
"Kei..." sapa seseorang di belakangnya, ia mengenal suara itu, badan Hardhan yang sedang dalam pelukannya tiba-tiba menjadi kaku, dan langsung memeluk Kei lebih erat lagi. Kei tahu siapa yang akan ia temukan ketika ia balik badan nanti.
Kei menghela nafas panjang, sambil menenangkan dirinya sendiri, dan ketika Kei balik badan, sesuai dugaannya, ia melihat Galang, Inge dan mantan mertuanya...
“Hai Lang...” sapa Kei mencoba untuk tersenyum, dari sudut matanya ia melihat Alex dan beberapa anak buahnya menghampiri mereka, dan Sonya berdiri di sisi Kei satunya lagi, membuat Kei sedikit lebih tenang.
Galang menatap penuh wajah Kei, lalu beralih ke perut Kei yang membuncit, lama dia menatap perut Kei sebelum kembali menatap wajahnya lagi.
“Kau sedang hamil Kei?” tanya Galang dengan nada tidak percaya, dan Kei mengangguk.
Hardhan merangkul pinggang Kei, menariknya lebih merapat lagi ke badannya sambil memberikan tatapan membunuh ke arah Galang dan keluarganya.
“Kei sedang mengandung anak saya... Anak kembar saya! Dan mau apa kalian kemari? Mau mengganggu istri saya lagi? Apa saya harus menjalankan peringatan keras yang sudah pernah saya ultimatumkan pada kalian?” gertak Hardhan, tatapan membunuhnya beralih dari Galang ke mamanya dan Inge, yang sedang melihat Kei dengan tatapan identik, tatapan orang yang sedang shock.
“Kalian mau menghina istri saya mandul lagi?!” tanyanya dengan suara dingin dan tajam, membuat mamanya Galang dan Inge beringsut takut ke belakang Galang.
“Dhan kami ke sini untuk membeli perlengkapan anak kami, jadi hanya kebetulan saja bertemu kau dan Kei.” jawab Galang, matanya kembali di arahkan ke Kei, dengan raut wajah yang berubah-ubah. Entah apa yang sedang berkecamuk di dalam pikirannya saat ini.
“Jaga matamu dari istri saya!! Kau mau mati ya?!!” geram Hardhan. Ia sudah mendengar percakapan terakhir Galang dengan Kei saat di ruang kerjanya, Galang tidak akan menyerah untuk mendapatkan Kei kembali.
Apa sampai saat ini Galang masih ingin terus mengejar Kei, aku akan hancurkan dia sehancur-hancurnya kalau sampai berani mendekati Kei lagi!! batin Hardhan dalam hati.
Kei baru menyadari Inge sedang memegang stroller dengan anak laki-laki mereka yang sedang tertidur di sana.
“Sayang... Pelankan suaramu... Ada bayi yang sedang tertidur.” bisik Kei.
"Maaf Dhan... Aku hanya pangling saja melihat Kei hamil... Kau terlihat lebih cantik Kei...." puji Galang, Hardhan bersiap menghajar Galang tapi Kei menahannya.
"Mungkin maksudmu aku terlihat lebih bahagia... Terima kasih, itu semua berkat suamiku yang selalu memanjakanku..." balas Kei sambil mengisyaratkan matanya ke Galang, kamu cari mati yaa muji aku di depan Hardhan?
"Oh iya... Maksudku seperti itu, kau terlihat bahagia..." ralat Galang, dan itu tulus dari dalam hatinya, karena saat ini Kei terlihat benar-benar berbeda.
__ADS_1
Dan ada rasa yang menusuk di dalam dadanya ketika pertama kali ia melihat perut Kei yang membuncit, rasa penyesalan yang teramat sangat, karena ternyata Kei tidak mandul, seandainya saja Galang bersabar lebih lama lagi, mungkin saat ini anaknya lah yang sedang di kandung Kei, alih-alih anak Hardhan.
Mendapati kenyataan yang menyakitkan itu, membuat suasana hati Galang menjadi tak menentu, ingin rasanya ia berteriak pada takdir, yang tidak mengizinkan Kei hamil anaknya dulu, saat mereka masih menjadi sepasang suami istri.
Dan ia juga ingin mengutuki mamanya yang selalu meracuni pikirannya tentang kemandulan Kei. Mamanya yang sekarang terlihat malu menatap mata Kei, wanita yang selalu ia hina dengan kata-kata yang menyakitkan.
Dan kenapa dengan Hardhan Kei bisa secepat itu hamil? Kenyataan itu lah yang membuat hati Galang semakin bertambah sakit, dan tidak bisa menerima kenyataan yang ada di depan matanya ini dengan baik.
Membuat Galang merutuki dirinya sendiri, untuk kebodohannya yang sudah melepas wanita yang teramat sangat ia cintai itu. Dan sekarang, ia sudah tidak bisa lagi meraihnya, Kei sudah semakin menjauh dari jangkauannya. Meski sekarang ia sedang berusaha mencintai Inge, tapi sepertinya proses itu hanya berjalan di tempat, tidak ada kemajuan sama sekali.
“Boss kami sudah selesai...” seru salah satu anak buah Hardhan, mereka sudah merapat ke arahnya dengan kantong-kantong belanjaan yang memenuhi tangan-tangan mereka.
"Sayang... Sebaiknya kita sudahi dulu belanja keperluan bayi kita hari ini... Ada yang sudah mengacaukan kesenangan kita..." kata Hardhan lembut.
"Tapi kita belum memilih stroller sayang..." rengek Kei dengan suara manja.
Sambil menatap Kei lembut, Hardhan memegang kedua pundaknya, "Itu tidak perlu sayang... Aku akan mendatangkan designernya langsung yang akan mendesain stroller khusus untuk anak kita..." ujar Hardhan lalu mencium kening Kei, dan menangkup wajahnya,
"Lain kali kau harus menurutiku, biarkan aku memanggil designer ternama itu untuk mendesain baju anak-anak kita... Aku tidak mau melihat orang lain memakai baju yang sama dengan yang anak kita pakai..." cetus Hardhan dan Kei mengangguk setuju.
"Tunggu... Ada yang ingin aku bicarakan... Maksudku ada yang ingin Inge bicarakan padamu Kei." Galang menghentikan langkah mereka.
"Mau bicara apa lagi Lang? Sudah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan..." tolak Kei tegas.
"Sudah lama Inge ingin bicara denganmu Kei."
Kei mengkerutkan keningnya, kemudian menatap Inge, "Apa yang ingin kamu bicarakan Nge? Mau menghinaku lagi? Memintaku menjauhi Galang lagi?" cecar Kei, Inge menggeleng keras.
"Bukan... Bukan itu Kei..." ralatnya.
"Lalu apa?" tanya Kei, kemudian mengalihkan tatapannya ke mantan mertuanya,
__ADS_1
"Kalau kalian ingin minta maaf, kalian tenang saja, saya sudah memaafkan kalian. Sekarang saya dan suami saya permisi dulu..."
Kei melingkarkan lengannya di siku Hardhan, "Ayo kembali ke kafe sayang..."
"Kei... Tolong kasih kesempatan Inge bicara..." Galang masih mencoba menghentikan Kei.
"Bacot lo! Bilang aja lo yang mau ngomong sama Kei!! Mati aja lo sana...!!" hardik Sonya sebelum lari menyusul Kei dan Hardhan.
"Sial kau Sonya!! Kau saja yang pergi ke neraka sana!!" teriak Galang kesal, ia tidak melihat Alex yang dengan tatapan memburu sedang mendekatinya.
Dan tanpa basa-basi lagi Alex mencengkram leher Galang, "Jaga bicaramu dengan istri saya! Dan ini peringatan terakhir!! Sekali lagi kalian mengganggu nona Kei, tidak seperti boss, saya tidak akan berbelas kasihan pada kalian!!" ancam Alex lalu mendorongnya hingga jatuh terjengkang sebelum jalan santai menuju kafe.
Kenapa Sonya mau saja menikah dengan iblis sialan itu?! tanya Galang dalam hati.
Dengan segera Galang langsung berdiri, dan menghampiri mamanya, "Kau lihat mama? Kau bisa lihat kan dengan mata kepalamu sendiri Kei tidak mandul?!! Tidak seperti yang selalu mama katakan itu!! Ternyata aku salah... Aku salah karena sudah terlalu percaya dengan perkataan mama!! Kalau saja aku tidak mendengarkan keluhan mama... Saat ini Kei pasti sedang mengandung anakku!!! Bukan anak Hardhan!!!" teriak Galang penuh emosi dan tamparan keras mamanya mendarat di pipinya.
Galang melihat marah ke mamanya, lalu ke Inge yang sedang nangis sesengukan, dan anaknya yang juga menangis karena terbangun kaget mendengar teriakan Galang tadi, dan kembali lagi ia menatap mamanya.
"Kau menamparku mama? Apa kau juga merasa bersalah karena selalu menyudutkan Kei? Karena ketidak sabaranmu ingin menimang cucu hingga aku harus melepaskan wanita yang aku cintai itu?!! Aku kecewa denganmu mama... Aku sungguh kecewa. Mama ingin cucu kan? Silahkan mama tinggal dengan cucu dan menantu mama itu, aku tidak akan tinggal dengan kalian lagi. Melihat kalian hanya akan mengingatkanku kepada kebodohanku sendiri!!" seru Galang lalu bergegas pergi meninggalkan mamanya, Inge dan putranya.
"Galang...."
"Maas...." teriak mamanya dan Inge bersamaan, tapi tidak sekalipun Galang berbalik melihat mereka.
Dengarkan orang lain, karena kita tidak selalu benar, Tapi jangan percaya semua hal karena mereka pun tidak selalu benar.
Dear Readers....
Maaf malming ini tidak ada crazy up yaa...🙏
Untuk yang bertanya tentang kisah Alex dan Sonya, novelnya sudah di rilis... judulnya Mengejar Cinta Alex.
__ADS_1
Sampulnya seperti gambar di bawah ini....👇👇