Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
S2 - Prolog


__ADS_3

"Selamat untuk kebebasanmu Rin!" seru Galang pada Karina yang sudah di bebaskan dari tahanan perhari ini.


Sambil memejamkan mata dan merentangkan kedua tangannya, Karina menghirup udara bebas sedalam-dalamnya, setelah tujuh tahun lebih mendekam di balik jeruji besi, belum lagi siksaan demi siksaan baik lahir maupun batin yang ia dapatkan dari tahanan lainnya, membuatnya menjadi wanita yang baru, wanita yang kuat dan tidak mudah di tindas lagi.


Ia tahu Hardhan dan Alex lah yang berada di balik semua penderitaannya, termasuk kebangkrutan keluarganya secara tiba-tiba, yang membuat kedua orang tuanya menjadi frustasi, dan pada akhirnya mengakhiri hidup mereka sendiri.


Seiring kesedihan karena masalah keluarga dan juga penderitaannya selama di tahanan, membuat perasaan Karina pada Hardhan berubah menjadi benci. Tekadnya untuk balas dendam lah yang membuat Karina mampu menahan semua penderitaan itu, dendamlah yang memicunya untuk tetap hidup.


"Aku bertahan Lang... Aku tahu mereka ingin membuatku frustasi dan bunuh diri seperti halnya kedua orang tuaku... Mereka salah kalau menganggapku selemah itu... Dan ingatkan aku untuk membalas Ryo juga... Dia sudah mengkhianatiku!!!" tegas Karina dengan nada kejam.


Sementara Hardhan dan Alex yang belum mengetahui kebebasan Karina yang ingin membuat perhitungan kepada mereka, sedang berbincang-bincang bersama Sam tentang investasi di ruang kerja Hardhan sebelum jamuan makan malam di mulai.


Ruangan kerja Hardhan cukup luas dan di hiasi deretan jendela dengan kaca warna-warni, sehingga membiaskan cahaya matahari yang masuk seperti pelangi ke lantai.


Hari ini adalah ulang tahun mama yang ke enam puluh lima tahun, dan mama meminta anak dan cucu-cucunya berkumpul untuk makan malam bersama.


Terutama Mama meminta Alex untuk mengosongkan waktunya sejak jauh-jauh hari, karena Alex sering sibuk bolak-balik Jakarta-Seoul-Jakarta untuk membantu mengurus perusahaan Omanya, yang kelak akan Oma wariskan kepada cicit kesayangannya, Al.


Dokter Sam pun juga ikut hadir, malam itu Sam memang sudah jadwalnya periksa kesehatan mama, jadi ia pun diminta untuk tidak pulang dan ikut makan malam juga.


Bagaimanapun juga mama sudah mengenal Sam sejak masih di taman kanak-kanak, dan Sam cukup sering menginap di rumahnya, jadi mama juga sudah menganggap Sam sebagai anaknya sendiri.


"Memang dalam berbisnis, salah satu hal yang penting adalah just do it... Jalankan saja... Tapi kalau tanpa rencana rasanya kurang bijak Sam, jadi tetap harus membuat business plannya..." jelas Hardhan pada Sam yang ingin berinvestasi pada proyek temannya.


"Hardhan benar Sam, bisnis adalah sebuah rencana, bukan produk atau prosedur. Banyak yang harus di rencanakan, visi dan misi... Tujuan bisnis, bagaimana cara mencapai tujuan tersebut? Siapa anggota tim yang terlibat? Dan kapan bisnis akan memulai memenuhi tujuannya? Jadi kau harus pastikan itu terlebih dahulu sebelum menandatangani kontrak kerjasama..." lanjut Alex.


"Makanya aku bertanya terlebih dahulu pada kalian yang lebih ahli..." elak Sam sambil tersenyum kecut, ia memang tidak punya otak bisnis.


Hardhan melirik jam tangannya, "Sudah jam tujuh aku ke ruang makan dulu... Istriku pasti akan mencariku..." serunya dengan nada riang, lalu berdiri dari kursinya.

__ADS_1


"Aku juga..." lanjut Alex sumringah sambil ikut berdiri.


Sam juga ikut berdiri sambil mendecakkan lidahnya melihat kedua temannya itu yang sedang bucin, "Semoga Tuhan tidak membiarkan seorang wanita memperbudakku dengan cinta!"


Sam tidak bisa berhenti berpikir, bagaimana Sonya bisa merubah pria sedingin es kutub itu mencair dan menjadi sebucin itu?


Dan Hardhan... Playboy kelas kakap, Sam lebih tahu dari siapapun kalau Hardhan tidak mau terikat dengan pernikahan... Dan lihatlah ia sekarang, terlihat sangat puas dengan ikatan pernikahan yang membelenggunya, dan sama bucinnya dengan Alex.


Hanya aku saja di sini yang masih mempertahankan akal sehatku....


Gumam Sam dalam hatinya dengan bangga.


Sesampainya mereka di ruang makan, Kei dan Sonya sudah menata meja serta ruang makan layaknya restaurant mewah bintang lima, dengan aneka makanan yang sudah tertata rapi di atasnya.


Mama sudah duduk di kepala Meja, Zou, Zie dan Al pun sudah duduk manis di sana, entah siapa yang bisa membujuk ketiga anak yang selalu aktif dan tidak bisa diam itu untuk tetap duduk manis.


"Aku tahu kau akan mencariku... Itu makanya aku langsung ke sini..." sahut Hardhan sambil mengecup kening Kei.


Sementara Alex menghampiri Sonya yang masih terlihat sibuk menyajikan lauk pauk ke atas piring saji, "Hmmm dari aromanya saja sudah terasa lezatnya..." pujinya sambil memeluk Sonya dari arah belakangnya.


"Tolong kondisikan tangannya sayang... Aku sedang menata makanan ini..." rutuk Sonya sambil menepis tangan Alex, "Duduk manis sana... Masa kalah kamu sama Al..." lanjut Sonya dengan nada jengkel.


Melihat kedua anaknya yang sedang mengganggu istri-istrinya, dan Sam yang hanya mampu melihat dengan tatapan tidak percaya melihat perubahan drastis Hardhan dan Alex, mama berinisiatif memanggil mereka,


"Kalian bertiga... Cepat duduk sini!" seru mama, dan ketiga pria maskulin itu langsung menurut tanpa banyak protes lagi.


Setelah mengelus kepala Zou dan Zie, Alex mencium pipi Al sebelum duduk, "Appa!" protesnya sambil mengelap bekas ciuman Alex dengan tangannya, dan Alex menyeringai lebar. Menggoda Al adalah hobi baru Alex sekarang.


Hingga makan malam di mulai, mereka membahas masalah apapun, dunia bisnis, ekonomi, atau suhu panas politik.

__ADS_1


Sementara Zou, Zie dan Al, yang kini sama-sama sudah duduk di kelas satu Sekolah Dasar, sedang asik membahas tokoh kartun kesukaan mereka, atau tentang game online yang sedang mereka gandrungi saat ini.


Sedang adik-adik mereka berada di kamar anak bersama dengan baby sitternya.


"Bagaimana keadaan Omamu sekarang Lex?Apa sudah merasa lebih baik sekarang?" tanya Mama.


"Syukurlah sudah Ma... Hanya tinggal keluhannya tentang badan dan kakinya yang sering linu..." jawab Alex.


Mama tersenyum mengerti, "Itu lah penyakit kami para jompo...Tidak jauh dari rasa pegal dan linu..."


"Dan Oma suka pura-pura sakit Ma... Hanya supaya kami menjenguknya ke Seoul... Dan setelah kami datang, Sakitnya langsung hilang..." tambah Sonya sambil menyeringai lebar.


Mama terkekeh pelan, "Mama pun akan melakukan hal yang sama kalau saja kalian semua tinggal jauh dari Mama... Hanya untuk menarik perhatian kalian... Apalagi yang menjadi kebahagiaan kami para orang tua di usia senja... Selain melihat anak, cucu dan cicit kami..."


Kei meraih tangan mama dan meremasnya dengan lembut, "Mama tidak perlu melakukan itu, Hardhan, aku dan anak-anak tidak akan pernah keluar dari rumah ini... Kami janji..." katanya sambil tersenyum.


Sonya ikut menimpali, "Dan aku, Alex serta anak-anak kami juga hanya tinggal membuka pintu penghubung saja untuk sampai ke sini Ma..."


Dear Readers...


Akhirnya... Bisa menulis prolog season 2 TML dan MCA yang menjadi satu juga...


Sekedar info, karena sudah mulai WFO jadi Author hanya bisa Up sehari satu yaa jam 12 siang... Tapi jangan khawatir, Crazy Up tetap ada di hari sabtu atau minggu...


Dan kalau ada waktu senggang, Author akan menambah bonus Up untuk kalian para readers tercinta... 😘😘


Terima kasih untuk pengertiannya...🙏


Happy reading and have a nice day...

__ADS_1


__ADS_2