hingga sore hari pun tiba. Nabila tengah bersantai di teras rumah bersama dengan Adrian juga keluarga yang lainnya. Tampak seorang wanita dewasa datang dengan sebuah paper bag ditangannya.
Terdengar bisik bisik samar yang mengudara di teras rumah. Namun Nabila lebih memilih mengabaikannya. Nabila pikir mungkin itu adalah keluarga jauh Adrian. Hingga suara Shavia terdengar dari dalam rumah. "Mamaa. " Sembari berlari lari kecil keluar dari rumah.
__ADS_1
"Mama di sini, Via. Jangan lari lari. " Jawab Nabila. Namun Nabila masih belum sadar kalau panggilan itu tidak ditunjukkan untuk dirinya. Hingga Nabila melihat Shavia turun dari teras dengan terburu buru tanpa sempat memakai sandalnya, dan langsung berhambur ke pelukan wanita dewasa yang tadi Nabila lihat.
Wanita yang lumayan cantik, meskipun masih cantikan dirinya. Namun ketika tersenyum, wajahnya tampak manis.
Usai melepas rindu dengan Shavia, wanita itu tampak menyalami satu persatu keluarga Adrian. Hingga tiba saat Bila bersalaman dengan Adrian, justru Adrian yang mencium tangan Bila. Layaknya seseorang yang lebih muda mencium tangan seseorang yang lebih tua darinya. "Maafkan aku, aku banyak salah padamu. " Lalu tautan tangan itu pun berakhir.
Nabila tersenyum kecut melihat pemandangan di depan matanya. Bohong kalau Nabila merasa hatinya baik baik saja melihat Adrian seperti itu. Namun jika Nabila pikirkan lagi, mungkin Adrian melakukan itu karna sungguh sungguh ingin meminta maaf kepada Bila. Nabila pun berpikir, itu belum apa apa di banding dirinya yang sudah secara tidak langsung membuat mereka terpisah.
Bila berjalan perlahan mendekati Nabila yang tengah memangku Fa'iz. Tanpa merasa risih Bila mengulurkan kedua tangannya kepada Nabila. Dengan masih memangku Fa'iz Nabila menerima uluran tangan dari mantan madunya itu. Tak ada aksi cium tangan, hanya ada kebisuan. Setelah beberapa detik tangan mereka terpaut, tangan itu langsung terlepas, dan Bila kembali menjauh untuk bergabung bersama keluarga Adrian yang lainnya.
Nabila melempar pandangannya ke arah Adrian yang tengah bersantai seperti biasa di pos ronda di seberang rumahnya. Hingga Nabila mulai bosan mendengarkan obrolan yang terus memuji Bila, Nabila pun memilih masuk kedalam rumah dan langsung masuk ke kamar untuk menidurkan Fa'iz.
Sembari memberikan Fa'iz asi air mata Nabila berjatuhan. Ibu Adrian memang sudah menerimanya dengan tangan terbuka. Namun tidak dengan keluarga besar Adrian, sebagian dari mereka masih ada yang belum menyukai Nabila.
Nabila memang sadar diri. Keluarga besar Adrian belum terlalu mengenal dekat dirinya, jadi wajar saja kalau sebagian yang lain masih memandangnya sebelah mata. Lain halnya dengan Bila, mereka sudah sangat mengenal Bila.
.
__ADS_1
.
Maaf baru sempat up ya teman teman. Di sini sedang berduka, dalam kurun waktu sepuluh hari sudah tiga orang yang meninggal mendadak karna sesak nafas. Salah satunya ya tetanggaku yang rumahnya di seberang rumahku. Bahkan kemarin dua orang meninggal secara bersamaan. Hari ini hampir setiap desa berkibar bendera hijau. Aku berharap semua ini segera berakhir agar semuanya kembali normal.
Beberapa bulan yang lalu aku sempat kehilangan indra perasa juga penciumanku, trus hidungku ini di dalam terasa perih kaya kemasukan air, gak tau itu covid atau bukan karna aku sama sekali gak pernah periksa. Tapi seminggu kemudian semua nya berangsur membaik.
Semoga keluarga kita di jauhkan dari segala penyakit ya.
.
.
.
.
.
__ADS_1