Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 55


__ADS_3

Usai menggoreng ikan Nabila langsung berjalan menuju meja makan di mana Ibu Adrian sedang menata lauk pauknya. Mengisi semua piring dengan dua centong nasi, kecuali punya Shavia yang hanya di isi dengan satu centong nasi.


Saat semuanya sudah siap barulah Ibu Adrian memanggil semua orang untuk makan bersama. Masing masing mengambil ikan serta sayur yang mereka inginkan. Selama waktu makan berlangsung tak ada obrolan hangat seperti biasa. Sudah Adrian pastikan kalau ini semua karna keberadaan Nabila.


Adrian yang awalnya ingin memulai percakapan pun, dia urungkan. Tatkala melihat wajah tak sedap Ibunya. Selesai makan semuanya berajak meninggalkan meja makan, termasuk Ibu Adrian.


Biasanya Ibu Adrianlah yang membersihkan sisa makanan, kini dia sengaja ikut beranjak lantaran ingin tahu, apakah wanita yang di bawa anaknya ini bisa atau tidak mengurus rumah tangga. Karna dari sudut pandang Ibu Adrian Nabila seperti seseorang yang anti dengan hal hal berbau dapur.


Nabila pun menyelesaikan makannya terakhir, karna memang dia makannya yang paling lamban. Dengan telaten Nabila mulai menumpang semua piring piring kotor yang tadi di gunakan. Menyimpan sisa sayur serta ikan yang masih layak makan kedalam tudung saji. Memindahkan semua piring serta peralatan makan yang lainnya ketempat pencucian piring lalu mencucinya, dan meletakkannya di sebuah rak yang di khususkan untuk peralatan yang masih basah.


Lalu Nabila kembali ke meja makan untuk membersihkan sisa makanan yang berada di atas meja dan menyapunya hingga bersih. Barulah Nabila kembali ke luar, duduk kembali di depan televisi yang sedari tadi masih menyala. Di liriknya ke samping ternyata Shavia sedang tiduran, mungkin mau tidur siang, pikir Nabila.

__ADS_1


Ingin rasanya Nabila membaringkan tubuhnya di sana, namun dia merasa enggan lantaran takut di anggap lancang. Ingin bicara pun Nabila bingung harus dengan siapa dia berbicara. Dilihatnya Ibu Adrian sedang berbaring memunggunginya di sudut ruangan yang berdekatan dengan pintu keluar, jaraknya hanya tiga meter dari Nabila. Sedangkan Verry justru sudah tertidur tidak jauh dari posisi Ibu Adrian.


Kalau Ayah Adrian mungkin saat ini sedang menunaikan rukun Islam yang kedua, karna tadi Nabila sempat melihat Ayah Adrian sedang mengambil wudhu ketika Nabila mencuci piring.


Netra Nabila mengeliling, mencari sosok laki laki yang membawanya ke sini. Nihil, sejauh matanya memandang, dia tetap tidak menemukan sosok yang dia cari. Dengan perlahan Nabila membaringkan tubuhnya di dekat Shavia.


Shavia berbalik, menatap lekat Nabila. "Papa kemana. " Tanya Nabila dengan sedikit berbisik kepada Shavia untuk sekedar berbasa basi.


Nabila bingung, ingin mengirim pesan di lihatnya hp Adrian sedang di charger. Tiba tiba terdengar suara orang batuk di. luar rumah. Sepertinya itu suara Kak Adrian.


Ingin rasanya Nabila menghampiri Adrian keluar, namun dia urungkan karna takut harus melewati Ibu Adrian yang sedang tertidur di dekat pintu. Kalau Nabila melangkahkan kakinya sudah pasti mengeluarkan suara decitan lantai yang agak mengganggu. Hingga akhirnya Nabila tetap memilih berbaring dengan arah pandangan ke pintu. Berharap pintu itu terbuka dan Adrian masuk kedalam rumah menghampirinya.

__ADS_1


Hampir seperempat jam Nabila menunggu, barulah Adrian muncul dari balik pintu yang dari tadi Nabila pandangi. Adrian melangkah mendekati Nabila dengan mengangkat kotak rokoknya. Seolah mengatakan 'tadi aku merokok di luar'.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2