Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Karina Sudah di Bebaskan


__ADS_3

Sonya ikut menimpali, "Dan aku, Alex serta anak-anak kami juga hanya tinggal membuka pintu penghubung saja untuk sampai ke sini Ma..."


"Iya... Itu makanya Mama bersyukur dekat dengan anak, menantu dan cucu-cucu Mama..." seru mama sumringah, lalu mengalihkan perhatiannya ke Alex, "Dan kau Lex... Jangan bersikap dingin lagi dengan Omamu dan keluarganya!"


Alex mengangguk, "Kami sudah berinteraksi dengan baik sekarang Mom..."


"Bagaimana kalau kita liburan bersama? Sudah lama kan sejak terakhir kali kita liburan bersama?" usul Hardhan.


"Mama belum pernah ke rumah Omanya Alex... Bagaimana kalau ke Korea Selatan saja?"


"Setuju!" jawab Zou, Zie dan Al serentak, dan semua kepala orang dewasa serentak pula melihat ketiga anak itu.


Ketiga anak itu memang terlihat sedang asik bicara sendiri, tapi sebenarnya telinga mereka menangkap juga pembicaraan di sekitarnya.


"Dan kenapa cucu-cucu Oma yang ganteng-ganteng ini semangat sekali mau ke Korsel?" tanya Oma sambil tertawa geli.


"Kata Al... Dirumah Omanya ada kandang besar... Dan di dalamnya ada Harimau..." jawab Zou.


"Iya... Aku juga mau melihatnya..." lanjut Zie dengan penuh antusias.


Kei tertawa geli, "Kalau hanya ingin melihat harimau saja sih kita bisa pergi ke kebun binatang sayang... Tidak perlu jauh-jauh ke Seoul..."


"Beda Mommy... Kalau di rumah Oma Al, kita bisa memberi makan Harimaunya secara langsung..." sahut Zie.


"Dan lagi ongkel Joon-Tae pernah berjanji akan mengajak kami bermain ke Everland dan Lotte World..." lanjut Al.


"Baiklah... Liburan nanti kita ke Korsel...Ok?!" seru Hardhan membuat ketiga anak itu berteriak senang.


"Aku sudah selesai makan..." kata Zou sambil turun dari kursinya dan bergegas ke kamarnya.


"Aku juga..." lanjut Zie, di susul yang paling kecil di antara mereka Al, yang usianya terpaut delapan bulan dengan Zou dan Zie, "Aku juga..."


"Sepertinya Zou yang menjadi panutan Zie dan Al..." seru Alex sambil terkekeh pelan, di sambut gumaman setuju yang lainnya.


"Mama senang melihat cucu-cucu Mama tumbuh dengan sehat dan cerdas, oh iyaa dimana Zaa? Biasanya dia selalu mengekori Zou, Zie dan Al..."


Zaa memang biasanya selalu mengikuti kemanapun si kembar dan Al main. Sebenarnya Al merasa terusik dengan kehadiran Zaa, karena ia anak perempuan sendiri, tapi Zou dan Zie sangat menyayangi adik perempuannya itu, jadi mereka membiarkan Zaa selalu mengikuti mereka.

__ADS_1


Kei menyeringai lebar, "Kalau ada Aliana, Zaa lebih memilih main dengan Aliana... Mungkin sekarang sedang main play house di kamarnya..."


"Yah sayangnya Aliana jarang sekali main ke sini... Dia seperti Alex jarang mau berbaur dengan yang lain, terutama dengan orang baru..." sahut Sonya sambil menyenggol bahu Alex dengan bahunya.


"Untungnya Aliana tidak cerewet dan galak sepertimu my queen..." balas Alex sambil mencubit gemas hidung Sonya.


"Dan kau Sam... Kapan kau akan memberikanku menantu?" tanya Mama ke dokter Sam.


"Wah... Aku belum kepikiran untuk menikah Tan..." jawab Sam sambil nyegir.


"Usiamu sudah kepala empat sekarang, memangnya kau tidak ingin memiliki keturunan?" tanya mama lagi.


Sam mengangkat bahunya, "Aku tinggal sewa rahim kalau memang sudah saatnya aku memiliki anak suatu saat nanti..."


"Ya Tuhan..." pekik mama dan Sam hanya menyeringai lebar.


Jamuan makan malam selesai dan mama sudah kembali ke kamarnya. Sementara para pria kembali membahas masalah bisnis di ruang kerja Hardhan, Kei dan Sonya memilih menghabiskan waktu bersama dengan anak-anak mereka di ruang anak.


Zaa sedang asik main doll housenya, sementara Aliana sedang masak sesuatu di atas kompor mainan Zaa, sambil tersenyum lembut Sonya menghampiri putrinya itu.


"Masak sayur buat Zaa..." jawabnya sambil mengaduk-ngaduk sayuran mainannya.


"Eomma boleh coba?" tanya Sonya lagi dan Aliana mengangguk.


Kei tidak mau kalah, "Onty juga boleh coba yaa?"


"No Mommy... Ntar Zaa gak kebagian..." protes Zaa pada mommynya.


Kei mengangkat kedua tangannya tanda menyerah, "Ok... Baiklah... Mommy tidak jadi minta deh..."


Lalu terdengar suara tangisan Keanu dari dalam boxnya, susternya langsung menghampiri dan menggendongnya.


"Kenapa Keanu Sus? Pipis atau pup?" tanya Kei sambil menghampiri mereka.


"Sepertinya Keanu lapar Nona Kei..." jawab Susternya.


"Oohhh.... Kacian... Baby Keanu lapar? Iyaa?" Seru Kei ke Keanu yang masih terus menangis, kemudian memindahkan Keanu ke lengannya.

__ADS_1


Kei duduk di sofa panjang ruangan itu yang berada di samping jendela besar, jadi Kei bisa menyusui anak-anaknya sambil melihat taman belakang yang sudah di penuhi aneka macam bunga.


Sonya menghampiri Kei, lalu memegang tangan kecil Keanu, "Hai ganteng... Tangisanmu kencang sekali sih? Kamu benar-benar lapar yaa? Onty cubit Mommy yaa karena telat menyusuimu..." sapa Sonya, sudut bibir Keanu membentuk senyum sebentar sebelum akhirnya kembali mengisap lagi ****** Kei lagi.


"Kamu tidak mau tambah anak lagi Nyaa?" tanya Kei.


"Sebenarnya aku sudah tiga hari telat haid Kei... Tapi aku belum test pack... Nanti saja lah kalau sudah di atas seminggu, takutnya seperti bulan-bulan lalu, telat baru 2 hari ternyata negatif... Haidnya hanya telat datang saja..." jawan Sonya sambil terus menyusuri jarinya di lengan kecil Keanu.


"Memang haid kamu tidak teratur Nyaa?"


"Setelah melahirkan Al... Haidku jadi sering mundur... Tidak rutin lagi di tanggal yang sama..."


"Kamu sudah periksa ke dokter?" tanya Kei lagi.


Sonya mengangguk, "Sudah... Karena perubaha hormon saja katanya... Selebihnya tidak ada yang perlu di khawatirkan.


"Eomma... Onty... Ini makanannya sudah matang...." seru Aliana sambil memberikan piring plastik dengan sayuran plastik juga di atasnya.


"Terima kasih sayangku... Sini Eomma cium dulu..." sahut Sonya lalu menciumi pipi dan kening Aliana dengan gemas.


"Loh Onty dapat juga? Nanti Zaa bagaimana?" tanya Kei.


Aliana memberengut, "Zaa ke kamar Kak Zou..."


Kei menggelengkan kepalanya, "Zaa ini benar-benar yaaa... Ada Aliana tapi masih tetap mau main sama anak-anak cowok..."


Lalu Kei mengalihkan lagi perhagiannya ke Aliana, "Aliana kenapa tidak mau main sama kakak Zou, Kakak Zie dan Kakak Al seperti Zaa?"


"Aku kan cewek... Masa main sama anak cowok..." jawabnya sambil mengangkat bahunya, lalu kembali ke play housenya.


"Nah... Kamu lihat kan Kei... Itu makanya Aliana malas main ke sini... Karena ditinggal terus sama Zaa..." kata Sonya sambil tertawa lebar.


Sementara di ruang kerja Hardhan, Alex nampak menggeram dan menggemeretakkan giginya saat melihat chat masuk dari Monsieur Gerrard, dan itu tidak luput dari perhatian Hardhan.


"Ada apa Lex?" tanya Hardhan dengan nada khawatir. Hardhan sudah paham betul reaksi wajah Alex kalau ada sesuatu yang tidak beres.


"Karina sudah di bebaskan..." jawab Alex pelan.

__ADS_1


__ADS_2