Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Duo Pembuat Onar #1


__ADS_3

Kei yang cemberut, dan Sonya yang santuy



Hardhan mondar mandir dengan berbagai bayangan yang berkecamuk di dalam pikirannya, memikirkan keselamatan istrinya. Hardhan mengacak-ngacak rambutnya dan mengerang frustasi "Aarrgghhh... Wanita ini benar-benar membuatku gila!!"


Sementara Kei, wanita yang sudah membuat Hardhan setengah gila itu, sedang berteriak sekencang-kencangnya bersama Sonya, di wahana Rock 'n' Roller Coaster Starring Aerosmith yang super ngebut, dengan kecepatan 105km/jam.


"Ooweennn baaangs**t!!!" teriak Sonya.


"Haardhaaan siaalaaannn!!!" lanjut Kei.


"Ooweeenn baaajiing***nnn!!"


"Hardhaaann breeengseekkk!!"


"Oweenn Kepaaara**aattt!!"


"Hardaaaann giilaaaa!!!"


"Oweeenn Jeleeek, kuraaappp, biintiiitt!!!"


"Kariinaaa jaablaaayyyy!!"


"Oweeennn beejaaaadddd!!"


"Raksaasaaa meesuuuuummm!!!"


"Jailaangkuung maaaahoooo!!!"


"Apaaa?"


Mereka terus teriak saling sahut-sahutan, mengeluarkan segala keluh kesah mereka di wahana yang memacu adrenalin itu. Sampai suara mereka serak dan kehabisan kata-kata.


Mereka turun dari wahana itu sambil tertawa puas., "Gila puas banget aku...." seru Sonya dengan nafas yang tersengal.


"Untungnya wahana itu gelap, jadi kita bebas teriak tanpa jadi bahan perhatian yang lain..." kata Kei dengan suara yang serak.


"Mau naik apa lagi kita?" tanya Sonya.


"Cari minum dulu deh, kering tenggorokanku."


"Nih minuman gue masih ada, habisin saja."


Kei langsung mengambil botol minum dari Sonya, lalu menegaknya sampai habis.


"Kenapa Alex maho?" tanya Kei.


Sonya mengangkat bahunya, "Dingin begitu, jangan-jangan dia naksir sama boss lagi...."


Kei menyenggol pundak Sonya dengan pundaknya "Apaan sih..." membuat Sonya tertawa lebar.


"Naik itu yuk...." ajak Sonya, menunjuk ke arah RC Racer.

__ADS_1


"Kalau di dufan wahana ini setipe sama kora-kora yaa...."


"Beda juga sih... Dari segi bentuk dan kecepatan, kuy laahh..." Sonya menarik tangan Kei dan ikut kebarisan antrian.


Setelah wahana RC Racer itu bergerak maju mundur dengan kecepatan tinggi, mereka kembali berteriak meski tidak seheboh tadi. Karena wahana ini ada di luar ruangan, dan banyak mata yang melihat.


"Lebih seru naik Rock 'n' Roller Coaster tadi yaa..." kata Sonya.


"Enak gelap-gelapan... Bisa teriak sepuasnya."


"Kita tidak akan bisa mengelilingi tempat ini seharian, bahkan dua hari juga tidak akan cukup." gerutu Sonya.


"Aku cuma mau teriak-teriak di sini. Sekarang aku sudah merasa puas... Cari tempat lain lagi yuk."


"Mau makan dulu gak?"


"Hmmm boleh... Boleh... Sekalian ngadem, panas banget...."


"Iya, mukamu sudah merah gitu Kei, kaya udang rebus." ledek Sonya.


"Kamu juga..."


Mereka memasuki salah satu restaurant yang berada di dalam wahana bermain Disneyland ini. Restaurant yang di dekorasi dengan sangat unik.


"Gila Kei..., itu piring sebesar tembok..." gumam Sonya.


Kei tertawa lebar "Kita jadi mirip kurcaci masuk kesini...."


"Iya... Iya... Betulll... Sendoknya dong, tinggian sendok sama lo Kei...."


Mereka duduk di bagian tengah, dengan piring-piring raksasa yang membatasi bangku mereka dengan bangku depan dan belakangnya.


"Bahkan tinggian piring itu sama Hardhan...." gumam Kei, membuat tawa Sonya pecah


**********


Hari sudah menjelang malam ketika mereka kembali ke pusat kota Paris, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh, tapi matahari masih bersinar dengan terang.


"Mau balik ke penthouse atau kemana lagi nih?" tanya Kei.


Sonya masih terlihat muram.


"Kenapa?" tanya Kei lagi.


"Ke pub yuk..." ajak Sonya.


"Kamu masih mikirin Owen yaa?"


Sonya mengangguk.


"Yasudah aku temani, tapi aku tidak minum yaa... Salah satu dari kita harus tetap sadar...." kata Kei.


"Terima kasih sayang...." seru Sonya lalu mencium pipi Kei.

__ADS_1


Mereka mencari pub terdekat dan memasukinya, mereka memilih kursi bar yang langsung berhadapan dengan bartender. Sonya langsung memesan red wine dan Kei hanya berani memesan cocktail.


"Kenapa Owen bisa setega itu sama gue ya Kei?" tanya Sonya setelah meneguk habis red winenya.


"Pelan-pelan minumnya Nyaa, nanti kamu mabuk."


"Aku memang ingin mabuk saat ini, buat ngelupain dia...."


"Nyaa... Tadi kan kita sudah bersenang-senang, sudah meneriakkan semua keluh-kesah kita, apa itu belum cukup?" tanya Kei lembut.


Sonya kembali minum, entah sudah gelas ke berapa Kei tidak menghitungnya. Dan suara Sonya sudah mulai tidak jelas, ia sudah mulai mabuk.


Sonya menepuk-nepuk pipi Kei, "Kamu ingat Kei waktu di pulau X... Kamu berniat selingkuh dengan pria pertama yang lo suka di sana? Sekarang gue juga akan seperti itu!"


Sonya lalu melebarkan tangannya "Siapa? Siapa yang mau sama aku?" tanyanya ke segala arah, menarik perhatian pengunjung pub lainnya.


"Nyaa... Dudah cukup!" Kei menahan gelas Sonya.


Semakin lama pengunjung pub semakin ramai.


Tiba-tiba seorang pria mendekati Sonya, lalu duduk di sebelahnya, kemudian berbicara dengan Sonya dalam bahasa Perancis.


"In english please...." seru Sonya ke pria itu.


Tapi sepertinya pria itu tidak bisa berbahasa inggris, dia terus mengoceh dalam bahasa Perancis. Melihat kondisi yang sudah mulai tidak terkendali, dengan Sonya yang sudah mabuk, Kei merasa tidak aman. Dan sudah ada satu pria lagi yang duduk di sebelah Kei, teman pria di sebelah Sonya itu.


Dengan tangan gemetar, Kei menekan tombol darurat di jam tangannya, berharap Hardhan tidak marah dengannya dan mau menjemput Kei dan Sonya.


Pria di sebelah Kei dan Sonya terus saja saling melempar candaan di antara mereka, sepertinya sedang membahas Kei dan Sonya. Kei hanya harus mengulur waktu sampai Hardhan menemukannya.


"Sonya... Apa yang kamu minum?" tanya Kei, ketika melihat gelas kosong di tangan Sonya.


"Pria tampan ini mentraktir kita minum, lo juga harus minum Kei..." bujuk Sonya.


Pria itu langsung merangkul pundak Sonya,


"Hei... Get your hand off her!" hardik Kei sambil menepis tangan pria itu dari Sonya.


Pria di sebelah Kei memegang dagu Kei, mengarahkan wajah Kei ke arahnya, "Mon petit chou." kata pria itu lalu berusaha mencium Kei, tangan Kei menahan wajah pria itu, bau minuman keras tercium dari mulut pria itu, membuat Kei mual.


"Get away from me!!!" Kei berusaha mendorong pria itu. "Sonya... Sonya tolong...." teriak Kei lalu menegok ke arah Sonya, tapi Sonya sedang asik cekikikan dengan pria di sebelahnya, padahal Sonya tidak mengerti apa yang dikatakan pria itu.


Pria di sebelah Kei berusaha mencekoki Kei dengan minumannya, Kei berusaha keras menolaknya meski ada sedikit minuman itu yang masuk ke mulutnya, Kei kalah tenaga dengan pria itu.


Tuhan... Apa ini akhir dari hidupku dan Sonya?


Hardhaann.... Tolong... Kenapa lama sekali.


Isak Kei dalam hati.


Kei merasakan ketakutan yang luar biasa, membuat badannya gemetar, dan kepalanya terasa pusing.


Tepat saat Kei kehilangan harapan, seseorang meninju wajah pria di sebelah Kei, dan juga pria di sebelah Sonya. Disusul dengan keributan di belakangnya. Kei sudah tidak bisa fokus lagi karena pandangannya sudah mulai kabur.

__ADS_1


"Kei... Sayangku... Kau tidak apa-apa?" tanya Hardhan cemas, membuat Kei semakin merasa bersalah.


Wajah Hardhan terlihat samar, "Hardhaaann...." Kei mengelus pipi Hardhan, lalu tangannya terkulai lemas, bersamaan dengan Kei yang kehilangan kesadarannya.


__ADS_2