Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 70


__ADS_3

Kemarin bab 70 udah up, tapi di tolak admin, aku revisi, tapi tetap di tolak. Dan akhirnya adegan dewasanya aku skip aja.




Shitt, kalau begini bagaimana mungkin aku bisa menahannya. Adrian mengumpat.


Dengan susah payah Adrian meneguk salivanya, matanya tak pernah lepas dari apa yang Nabila lakukan. Kalau tahu akan seperti ini, tadi malam Adrian tidak akan mau sok menolak Nabila.


Sial, apa aku harus tetap mendiamkannya. Tapi bagaimana mungkin, dia terlihat begitu menggoda. Adrian.


Ayo, Kak. Datanglah padaku. Terima saja kekalahanmu. Nabila.


Tanpa berkata apa pun Adrian langsung mendekati Nabila, menekan tengkuk Nabila dan ******* bibirnya dengan sedikit kasar. Tangan Adrian yang satunya sudah mulai menggerayangi bagian tubuh Nabila yang lainnya. Adrian menggigit pelan bibir Nabila sebagai tanda agar Nabila membuka mulutnya untuk mempertemukan lidah mereka.


Ciuman itu kian memanas saat Adrian mulai meremas anggota tubuh bagian belakang Nabila dengan kedua tangannya. Untuk sejenak ciuman mereka terhenti karna Adrian melepaskan dress yang Nabila kenakan.

__ADS_1


Saat dress sudah lolos dari kepala Nabila, Adrian kembali melanjutkan ciuman panas mereka yang sempat terjeda.


Sembari berciuman Adrian mulai melepaskan benda yang menutupi dua bukit yang menggantung milik Nabila. Setelah benda itu terlepas Adrian langsung mengarahkan mulutnya dan ********** perlahan. Mulutnya terus memainkan puncak bukit Nabila yang mulai mengeras, sedangkan tangan yang satunya meremasnya pelan, serta sesekali memelintir puncaknya sehingga memberikan rasa geli dan nikmat secara bersamaan Nabila rasakan.


.........


Akhirnya percintaan mereka berakhir dengan sebuah ciuman singkat sebagai penutupnya. Nabila masih terkulai lemas di sisi Adrian. Ternyata percintaan mereka menghabiskan banyak energi, tak cukup sekali melakukannya, Adrian bahkan sampai menggempurnya hingga tiga kali. Benar benar melelahkan.


Masih dalam pelukan Adrian, tak perduli sepanas apa pun hawanya, Nabila tetap merasa nyaman dengan posisinya saat ini. Hingga tidak terasa mereka berdua sama sama tertidur masih dengan posisi saling memeluk tanpa pakaian, hanya sebuah selimut tipis yang menutupi tubuh keduanya.


Adrian bangun lebih awal, di lihatnya waktu sudah menunjukkan jam empat sore. Adrian mengulurkan tangannya ke arah nakas untuk mengambil handphonenya. Ternyata Saka belum ada mengabarinya.


Adrian tengah memandangi wajah Nabila yang saat ini masih memeluknya erat.


Dasar nakal. Kau tau betul bagaimana caranya menaklukanku. Adrian.


Adrian memberikan sebuah ciuman di pucuk kepala Nabila. Dengan perlahan Adrian memindahkan tangan Nabila dari perutnya dan meletakkannya di atas guling.

__ADS_1


Usai melilitkan sebuah handuk di pinggangnya, Adrian langsung keluar dari kamar dan menuju ke arah dapur untuk menyegarkan tubuhnya.


Setelah mandi Adrian langsung bersiap siap untuk latihan, karna sudah lama dia tidak pernah turun ke lapangan. Setelah siap Adrian langsung duduk di teras menunggu Saka menjemputnya.


Baru saja Adrian mendaratkan bokongnya, ternyata Saka sudah datang. Dengan menenteng sepatunya Adrian berjalan menuju Saka dan duduk di belakangnya.


Hanya perlu waktu tiga menit mereka sudah sampai di lapangan, Adrian langsung memasang sepatunya dan memulai pemanasan.


Saat pelatih datang mereka langsung memulai sesi latihan seperti biasanya. Pelatih tampak menggelengkan kepalanya melihat permainan Adrian. "Banyak penurunan, Adrian. Kau harus rajin latihan agar bisa seperti dulu. "


Wajar saja terdapat penurunan. Karna selama menikah dengan Nabila dia hanya sesekali ikut latihan.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2