Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 30


__ADS_3

Nabila meneguk salivanya dengan kasar. Sadar Nabila, sadar. Jangan sampai kamu menerjangnya duluan.


"Sana mandi, ntar kemaleman masuk angin lagi. " Kata Adrian sambil mengusapkan handuk kecil ke kepalanya .


Nabila keluar dari kamar dengan membawa pakaian lengkap untuk ia kenakan sehabis mandi.


Sehabis mandi Nabila langsung kembali ke kamarnya.


Ceklek.


Pintu kamar dibuka oleh Nabila. Terlihat Adrian sudah terjun ke alam mimpinya dengan dengkuran yang agak keras.


Tampan tampan kok tidurnya gini amat. Gak ada cool coolnya banget. Nabila


Akhirnya dengan langkah gontai Nabila mendekati tempat tidur lalu membaringkan tuhuhnya disisi Adrian. Nabila merasa terganggu karena dengkuran Adrian yang cukup keras. Nabila mencoba menutup mulut Adrian, untuk sesaat dengkuran Adrian terhenti. Namun ketika mulut Adrian kembali terbuka, dengkuran pun kembali terdengar.


Kalau dibangunin kan kasian juga . Pasti Kak Adrian capek. Nabila


Karna Nabila sudah tidak dapat menahan kantuknya lagi iapun tertidur tanpa memperdulikan dengkuran Adrian.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Sinar matahari sudah mulai terlihat dicelah celah fentilasi jendela, yang artinya pagi sudah mulai menyapa.


Terlihat Adrian sedang meregangkan tubuhnya.


Tidurku nyenyak sekali. Ehh, baru jam enam. Lebih baik aku rebahan lagi aja. Hari inikan hanya mengunjungi ketiga saudara Papa saja. Itupun juga tinggalnya dikampung ini. Jagi gak perlu bersiap cepat cepat jugakan.


Eh, Nabila udah selesai belum ya datang bulannya. Dengan perlahan Adrian mengarahkan tangannya menuju inti sari milik Nabila.


Nabila melengguh dengan mata yang masih terpejam. Tadi aku menyentuh miliknyakan. Walaupun tidak secara langsung. Ternyata datang bulannya sudah selesai. Tapi, tidak mungkin jugakan kami melakukannya pagi pagi begini. Yang ada nanti pas Mama atau Papa lewat bisa bisa mereka mendengar suara lengguhan Nabila. Pasti itu sangat memalukan.


Adrian memutuskan untuk mandi agar pikiran mesumnya menghilang. Saat Adrian kembali ke kamarnya ternyata Nabila sudah bangun dari tudurnya, Nabila sedang berdiri membelakaingi Adrian menatap pemandangan pagi dari jendelanya yang terbuka. Bagitu menyejukkan dan tenang.


Adrian mendekat dan langsung memeluk Nabila dari belakang. "Apa datang bulanmu sudah berakhir. " Ucap Adrian sekedar berbasa basi.


Nabila berbalik, mengalungkan tangannya keleher Adrian lalu mengangguk. Tanda dia menjawab iya pertanyaan dari Adrian.


"Apa kita boleh melakukannya sekarang. " Tanya Adrian sambil berharap.

__ADS_1


Nabila tersenyum. "Nanti saja, ketika Mama dan Papa pergi ke acara pengajian sore ini. Karna aku ingin menikmatinya, Kak. " Nabila menahan malu mati matian saat mengucapkannya dengan raut merona.


Apa yang Nabila katakan berhasil membuat Adrian melongo. Pasalnya selama ini dia mengenal Nabila adalah gadis yang pemalu, apalagi yang berhubungan dengan hal hal intim.


Aku gak salah dengerkan, Nabila sendirikan yang mengatakan ingin menikmatinya. Atau aku sedang bermimpi. Adrian


Kak Adrian pasti kagetkan aku bicara seperti itu. Ini mulut juga kenapa tidak bisa diajak kompromi sih. Nabila menyentuh mulutnya.


"Kamu seriuskan. "


Nabila hanya mengangguk.


Tanpa aba aba Adrian langsung mendaratkan bibirnya kebibir Nabila dan memberikan ciuman yang panas. Bahkan kini tangan Adrian tak tinggal diam. Perlahan lahan Adrian meletakkan salah satu tangannya digunung kembar milik Nabila. Sedangkan tangan yang satunya tetap memeluk Nabila dengan erat. Adrian meremasnya dengan perlahan hingga Nabila mengeluarkan erangan yang begitu merdu ditelinga Adrian.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2