Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Nasehat Dari Ibu


__ADS_3

Usai makan malam Adrian memutuskan untuk bersantai menonton televisi sambil menikmati sebatang rokok. Tak lama Ibu dan Ayahnya pun ikut bergabung dengannya.


"Adrian, Ibu ingin bicara Nak. "


"Bicaralah Bu. " Kata Adrian sambil tersenyum.


Padahal Adrian sudah bisa menangkap kearah mana Ibunya akan berbicara.


Adrian memang orang yang keras kepala, tapi Adrian sangat menghormati orang tuanya. Tapi entah mengapa dia tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk putrinya sendiri.


"Tolong batalkan niatmu untuk nenceraikan Bila, Bila wanita yang baik Adrian. Ibu mohon. " Kata sang Ibu.


"Adrian tahu Bu, kalau Bila wanita yang baik. Justru itu Adrian ingin menceraikannya, sudah cukup dia membuang waktunya untuk hal hal yang tidak mungkin terjadi-" Menghela nafas, kemudian melanjutkan lagi berbicara. "Sudah Adrian katakan Bu, Adrian sama sekali tidak mencintainya. Bagaimana Adrian bisa membahagiakannya kalau Adrian tidak memiliki perasaan apapun padanya. "Jelas Adrian, berusaha membuat Ibunya mengerti akan keinginannya.


"Bila sangat mencintaimu Nak, apa kau tidak pernah melihat perjuangannya, dia selalu berusaha menjadi istri yang baik dimatamu, hanya saja kamu selalu mengacuhkannya. Bila tetap bertahan meski kau selalu menyakiti hatinya, dengan harapan suatu hari kau akan berubah. Bila selalu menanti hari itu Adrian, hari dimana kau mulai membalas cintanya, berharap kesabarannya selama ini membuahkan hasil yang iya harapkan. " Terang sang Ibu kepada anaknya.


"Cobalah Ibu pahami dari sisi Adrian Bu, Adrian tidak bisa mencintainya. Sampai kapanpu Bu, hati ini tidak pernah bergetar untuknya, " Sambil menggenggam tangan sang Ibu dan meletakkannya didadanya.


"Huhh, selalu itu yang dijadikanmu alasan. "


"Ini kenyataannya Bu, bukan sekedar alasan saja. Adrian harap ibu mengerti. "Langsung meninggalkan kedua orang tuanya.

__ADS_1


.


.


.


.


"Ayah, bantu Ibu ya untuk membujuk Adrian agar tidak berpisah dengan Bila. " Memohon kepada sang suami.


"Ayah harus apa Bu, Ayah ini laki laki, tentu Ayah mengerti apa yang diharapkan Adrian. Mereka sudah dewasa. Kita tidak boleh ikut campur terlalu jauh, cukup memberi nasehat saja. Keputusannya biar mereka yang memilih. "Sang Ayah mencoba memberi pengertian kepada istrinya.


"Si Ayah ini malah bicara begitu, Ibu gak mau ya Yah kalau mereka tetap berpisah. " Menujukkan ekspresi kesalnya.


.


.


.


.

__ADS_1


Dikamar Adrian.


Adrian justru sedang berpikir keras, bagaimana caranya agar Bila mau berpisah darinya. Hingga ponsel Adrian pun berdering dan tertera nama Manisku sebagai id pemanggil.


Adrian langsung tersenyum sebari menjawab panggilan dari simanis. "Udah kangen, hmmm. "


"Kakak ih, salam dulu kek. Nanya kabar kek, yang ditanya malah itu. " Jawab Nabila sambil menenggelamkan wajahnya dibantal karna malu. Padahal Adrian gak ngeliat.


Terdengar kekehan dari Adrian. "Baiklah sayangku, Assalamualaikum. Gimana kabar kamu, gak sakitkan karna harus nahan rindu. "


"Sama saja mah kalau begitu, ujung ujungnya juga kangen yang ditanyain Kakak. "


Tiba tiba saja panggilan suara berubah menjadi panggilan vidio, Nabila langsung bangun dari kasurnya sambil merapikan rambutnya.


"Aku udah kangen nih, kangen banget malahan. " dengan ekspresi jenaka ala ala Adrian.


"Kakak gombal ih, baru jua sebentar. Kakak lagi ngapain. "


"Lagi mikirin masa depan kitalah. "Jawab Adrian sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Gak usah terlalu dipikirin, orang kita baru jadian juga." Kata Nabila.

__ADS_1


Mereka mengobrol panjang lebar hingga tanpa sadar Nabila terlelep dengan handphone yang masih menampakkan wajah Adrian yang sedang tersenyum.


__ADS_2