Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Menggoda Pengantin Baru


__ADS_3

Sonya berubah santai di dalam pelulan Kei, lalu menjauhkan sedikit tubuhnya agar bisa melihat sahabatnya, "Aku tidak mau membuat kamu khawatir Kei, mengingat kamu sedang mengandung..."


Kei kembali memeluk Sonya, "Oh dear, malangnya dirimu terikat dengan pria dingin itu..."


Setelah semuanya kembali duduk di tempatnya semula, Alex meminta kembali perhatian anak buahnya, "Masalah pernikahan ini, kami berharap tidak akan tersebar di kantor."


"Kenapa? kamu malu?" celetuk Kei ketus.


"Saya tidak merasa malu nona Kei, hanya saja Sonya tidak ingin karyawan di kantor mengetahuinya, ia sendiri yang ingin merahasiakan pernikahan ini."


Semua mata langsung tertuju ke Sonya, termasuk juga Kei, "Kenapa?" tanya Kei.


"Yaa... Bukannya peraturannya seperti itu yaa? kita tidak boleh satu kantor dengan suami?" elak Sonya.


Padahal alasan sebenarnya ia malas kalau harus menghadapi pengagum Alex di kantor. Reaksi mereka pasti tidak akan bagus saat mengetahui Sonya sudah menikah dengan Alex mereka.


"Siapa bilang... Itu kantor saya... Saya yang berhak memutuskan boleh atau tidaknya. Dan kalian harus tetap berada dalam satu kantor. Saya tidak akan bertanya alasanmu yang sebenarnya apa hingga merahasiakan pernikahanmu dengan Alex, Kau pasti punya alasan tersendiri." tegas Hardhan.


Sonya langsung berdiri dan sedikit membungkuk hormat pada Hardhan dan yang lainnya, "Terima kasih boss... Terima kasih semuanya..." lalu Sonya mengambil gelasnya dan mengangkatnya, mengajak yang lain untuk bersulang,


"Mari bersulang untuk kebahagiaanku dan Alex..." serunya, disambut dengan suara riuh gelak tawa dan gelas-gelas yang beradu.


Bagaimanapun juga, karena semua sudah mengetahui pernikahannya, maka Sonya dan Alex harus pura-pura bahagia sebagaimana layaknya pengantin baru lainnya.


Sonya mengambilkan udang bakar madu dan meletakkannya di atas piring nasi Alex yang duduk di sebelahnya, atau Alex mengambilkan kerang bakar untuk Sonya, tapi tidak ada yang tahu kalau di bawah meja, kaki mereka saling menendang dan menginjak.


Mereka menganggap pengumuman pernikahan Alex dan Sonya sebagai hal yang romantis, ada pengantin baru di antara mereka, ditambah lagi dengan panorama matahari terbenam dengan pesawat udara yang sering lalu lalang dan alunan lagu Akadnya Payung Teduh, yang didendangkan para pemusik lokal, membuat suasana semakin terlihat romantis.


Bila nanti saatnya telah tiba


Kuingin kau menjadi istriku


Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan


Berlarian kesana-kemari dan tertawa


Namun bila saat berpisah telah tiba


Izinkanku menjaga dirimu


Berdua menikmati pelukan di ujung waktu

__ADS_1


Sudilah kau temani diriku


Wwooowww.... seru anak buahnya menggoda Alex dan Sonya, dan mereka terus menerus menggoda sampai pemusik lokal itu menyelesaikan lagunya, membuat Alex tidak bisa menahan senyumnya.


Ya Tuhan... Jailangkung itu tersenyum... Aku baru sekali ini lihat dia tersenyum... Senyum itu bisa dengan mudah membuat para wanita selain gue bertekuk lutut padanya, kalau saja Jailangkung kutub itu tahu cara menggunakannya dengan tepat!!


batin Sonya.


Sonya tersadar dari lamunannya ketika tangan Kei menyenggolnya, "Kamu nyaris mengeluarkan liurmu saat menatap Alex tadi, jangan malu-maluin diri sendiri deh..." bisik Kei.


"Cih, siapa yang lagi ngeliatin dia..." elak Sonya sambil memasukkan kerang bakar dari Alex tadi ke mulutnya.


"Maaf saya permisi dulu..." pamit Talita pada semuanya, dan langsung bergegas pergi.


Kei ingin mengejarnya, ia tahu pasti berat untuk Talita melihat semua ini, tapi tangan Hardhan menahannya, jadi Kei tetap diam di tempatnya.


Dengan isyarat matanya, Hardhan meminta Dino untuk mengikuti Talita, demi keamanan Talita.


"Aku gak suka sama doktermu yang satu itu..." bisik Sonya.


Apa Sonya sudah tahu Icha menyukai Alex?


tanya Kei dalam hati.


Sonya mengangkat bahunya, "Tidak suka ajaa..." jawabnya sekenanya, sambil mengaduk-ngaduk nasi di depannya tanpa ada minat untuk memakannya.


"Kamu sudah tahu yaa Icha menyukai Alex?" pancing Kei.


Sonya mengangguk, "Tapi bukan berarti aku cemburu sama dia yaa!" tegas Sonya sebelum Kei berpikiran ia sedang cemburu.


"Iya aku tahu... Tidak ada kata cemburu di dalam kamus Sonya si pemberani..." ledek Kei.


"Sayang..." panggil Hardhan lembut, Kei langsung berpaling ke suaminya yang sedang memegang sendok penuh nasi dan ikan bakar,


"Kau belum menyentuh apapun dari tadi sayang..." katanya sambil menyuapi Kei.


Kei langsung mengunyahnya, "Hmmm ini enak sumpah... Aku mau lagi..." seru Kei.


Hardhan terkekeh pelan, lalu kembali menyuapi Kei, dan membersihkan kecap manis yang menempel di bibir Kei dengan bibirnya.


"Hardhan..." Kei memukul pundak suaminya ketika Hardhan melepas ciumannya.

__ADS_1


"Kau memukulku karena aku menciummu di sini? Atau karena aku menghentikannya?" goda Hardhan.


"Banyak anak buahmu di sini... Apa kamu tidak malu?" desis Kei.


Hardhan menyuapi Kei lagi, "Aku mengajarkan si bodoh Alex itu... Bagaimana seharusnya memperlakukan istrinya..."


"Dia akan tetap bodoh, dan kaku... Dan dingin..." ujar Kei.


"Sayang... Aku ingin berterima kasih padamu..." seru Hardhan.


Kei mengerjapkan matanya, "Untuk apa sayang?" tanyanya.


"Karena idemu ini untuk mengumpulkan orang-orang kita dan makan bersama. Baru kali ini aku melihat mereka berinteraksi tanpa batas. Cara mereka menggoda Alex yang notabene adalah boss mereka, cara mereka tertawa bersama-sama, tidak terlihat lagi sikap kaku mereka seperti biasanya. Dan kau lihat tadi sayang.... Bahkan mereka mampu membuat Alex tersenyum...."


Hardhan melihat anak buahnya satu persatu, melihat tawa ceria di wajah mereka, tawa yang terlihat bebas dan lepas, bukan senyum terpaksa yang biasanya mereka perlihatkan. Bahkan mereka lupa ada Hardhan di sini.


"Aku akan sering-sering membuat acara makan bersama seperti ini lagi..." tegas Hardhan.


"Yah... Itu bagus untuk kalian..." gumam Kei sambil meremas tangan Hardhan. "Suapi aku lagi... Aku masih lapar..." rengeknya.


Hardhan menyentil kening Kei, "Dasar manja..."


**********


Kei baru saja selesai membasuh badannya, dan sedang menyisir rambutnya di depan meja rias ketika Hardhan bersandar pada pintu antara ruang tidur dan ruang ganti, menatap lembut Kei dengan matanya dan senyumnya yang memikat itu.


Kei melihat gairah di mata suaminya, dan Kei tahu ia berusaha menahannya. Hal yang konyol mengingat dokter Elsya sudah memastikan mereka sudah aman kalau ingin bercinta.


Kei pura-pura menguap lebar, "Aku ngantuk sekali apa ada seseorang yang mau membopongku ke tempat tidur? Aku sedang malas jalan..." seru Kei.


Sambil menggelengkan kepalanya Hardhan menghampiri Kei, dan langsung membopongnya. "Kau manja sekali akhir-akhir ini sayang..." desah Hardhan, kemudian mendudukkan Kei di pinggir tempat tidur, lalu ia duduk di sebelahnya.


"Apa kamu ingin bercinta malam ini?" tanya Kei.


Hardhan menggeleng, "Tidak sayang... Lebih baik kau istirahat sekarang yaa... Pasti kau merasa lelah setelah jalan santai di pantai tadi..."


"Lalu kapan kita akan mulai bercinta lagi?"


"Hmmm... Aku baru berani setelah memasuki trimester ketiga... Bagaimana?"


"Itu masih satu bulan lagi..."

__ADS_1


"Tidak masalah..."


Kei langsung memeluk Hardhan, "Baiklah, satu bulan lagi kalau begitu...."


__ADS_2