Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 19


__ADS_3

Hari yang dinanti nantikan Adrian kini tiba. Raut bahagia jelas terlihat diwajah Adrian.


Saat ini Nabila sedang dirias oleh MUA yang terkenal di Kotanya. Nabila yang pada dasarnya memang sudah cantik, kini terlihat semakin cantik hanya dengan sedikit polesan make up.


"Wajahmu itu sudah cantik, tidak perlu di make up terlalu banyak pun kamu sudah luar biasa cantik. " Ucap penata rias.


Selama ini Nabila memang tidak pernah berdandan mencolok. Sehari harinya Nabila hanya menggunak bedak bayi. Kecuali kalau Nabila mau pergi ke acara semacam pernikahan dan sebagainya. Barulah Nabila sedikit berdandan dan menggunakan lipstik dibibirnya. Jadi wajar saja, saat ini Nabila terlihat luar biasa.


Ceklek.


Nabila dan penata rias menoleh kearah pintu kamar yang terbuka. Tenyata yang datang adalah Andini. Andini menghampiri Putrinya dengan senyuman bahagia.


"Kamu cantik sekali, Nabila. " Puji Andini.


Nabila membalas pujian sang Mama dengan senyuman.


"Tetaplah tersenyum sayang. Mama harap kalian bersungguh sungguh menjalani hubungan kalian yang baru. Tidak ada suatu hubungan yang selalu baik baik saja, Nabila. Jadi kamu harus bijak dalam menghadapi masalah yang mungkin kelak akan kalian hadapi. Kalian harus saling melengkapi, jika yang satu menjadi api, maka yang satunya lagi harus menjadi air. " Ucap Andini.


"Kau tau, Sayang. Peran istri tidak hanya sekedar memasak dan melayani suami. Istri juga berperan penting menjadi pengingat bagi sang suami jika kelak si suami ingin melakukan hal yang salah. " Lanjut Andini.


"Iya, Mama. Nabila harap Nabila bisa mencontoh semua itu dari Mama. "


"Kamu sekarang sudah menjadi tanggung jawab Adrian. Berbaktilah pada suamimu. "

__ADS_1


"Pasti, Mama. Nabila akan mengingat semua yang Mama sampaikan. "


"Ayo kita keluar, sebentar lagi acara akan dimulai. " Ajak Andini.


Diruang tamu sudah terdengar lantunan ayat suci Al-Qur'an sebagai pembuka untuk acara siang ini.


Kini tiba saatnya Adrian mengucapkan Ijab Qobul dihadapan Hendra yang sebentar lagi akan menjadi Papa mertuanya.


Nabila masih menunggu dengan harap harap cemas diruang keluarga ditemani teman temannya dan juga Andini yang duduk disebelah Nabila. Nabila berharap Adrian bisa melafalkan Ijab Qobul dengan lancar.


Hendra berjabat tangan dengan Adrian.


"Bismilahirrahmanirrahim. Ananda Adrian Bahri, Saya nikahkan engkau dengan Putri kandung Saya Nabila Anastasya, dengan maskawin seperangkat alat Sholat juga uang tunai sebesar tujuh puluh juta rupiah. Dibayar tunai. " Ucap Hendra dengan sekali tarikan nafas.


"Saya terima nikahnya Nabila Anastasya, Putri Bapak untuk Saya. Dengan maskawin tersebut. Tunai. "


"Bagaimana Saksi. "


Sah sah sah


Alhamdulillah. Adrian dan Nabila kompak membatin.


"Mempelai wanita dipersilahkan memasikuki ruangan. " Ucap pembawa acara.

__ADS_1


Nabila berjalan dengan pelan sambil menggandeng tangan Andini. Matanya tertuju kepada Adrian yang juga sedang menatapnya.


Sesampainya diruang tamu Nabila dan Adrian langsung naik keatas pelaminan untuk sesi foto bersama. Sebelum itu Nabila lebih dulu mencium tangan sang suami.


Seluruh keluarga Nabila turut berbahagia atas pernikahan Nabila juga Adrian. Tak ada satupun dari keluarga Adrian yang hadir. Jelas saja karna orang tua Adrian pun tidak tahu menahu kalau hari ini putra mereka sedang berbahagia dengan pasangan baru yang dicintainya.


Ayah, Ibu, Kakak, juga Adik. Maafkan aku yang tidak mengundang kalian dihari bahagiaku ini. Kelak aku akan berbagi kebahagiaan dengan kalian semua jika waktunya sudah tiba. Batin Adrian.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2