Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 32


__ADS_3

Kini tiba saatnya Nabila mengantar kepergian Orang tuanya beserta Yuda sang adik untuk berangkat ke acara pengajian di Kabupaten sebelah.


Saat Nabila kembali ke kamarnya, dia tidak menemukan sosok Adrian disana. Nabila mengambil baju tidur seksi yang diberikan Saudara sang Mama dan membawanya berjalan ke arah dapur.


Sesampainya di dapur Nabila mendengar suara genercik air yang berasal dari kamar mandi.


Itu pasti Kak Adrian.


Cukup lama Nabila menunggu Adrian selesai mandi. Setelah Adrian keluar dari kamar mandi, Nabila langsung masuk dan memulai ritual mandinya.


Didalam kamar Adrian hanya berdiri didepan jendela sambil menunggu kedatangan Nabila. Adrian memang sengaja tidak menggunakan pakaiannya, karna Adrian berencana akan langsung menggoda Nabila.


Sedangkan Nabila berjalan ke arah kamar dengan jantung yang berdebar debar. Entah karena gugup atau malu karena harus menggunakan pakaian yang sangat terbuka.


Ini kali ya yang disebut berpakaian, tapi telanjang.


Ceklek


Seksi.

__ADS_1


Hanya kata itu saja yang berada dipikiran Adrian saat dia melihat Nabila mengenakan baju tidur seksi berwarna hitam yang sangat kontras dengan warna kulitnya.


Adrian langsung berjalan ke arah Nabila yang masih berada diambang pintu kamar. Ditariknya tangan Nabila dengan lembut, lalu Adrian langsung mengunci pintu kamar mereka.


Untuk sesaat mereka saling pandang. Entah siapa yang memulai kini bibir mereka sudah saling bertautan. Dengan perlahan Adrian menggiring tubuh Nabila ke tempat tidur. Lidah mereka saling membelit, hingga pertukaran salivapun terjadi.


Adrian menurunkan ciumannya ke bagian leher Nabila yang putih mulus. Adrian ingin memberikan tanda kepemilikan, tapi Nabila melarangnya.


"Jangan beri kissmark dileher, Kak. Nanti anda yang melihat. "


"Baiklah, aku akan membuatnya ditempat yang tidak terlihat. " Kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat terjeda sesaat. Adrian hanya memberi kecupan juga jilatan dileher Nabila. Sesuai keinginan, Nabila. Tidak boleh terdapat kissmark.


Dengan tidak sabar Adrian melepaskan baju yang dikenakan Nabila hingga terlihatlah dua gunung kembar yang begitu indah.


Dengan lembut Adrian menghisap salah satu puncak gunung Nabila. Tak lupa satu tangannya meremasnya dengan lembut.


"Ughh, Kak. "


Adrian seakan menggila ketika mendengar lengguhan Nabila. Setelah puas dengan yang satu, Adrian berpindah ke gunung yang satunya. Lidahnya memainkan puncak gunung Nabila dengan begitu lihai.

__ADS_1


Nabila seperti merasakan sesuatu yang memintanya untuk menuntut lebih dan meminta dilepaskan.


Adrian dapat merasakan dada Nabila yang sedang bergemuruh. Seketika tubuh Nabila menegang saat Adrian memelintir puncak gunungnya menggunakan lidah beserta jarinya. Hal itu Adrian lakukan terus menerus sampai dia merasa Nabila sudah hampir mencapai pelepasannya yang pertama.


"Ss-top, K-ak. Ra-sanya a-ku. " Ucapan Nabila langsung terputus saat dia merasakan salah satu jari Adrian sedang memainkan inti sarinya.


"jangan ditahan, sayang. Lepaskan saja, dan nikmati. " Sambil mempercepat ritme permainannya.


"Kak. A-ku su-dah ti-dak. " Tubuh Nabila bergetar hebat saat pelepasan yang luar biasa melandanya. Nafasnya terengah engah. Adrian tersenyum melihat wajah Nabila yang memerah.


Untuk sejenak Adrian membiarkan Nabila menikmati pelepasannya. Setelah dia rasa Nabila sudah mulai tenang. Adrian kembali memulai aksinya. Kembali memberi Nabila rangsangan rangsangan kecil sebagai pengiring penyatuan keduanya.


Perlu beberapa percobaan untuk si junior bisa masuk kedalam liang kenikmat milik Nabila, itu pun baru sebatas kepalanya yang baru masuk. Adrian kembali memberikan rangsangan dengan menjilat telinga Nabila sambil menghembuskan nafas hangatnya sembari mendorong si junior agar bisa masuk sepenuhnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2