
"Kkkkauu mmmaaasiiih Hhiduuup Dddhan..." Galang tergagap saat melihat Hardhan dan Alex memasuki ruang tahanannya dengan wajah yang siap membunuh.
Tanpa basa-basi lagi Hardhan langsung mendaratkan pukulannya ke ulu hati Galang, dan Galang langsung merintih kesakitan.
"Berani-beraninya kau menyentuh istriku!!!" raung Hardhan dengan suara yang menggelegar, kemudian mengarahkan lagi pukulan demi pukulan ke Galang sambil mengeluarkan kata umpatan yang mampu membuat kuping siapapun yang mendengarnya langsung memerah.
"Dan kau sudah menghilangkan nyawa orang yang tidak bersalah bangs*t!!" teriak Hardhan lagi dan kembali akan mendaratkan tendangannya ke Galang yang sudah tidak sadarkan diri, tapi Alex menahannya.
"Cukup Dhan... Jangan biarkan dia mati semudah itu..."
"Dia... Dia membuat Keiku ketakutan sampai berniat menggigit lidahnya sampai mati!! Dan dia sudah menghilangkan nyawa dua pengawal, pilot dan awak kabin kita Lex!!! Mati saja tidak akan cukup untuknya!!" geram Hardhan.
"Iya aku tahu Dhan... Kau harus sabar kalau ingin tetap menjalankan rencana kita..." ujar Alex berusaha menenangkan Hardhan.
"Dino....Siram dia dengan air sampai bangun!!" perintah Hardhan.
"Baik boss..." balas Dino.
Tidak lama kemudian Dino datang dengan seember air, di belakangnya anak buahnya mengekor dengan ember di masing-masing tangannya.
Pada siraman pertama Galang belum sadarkan diri juga, baru pada siraman kedua Galang terbangun dan langsung megap-megap karena banyaknya air yang masuk ke lubang hidungnya.
"Dudukkan dia!!" perintah Hardhan lagi, dan Dino langsung mendudukkan Galang di kursi kayu.
Dengan nafas memburu, Hardhan kembali mendekati Galang, dan langsung mencekik lehernya.
"Katakan!! Siapa lagi yang bekerjasama denganmu?!!!" desis Hardhan.
"Mmmmaarcuuusss... Dddaann mmmonsieuur Dddamien..." jawab Galang dengan terbata-bata.
Hardhan semakin mengencangkan cekikannya, "Jangan pikir aku sebodoh itu... Siapa lagi selain mereka??!!" tanya Hardhan dengan suara dingin.
__ADS_1
"Mmmonsieur Paul..." jawab Galang sambil terus berusaha melepas tangan Hardhan dari lehernya, dan Galang langsung bernafas dengan tersengal saat Hardhan melepas cekikannya kemudian balik badan ke Alex.
"Paul?" tanyanya dengan kening berkerut.
"Monsieur Paul... Kalah tender proyek baru di Paris dengan kita Dhan... Dua kali kita pecundangi dia..." jawab Alex.
"Ah... Yayaya aku ingat sekarang... Segera akuisisi perusahaannya dan sita semua aset-asetnya!" perintah Hardhan dan Alex mengangguk.
"Aku sudah mempailitkan perusahan Damien... Dia sudah tidak memiliki apa-apa lagi sekarang... Dan dari rekaman video itu sudah menjadi barang bukti yang kuat untuk memenjarakannya seumur hidup..." jelas Alex.
"Bagus..." seru Hardhan sambil menepuk-nepuk pundak Alex.
"Dino... Kamu tahu kan apa yang akan kamu lakukan pada Galang dan Karina? Pastikan jangan meninggalkan jejak... Biarkan mereka semua mati pelan-pelan di sana!! Kirim videonya padaku setiap hari!" perintah Hardhan ke Dino.
"Saya mengerti boss..." jawab Dino lalu membawa Galang keluar dari kamar itu.
Hardhan kembali menghadap Alex, dan meletakkan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri pundak Alex.
"Terima kasih Lex... Kamu sudah berkorban banyak untuk ini..." gumam Hardhan.
Hardhan tertawa hambar, "Kau tidak mau cerita padaku... Iya kan?" tanya Hardhan.
"Cerita apa? Semua sudah aku ceritakan padamu Dhan..." jawab Alex bingung.
"Aku mendengarnya saat kau bilang ke Sonya Alson membayar kesalahan buyutmu itu..."
"Itu berarti kau tidak tidur saat itu?" tebak Alex dan Hardhan mengangguk.
"Tidak... Aku tidak bisa tidur tenang sebelum membalas semua perbuatan mereka. Sekarang katakan... Apa kau menyetujui ide gila itu?" tanya Hardhan lagi.
"Itu satu-satunya syarat dari Om Cakra untuk bersedia membantu kita Dhan... Aku tidak punya pilihan lain lagi... Atau semuanya akan terlambat... Aku tidak bisa bersikap egois dan keras kepala lagi..." jawab Alex sambil mendesah nafas panjang, lalu menatap penuh mata Hardhan.
__ADS_1
"Omong-omong darimana kau tahu keluarga Sethku itu memiki agency bodyguard yang lumayan besar itu?" tanya Alex.
"Tidak sepertimu Lex... Aku penasaran dengan mereka yang nampaknya tidak terintimidasi padaku... Jadi aku langsung menyuruh Dino untuk menyelidikinya..." jawab Hardhan sambil terkekeh pelan.
"Seandainya dulu kau tidak terlalu keras kepala untuk menggunakan nama Amartya Seth di belakang nama Alson... Kau tidak akan mengorbankan anakmu seperti ini untuk meminta bantuan Cakra... Karena nama Seth sudah membuatnya terlindungi secara otomatis..." lanjut Hardhan.
"Tidak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi Dhan... Yang omong-omong aku tidak pernah menyesal karena menolak nama Amartya Seth untuk Alson... Aku tidak mau terikat dengan keluarga itu... Meskipun mereka beralasan susah mencariku karena aku mengganti nama belakangku... Tapi tetap saja... Aku merasa mereka sudah membuangku yang untungnya aku bertemu denganmu... Itulah hal terbaik dalam hidupku..." tegas Alex lalu menyeringai lebar.
"Tentu saja bertemu dengan Sonya adalah hal yang jauh lebih terbaik lagi dalam hidupku..."
Hardhan kembali menepuk pundak Alex, "Kalau kau mau memutuskan perjodohan itu dan mereka menolaknya... Jangan sungkan-sungkan untuk meminta bantuanku Lex... Bagaimanapun juga kau sudah berkorban demi menyelamatkan Kei dan anak-anakku..."
"Yah semoga saja Alson menyukai gadis itu... Dan tidak keburu jatuh cinta pada wanita lain."
"Kalau begitu, Kau harus secepatnya mempertemukan mereka Lex... Apa kau tidak mau melihat penampilan calon menantumu itu? Bagaimana kalau ternyata dia buruk rupa?" goda Hardhan membuat Alex terkekeh pelan.
"Om Cakra sudah mengirim foto cucu sahabatnya itu... Anak itu terlihat begitu manis... Sonya pun langsung menyukainya saat aku perlihatkan fotonya... Anak itu seumuran Zaa Dhan..."
"Hmmm... Aku sarankan sedini mungkin kau memberitahu Al tentang perjodohan ini... Supaya dia bisa menjaga hatinya untuk tidak jatuh cinta pada wanita lain... Itu untuk kebaikan Al juga..." saran Hardhan.
"Ya aku akan mencari waktu yang tepat untuk memberitahunya... Sekarang Alson masih terlalu kecil untuk mengerti perjodohan ini... Mungkin dua tahun lagi aku akan memberitahu Al Dhan..." sahut Alex.
"Padahal aku berniat menjodohkan Al dengan Zaa... Tapi Al sudah terlebih dahulu di ambil mantu oleh keluarga lain... Aku terlalu khawatir menyerahkan Zaa pada keluarga lain nantinya Lex..." kata Hardhan sambil tergelak.
"Aku juga memiliki kekhawatiran yang sama denganmu Dhan... Berat rasanya kalau suatu saat nanti aku harus menyerahkan Aliana pada keluarga lain... Bagaimana kalau kau melamar Aliana untuk Zou?" saran Alex sambil menyeringai lebar dan tawa Hardhan langsung pecah.
"Itu ide bagus Lex... Aku akan bicarakan ini dengan Kei... Sudah pasti dia tidak akan menolaknya... Kau tahu... Sebelumnya Sonya dan Kei juga sudah berniat akan menjodohkan anak-anak kita... Yaa walaupun itu baru hanya wacana mereka saja... Tapi sepertinya itu bukan ide yang buruk..."
Alex mengangguk, "Yaa kau benar... Itu bukan sebuah ide yang buruk..."
Dear Readers...
__ADS_1
Hari ini tidak ada crazy up yaa...🙏
Happy Reading and have a nice day...😊