Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Kilas Balik Galang #1


__ADS_3

"Bro... Kau tahu siapa wanita cantik yang duduk di sana itu?" tanya Galang pada Hery.


"Yang mana?" Hery balik nanya sambil matanya mencari sosok wanita yang dimaksud Galang.


"yang duduk di bawah pohon."


"Eh cumi asin, banyak pohon disini, yang mana tepatnya?"


"Waah matamu sudah putus kayanya nih... Ganti baru sana! Masa cewek secantik itu gak kelihatan."


"Kau kira mataku bohlam putus ganti... Yang mana sih?! Oohhh dia Keilani...."


"Kamu kenal? Dari fakultas mana?"


"Fakultas teknik, jurusan tata boga... Dia memang cantik sih... Tapi dingin macam es kutub brrr." Hery pura-pura gemetar kedinginan.


"Hahaha jangan-jangan kau pernah di tolak ya?"


"Boro-boro ditolak, deketin dia saja tidak bisa."


"Caramu kampungan sih... Hahaha" ledek Galang.


"Bukan aku doang bro, kamu tahu Ryo kan? Playboy satu itu saja tidak berhasil deketen dia... Malah kena bogeman mentah dari temannya yang galak itu... Siapa namanya... Ah iya Sonya."


"Kok bisa?"


"Ryo narik paksa Keilani ke sudut kantin, terus dia maki-maki tuh cewek, kayanya karena cintanya di tolak deh. Nah temannya tidak terima, dia tarik kemeja Ryo trus langsung ninju hidung Ryo sampai berdarah. Kejadiannya heboh waktu itu... Masa kau tidak tahu sih?"


Galang mengangkat bahunya

__ADS_1


"Mana peduli aku sama begituan."


"Intinya nih yaa... Selain Keilaninya yang dingin, temannya juga galak, jadi tidak ada yang berani dekatin mereka lagi."


"Beda kalau aku yang dekatin bro..." kata Galang dengan percaya diri


Sampai saat itu belum ada satupun wanita yang mampu menolaknya. Galang bisa di bilang idola kampus, selain memiliki wajah yang ganteng ia juga anak dari salah satu pengusaha ternama, yang sudah pasti menjadi magnet untuk para wanita untuk berhasil mendekatinya dan menjadikan Galang pacarnya.


Tapi sepertinya wanita itu berbeda dengan yang lain, Hery salah, wanita itu bukan dingin, tapi wanita itu sedang membentengi dirinya sendiri dari para pria. Mungkin wanita itu punya trauma di masa lalunya hingga membuatnya seperti itu.


Sudah beberapa hari ini wanita itu menjadi pusat perhatian Galang. Dia jalan seperti tidak ada orang lain di sekitarnya, selalu asik dengan pikirannya sendiri. Dan kalau ada salah satu teman prianya duduk di sebelahnya atau hanya sekedar menyapanya, langsung terlihat raut kepanikan di wajah wanita itu, punggungnya berubah kaku, dan mukanya sepucat mayat.


Di kampus ini Galang mengambil jurusan manajemen, tapi ia juga mengambil jurusan psikologi di kampus lain saat week end, itu bagus menurut papanya mengetahui berbagai macam karakter manusia. Dan Galang tau wanita satu ini, sudah jelas trauma dengan pria. Dan kalau Galang ingin memiliki wanita itu, dia harus melakukan pendekatan dengan cara yang berbeda.


Dan perlahan tapi pasti, Galang berhasil mendapatkan kepercayaan Kei, berhasil membuat Kei merasa nyaman saat bersamanya dan membuka diri untuk Galang, walaupun butuh waktu lebih dari setahun untuk menjadikan Kei sebagai kekasihnya.


Melihat Kei berteman dengan pria lain, dan tersenyum pada mereka, membuat Galang terbakar api cemburu. Maka dari itu Galang langsung melamar Kei begitu mereka lulus kuliah, dan menikahinya beberapa bulan setelahnya. Galang ingin menikmati Kei hanya untuk dirinya sendiri, makanya Galang melarang Kei bekerja, ia tidak rela kalau pria lain juga mengagumi kecantikan istrinya itu.


Galang tidak pernah bertanya pada Kei apa yang menyebabkannya trauma, Galang ingin Kei yang menceritakannya sendiri, kalau Kei sudah seratus persen percaya pada Galang, ia pasti akan cerita.


Dan penyebab traumanya terbongkar pada malam pertama mereka, setelah melakukan hubungan suami istri, ketika Galang mengetahui Kei sudah tidak perawan lagi, Kei menangis sampai sesengukan, menceritakan bagaimana ia bisa kehilangan keperawanannya.


Berkali-kali Kei meminta maaf pada Galang, beralasan tidak memberitahunya sejak awal sebelum mereka menikah karena takut Galang akan meninggalkannya. Justru alasannya itu lah yang membuat Galang emosi.


Apa Kei punya pikiran serendah itu tentang Galang, hingga menganggap Galang lebih menghargai Keperawanannya daripada cintanya pada Kei. Galang tidak peduli Kei perawan atau bukan, bahkan dia janda sekalipun Galang akan tetap menikahinya. Karena cintanya pada Kei melebihi cintanya pada apapun.


Kecewa sudah pasti, tapi itu tidak membuatnya sampai teriak-teriak memaki Kei, atau melakukan kekerasan fisik padanya. Galang hanya bisa merengkuh Kei ke dalam pelukannya, membiarkan istrinya menangis sepuasnya, mengeluarkan seluruh emosi dan sakit hatinya kepada siapapun pria yang sudah memperkosanya.


Galang terus menenangkannya, dan membisikkan semua akan baik-baik saja, dan Galang tidak peduli Kei perawan atau bukan. Sampai Kei mulai tenang, dan jatuh tertidur.

__ADS_1


Ada perasaan bar-bar dalam diri Galang saat itu, untuk mencari dan membunuh dengan tangannya sendiri pria yang sudah menodai Kei. Keesokan harinya Galang meminta salah satu orang kepercayaannya untuk menyelidiki kasus Kei. Tapi ternyata kejahatan itu tidak meninggalkan jejak sedikitpun.


Setahun pernikahan mereka berjalan dengan damai, tenteram dan penuh kasih sayang. Galang memang sesekali menyalurkan gairahnya ke wanita lain, itu karena dia memiliki gairah yang berlebihan. Dan ia tidak mau menyakiti Kei dengan memaksakan sesuatu yang menjadi penyebab traumanya.


Kei selalu tegang, dan memejamkan matanya ketika mereka sedang bercinta. Galang merasa seperti bercinta dengan sebatang kayu, saking kakunya badan Kei. Kei tidak pernah bisa menikmatinya, atau merespon sentuhannya, dan Galang merasa egois kalau hanya dia sendiri yang bisa menikmatinya. Maka dari itu tanpa sepengetahuan Kei, Galang mencari kepuasan diluar.


Masalah pertama datang ketika Galang tidak bisa menolak rayuan Inge, sekretarisnya. Hampir di waktu senggangnya mereka berdua selalu melakukan hubungan intim di ruang kerja Galang.


"Saya hamil." aku Inge suatu hari, membuat Galang kaget dan langsung berdiri dari kursinya.


"Bagaimana bisa? Saya selalu memintamu meminum pil KB!!"


Inge menyerahkan surat keterangan dokter beserta hasil test pack yang positif


"Saya tidak tau kenapa bisa kebobolan, tapi yang pasti sekarang ini saya sedang hamil, anakmu."


Galang mengacak rambutnya, menggeprak meja, menjatuhkan semua isi di atas mejanya hingga membuat suara gaduh ketika barang-barang itu bersentuhan dengan lantai, meluapkan emosinya ke apapun di dekatnya termasuk menghampiri dan mencekik leher Inge


"Bodoh kamu!!! Sial!! Pergi sana!!" Galang mendorong Inge sampai jatuh ke lantai


Sambil memegang lehernya yang sakit, Inge menatap tajam Galang.


"Kamu harus tanggung jawab!" teriaknya


"Apa kamu yakin itu anak saya?! Apa itu bukan jebakkan?! Mengingat kamu bukan lagi perawan ketika saya memakaimu!!"


Dengan marah Inge langsung berdiri dan menampar Galang sekencang mungkin, membuat cetakan tangannya di pipi Galang.


"Dasar berengsek!! Ini benar anak kamu!! Kalau kamu tidak mau bertanggung jawab, saya akan bongkar semuanya ke Kei!!" ancam Inge.

__ADS_1


__ADS_2