Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Permintaan Maaf Inge


__ADS_3

Seminggu kemudian dengan membawa anaknya yang tertidur di dalam stroller, Inge datang ke kafe Kei, dan ia meminta waktu Kei untuk berbicara dengannya.


Mereka duduk di kursi untuk dua orang di dekat jendela, sedang stroller anak Inge di sebelah meja mereka. Upin dan Ipin tanpa di perintah langsung duduk di belakang kursi Kei, dan Kei yakin mereka pasti sudah menghubungi Alex.


"Apa yang ingin kamu bicarakan Nge?" tanya Kei.


"Selamat untuk kehamilanmu Kei..." ucap Inge dengan tulus, dan itu membuat kening Kei berkerut bingung, ada apa dengan Inge?


"Terima kasih..." balas Kei sekenanya.


"Sebenarnya aku sudah lama ingin bicara denganmu Kei, tapi baru hari ini aku memiliki keberanian itu...."


Kei diam, hanya memandang seksama mantan madunya itu, yang sekarang sudah terlihat berubah, bahkan nada bicaranya ke Kei pun jauh lebih sopan.


"Di saat-saat antara hidup dan matiku ketika melahirkan Arian dulu, tayangan perjalanan hidupku muncul saat itu. Flashback masa lalu itu muncul secara tidak beraturan, kenangan saat aku remaja, lalu ke bayi dan ke masa dewasaku."


Inge kembali terdiam, kedua tangannya saling meremas, dan air matanya mulai berjatuhan ke pipinya. Sesaat Kei merasa iba, tapi mengingat apa yang sudah pernah Inge lakukan padanya, membuat Kei langsung menepis rasa iba itu.


"Saat itu aku merasa benar-benar berada di dalam kenanganku itu, bahkan aku bisa merasakan betapa pedihnya perasaanmu ketika kamu tahu aku mengandung anak Galang, ketika aku menghinamu, dan semua perbuatan burukku padamu, aku bisa merasakannya Kei, saking sakitnya hatiku seolah-olah aku yang di sakiti alih-alih kamu Kei."


Inge menghela nafas panjang, menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan ceritanya, "Saat itu aku hanya berdoa semoga Tuhan memberi ku kesempatan untuk meminta maaf padamu Kei. Itulah tujuanku ke sini hari ini. Aku bahkan bersedia meninggalkan Galang dan membiarkan kalian kembali lagi setelah kontrak pernikahanmu dengan suamimu itu selesai, dan menyerahkan Arian padamu, aku yakin kamu akan menjadi ibu yang baik untuk Arian, kamu wanita yang sabar, hatimu tulus."


Yang benar saja? Memangnya dia pikir aku dengan senang hati akan bersedia kembali lagi ke Galang?

__ADS_1


"Kamu tidak perlu melakukan itu... Aku sangat bahagia dengan pernikahanku saat ini, sangat-sangat bahagia..." tegas Kei.


"Iya aku tahu itu sekarang Kei, makanya sekarang aku tidak jadi membujukmu untuk kembali kepada Galang lagi... Aku ke sini hanya ingin meminta maaf padamu, karena banyak sekali kesalahanku padamu Kei, kata-kataku yang selalu menyakitimu, penghinaanku padamu, dan terutama memisahkan kamu dengan Galang."


"Aku sudah mencintai Galang sejak kami SMA, dan rupanya mama Galang mengetahui itu. Dia selalu membujukku untuk menggoda Galang, untuk memisahkan kalian berdua. Karena mama berpikiran kamu mandul, dan kalau aku berhasil mengandung anak Galang, mama berjanji akan menikahkanku dengan Galang, baik kamu setuju nantinya atau tidak Kei..."


Ya Tuhan... Orang tua macam apa yang tega melakukan itu kepada anak dan menantunya? terlebih lagi dia adalah seorang wanita.... Seorang ibu!!


"Apa Galang mengetahuinya?" tanya Kei dingin.


Inge menggeleng keras, "Tidak... Tidak... Galang tidak tahu... Dan aku sangat berharap Galang tidak pernah mengetahuinya, dia pasti akan sangat membenciku, dan membenci mamanya... Sekarang saja dia sudah meninggalkan kami, dan tidak ingin melihat kami begitu ia mengetahui ternyata kamu bisa hamil Kei, kamu tidak mandul seperti yang selalu kami tanamkan di otak Galang. Dia melimpahkan semua kesalahannya pada kami, apa jadinya kalau Galang juga tahu rencanaku dan mama..."


Inge menarik tangan Kei, dan kemudian meremasnya, matanya menatap sendu mata Kei, "Aku sungguh-sungguh minta maaf padamu Kei, untuk semua kesalahanku padamu, kamu mau memaafkanku kan Kei... Tolong Kei maafkan aku..." pintanya.


Air mata Inge kembali mengalir ke pipinya, "Terima kasih Kei, aku sungguh-sungguh berterima kasih karena kamu sudah bersedia memaafkan kami. Yaa, aku melihatnya ketika kita bertemu di toko itu minggu lalu, kalian berdua terlihat saling mencintai dan saling mengasihi. Dan aku bisa melihat cinta yang begitu besar dari cara suamimu melihatmu Kei... Aku turut merasa senang, dan aku tulus saat mengatakannya, melihat kamu sudah menemukan kebahagiaanmu saat ini Kei... Aku ikut merasa bahagia, dan sedikit bernafas lega...."


"Aku juga berharap kamu akan menemukan kebahagiaanmu juga Nge


Inge tertawa hampa, "Aku tidak berani mengarapkan itu Kei, aku tahu aku sedang menjalankan karmaku saat ini. Galang meninggalkanku... Dan aku harus membesarkan anak kami seorang diri... Mendapati Tuhan memberikanku kesempatan kedua untuk hidup saja, sudah membuatku bersyukur. Kedepannya... Apapun karma yang akan aku jalani sebagai konsekuensi dari perbuatan burukku itu... Aku akan menghadapinya dengan ikhlas, semampuku..."


Kei menepuk-nepuk tangan Inge, "Semua orang layak mendapatkan kesempatan kedua... Jadi jangan takut untuk menata hidupmu kembali Nge... Untuk mendapatkan hidup yang lebih baik lagi. Tidak semua orang memiliki keinginan untuk berubah, apalagi dengan berani mengakui segala kesalahannya. Dan tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah... perubahan memang memiliki awal yang berat, hmmm mungkin bisa kacau di pertengahan jalannya nanti, Tapi, semua akan indah pada waktunya. Karena tidak akan ada kata bahagia Nge, jika tidak ada kesedihan..."


"Kamu memang memiliki hati yang baik Kei... Aku semakin merasa bersalah padamu..." desah Inge lirih.

__ADS_1


"Perihal masa lalu, entah itu baik atau buruk... semua sudah berlalu Nge. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita melanjutkan hari esok dengan lebih baik lagi, kamu hanya perlu mengingatnya, akan selalu ada pelangi setelah badai, serta jawaban dari setiap doa yang kau panjatkan. Jadi, bersabarlah lah Nge..." ujar Kei lembut.


"Ya aku akan terus bersabar, aku akan terus menunggu Galang kembali lagi ke rumah, dan berharap ia mau memaafkan aku dan mama. Entah sampai kapan aku akan menunggunya, mungkin sampai aku lelah, atau sampai Galang yang lelah."


"Galang ini... Dia masih saja bersikap kekanakan... Selalu saja melimpahkan kesalahan pada orang lain, tanpa perlu berkaca terlebih dahulu kalau dirinya sendiri pun juga salah... Dan selalu melarikan diri dari masalah, alih-alih menghadapinya." cibir Kei.


Inge mencoba tersenyum, "Yah kamu benar, sayangnya aku sudah terlanjur memendam cinta yang cukup lama untuknya... Cinta yang kuat dan terlalu dalam hingga mampu menutupi segala kesalahannya dan sikap buruknya. Aku akan tetap menunggunya Kei..."


Kei baru akan menjawab ketika notif chat berbunyi di handphonenya, dan Kei langsung membaca chat dari suaminya itu.


"Sayangnya aku sedang banyak pekerjaan hingga tidak bisa mendatangimu... Tapi aku sudah mengirim supir untuk menjemputmu, dalam waktu sepuluh menit dari sekarang... Kau harus sudah sampai di kantorku... Atau aku akan melakukan hal yang menurutmu 'nakal' itu lagi!!"


Ahh raksasa aroganku...


gumam Kei dalam hati sambil menyeringai lebar menatap layar handphonenya.


Hai Readers...,


Hari ini Jakarta mulai PSBB lagi..., tetap semangat untuk yang WFH dan WFO yaaa...💪💪


Jaga kesehatan kalian dan tetap jaga jarak aman, jangan lupa untuk selalu mengenakan masker jika keluar rumah.


Untuk Author pribadi..., lumayan jadi punya banyak waktu luang nih untuk nulis novel...😊

__ADS_1


__ADS_2