Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Awal Mula


__ADS_3

Flashback on


Tiga tahun yang lalu..


Saat matahari sedang terik teriknya datang segerombolan pemuda dirumah Nabila, mereka tak lain ialah semua pemain yang disewa oleh Hendra untuk turnamen dalam beberapa bulan kedepan.


"Silahkan masuk kak, papa ada didalam. "kata Nabila sambil membukakan pintu lebar lebar.


"Bening bro. "ucap salah satu diantara mereka saat Nabila mulai menjauh meninggalkan mereka.


"Itu anak sulung Pak Hendra, kalian jangan macam macam. "


"Gak macam macam Bang, cuma satu macam saja. " Jawab Adrian dengan ekspresi yang sulit diartikan.


"Apapun yang ada dipikiranmu hentikan Adrian, Nabila itu wanita baik baik. " Kata Hasan


Hasan sudah lumayan dekat dengan keluarga Hendra, karna Hendra jugalah yang meminta bantuan kepada Hasan untuk mencarikan para pemain yang handal.


Hasan sangat mengenal Adrian dan perangainya. Sayangnya teman teman Adrian yang ada dikediaman Hendra saat ini tidak ada yang tahu kalau Adrian sudah memiliki anak dan istri selain Hasan.


"Hasan, kali ini aku bersungguh sungguh. " Sambil menunjukkan ekspresi serius untuk meyakinkan Hasan.

__ADS_1


"terserah padamu Adrian, yang penting aku sudah memperingatkan. "Sambil berlalu meninggalkan Adrian.


Flashback of...


Perlu waktu tiga tahun untuk Adrian mendekati Nabila. Selama itu Adrian berusaha keras untuk mendapatkan hati Nabila.


Nabila memang orang yang mudah untuk berteman, bukan dalam artian mudah untuk membuka hatinya.


Semakin hari Adrian mengenal Nabila semakin dekat. Ada perasaan aneh yang ada didiri Adrian. Seakan ada perasaan nyaman saat Adrian bersama Nabila, yang tidak pernah Adrian rasakan pada istrinya sendiri.


"Kak Adrian pulangnya berapa lama? "Tanya Nabila.


"Apaan sih Kak, " sambil menunduk karna malu. "Akukan cuma nanya" lanjut Nabila.


Saat ini Adrian sudah jadi pemain tetap dibawah naungan Pak Hendra, maka dari itu Nabila dan Adrian semakin dekat.


Para pemain tinggal dirumah yang sudah disediakan Pak Hendra. Karena selama mereka disewa, mereka menjadi tanggung jawab orang yang telah menyewa mereka, yang tak lain adalah Pak Hendra.


Terkadang mereka makan bersama dikediaman Pak Hendra, kesempatan itulah yang digunakan Adrian untuk semakin dekat dengan Nabila.


.........

__ADS_1


Hari terus berlalu, semakin hari Adrian merasa semakin nyaman dengan kedekatannya bersama Nabila. Adrian memutuskan untuk menjalin hubungan serius dengan Nabila.


"Nabila, kitakan sudah lama saling mengenal, bagaimana kalau aku memintamu untuk menjadi kekasihku ?"


"Aku memang sudah mengenal tentang Kakak, tapi aku tidak tau asal usul Kakak, keluarga Kakak siapa, rumah Kakak dimana. Aku sama sekali tidak tahu tentang asal usul Kakak. " Jawab Nabila.


Memang kenyataannya begitukan.


"Aku tidak memiliki siapa siapa, aku sebatang kara Nabila. Aku biasa pulang hanya untuk menjenguk kampung halamanku, tidak ada yang bisa aku kenalkan padamu. " Jelas Adrian.


Nabila membisu, masih memikirkan apa yang disampaikan Adrian. Selama ini memang Adrian lebih banyak tinggal didesanya dibandingkan didesa kelahiran Adrian sendiri.


"Baiklah Kak, aku bersedia menjadi kekasih Kakak, ku harap Kakak tidak mengecewakanku. "


"Terima kasih Nabila, aku akan berusaha lebih keras lagi agar secepatnya kita bisa nenuju kehidupan yang lebih serius lagi. "Sambil membenankan kepala Nabila didadanya yang bidang.


Cukup lama Adrian memeluk Nabila, membiarkan Nabila merasakan detak jantungnya sambil sesekali Adrian memberikan kecupan sayang dipucuk kepala Nabila.


Aku berjanji Nabila, aku akan berusaha keras untuk membahagiakanmu, izinkan aku menyelesaikan masalahku terlebih dahulu, barulah aku bisa memperistrimu.


Mohon kritik dan sarannya yaa, aku masih belajar..

__ADS_1


__ADS_2