Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 26


__ADS_3

Akhirnya acara yang teramat panjang pun diakhiri dengan sesi foto bersama keluarga besar mempelai.


Suara Adzan Ashar berkumandang. Membuat para warga menghentikan aktifitas mereka. Mereka kembali melaksanakan kewajiban mereka kepada sang Pencipta. Untuk sejenak kediaman Hendra senyap.


Usai melaksanakan Sholat Ashar. Para warga kembali melanjutkan aktifitas mereka yang sempat terjeda. Terlihat para warga ada yang sedang membongkar tenda, membongkar panggung, juga mengangkat meja serta kursi kedalam mobil untuk di kembalikan ke balai desa.


Para WO pun juga sibuk membongkar pelaminan juga dekorasi resepsi.


Sedangkan para ibu ibu sudah standby ditempat penyimpanan makanan.


Nabila membersihkan wajahnya dari make up yang sudah seharian ini membelenggu wajahnya.


Lega, itulah yang saat ini Nabila rasakan. Bersyukur semuanya berjalan secara lancar tanpa hambatan yang berarti.


Bagitupun Adrian. Selalu mengucap syukur dihatinya karena hal serupa.


Pada akhirnya semua sudah selesai dikemasi dan diantar ke tempat asalnya masing masing. Hendra mengucapkan banyak banyak terimakasih atas bantuan para warga yang sudah ikut berpartisipasi dalam acara yang Hendra adakan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Mulai malam ini Adrian akan tinggal dikediaman Hendra. Berusaha menyesuaikan diri dengan keluarga barunya bukan hal yang mudah bagi Adrian, tetapi dia akan berusaha sebisa mungkin.


Makan malam pertama Adrian sebagai anggota keluarga baru dikediaman Hendra berjalan dengan lancar. Seperti biasa, suasanan di meja makan di isi dengan curhatan Andini tentang acara hari ini. Juga rengekan Adik Nabila, Yuda.


Tak jauh berbeda dengan dirumah Ibu. Hanya saja Pak Hendra tidak sehangat Ayah dirumah. Adrian membatin.


"Papa ke kamar duluan, Ma. Rasanya Papa sangat lelah. "


"Iya, Pa. Nanti Mama nyusul. " Ucap Andini sambil membereskan piring piring sisa makan.


"Biar Nabila saja, Ma. Mama pasti capek jugakan. " Ucap Nabila sambil mengambil piring yang ada di tangan Andini.


"Mama duluan ya, sayang. "


Nabila membersihkan meja makan, tak lupa menyimpan sisa makanan yang tidak tersentuh kedalam kulkas untuk dipanaskan esok hari. Kemudian Nabila mencuci semua piring kotor bekas makan malam.


Adrian masih setia menunggu Nabila menyelesaikan aktifitasnya. Barulah mereka masuk ke kamar bersama sama.


"Ada yang ingin Nabila katakan, Kak. "


"Stttt. Nanti saja bicaranya. " Langsung membalikkan tubuh Nabila dan ******* pelan bibir yang selalu menggodanya itu.


Adrian menggigit kecil bibir Nabila, memberi kode untuk Nabila agar membuka mulutnya. Hingga pertukaran salivapun tak terelakkan lagi.


Nabila memejamkan matanya. Berusaha menikmati apa yang sedang Adrian lakukan padanya. Ketika Nabila merasa ada yang berbeda dari ciuman Adrian, Nabila langsung melepaskannya.


Ini tidak bisa dilanjutkan, Kak. Nabila masih belum bisa.

__ADS_1


"Ada apa, hmmm. " Tanya Adrian.


"Nabila tidak bisa, Kak- Ucapan Nabila langsung dipangkas oleh Adrian.


"Apa kau belum siap. " Tanya Adrian denganenampakkan ekspresi kecewa.


Nabila tersenyum dan mengusap wajah Adrian. "Bersabarlah, Kak. Aku sedang menstruasi. "


"Apa itu, tadi yang kamu katakan. " Tanya Adrian bingung.


"Datang bulan, Kak. " Menunduk malu.


"Astaga, Nabila. Kenapa baru bilang. " Tanya Adrian frustasi.


"Kan nunggu moment yang pas, Kak. Tadi sudah mau bilang. Eh Kakak malah langsung nyosor. "


"Berapa lama lagi baru selesai. "


"Ini sudah hari keempat, Kak. Jadi tunggulah dua atau tiga hari lagi. "


Nasibku kok gini amat. Junior sudah mulai on, tapi malah tidak mendapatkan pelepasan.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2