Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Kei Pingsan


__ADS_3

"Apa kau memikirkan betapa hancurnya hatiku melihat semua itu?" lanjut Kei pilu.


Dada Hardhan terasa sesak melihat Kei seperti itu, Suara Kei yang terdengar pilu bagaikan menyayat hatinya, Setiap tetesan air mata Kei membuat hati Hardhan terasa lebih sakit lagi.


Dan ia tidak suka melihat Kei seperti ini, terlebih lagi Kei sudah salah paham. Hardhan tidak menyangka reaksi Kei akan seburuk ini. Tuhan sebagai saksinya bahwa Hardhan tidak pernah dan tidak akan pernah selingkuh dari Kei, apalagi menikahi wanita lain.


Tapi untuk saat ini, Hardhan juga belum bisa menjelaskan kesalahpahaman ini, tidak dengan kondisi Kei yang sedang serapuh ini, Kei menderita Vasovagal Syncope, dan itu membuat Hardhan khawatir, Kei bisa pingsan lagi.


Hardhan maju mendekati Kei, ingin memeluk Kei dan menenangkannya, tapi tangan Kei mengisyaratkan Hardhan untuk tidak mendekatinya.


"Jangan mendekat, dan jangan pernah menyentuhku lagi, aku akan membenci setiap sentuhanmu pada tubuhku..."


Tanpa sadar Hardhan mundur kebelakang, merasa Syok dengan penolakan Kei, "Kei..."


"Kamu sudah menerima syarat dari papa untuk membiarkanku mengambil keputusan untuk bercerai atau tidak... Kita hanya harus bertahan satu sama lain selama tiga bulan lagi, setelah itu aku akan mengajukan gugatan cerai, dan kau bisa menikahi Karina..." kata Kei dingin.


Terasa seperti tersambar petir Hardhan mendengarnya, hatinya bagai hancur berkeping-keping. Ia tidak mau kehilangan Kei, membayangkan Kei pergi dari hidupnya saja sudah membuat Hardhan gila. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membuat Kei menjadi Istrinya, miliknya seutuhnya. Dia ia tidak akan pernah melepaskan Kei.


Mengabaikan penolakan Kei, Hardhan maju dan menangkup pipi Kei dengan kedua tangannya


"Jangan mengatakan itu sayang, jangan..." pinta Hardhan dengan suara serak.


"Lepas... Jauhkan tanganmu dariku..." kata Kei lemah, berusaha menjauhkan tangan Hardhan dari pipinya.


Hardhan menghapus air mata Kei yang masih terus mengalir deras ke pipinya, "Jangan seperti ini sayang... Kau membuatku sedih... Hatiku hancur melihat kau seperti ini..."


Hardhan memeluk Kei, mengabaikan penolakan Kei yang terus berontak di dalam pelukannya, kedua tangannya yang terkepal memukul-mukul dada Hardhan. Hardhan tetap memeluknya, sampai Kei menyerah, dan badannya melemas.


"Kau... Tudak berperasaan... Kau... menyakitiku... Kau..."


Kei tidak melanjutkan perkataannya, karena jatuh pingsan di pelukan Hardhan.


Perut Hardhan langsung mencelos, yang ia takutkan terjadi juga. Kei seperti tidak memiliki tulang, badannya benar-benar melemas di dalam pelukannya


"Oh Kei... Sayangku... Maafkan aku." rintih Hardhan pilu, ia mendekap erat istrinya sebentar sebelum akhirnya membopong Kei dan merebahkannya di atas tempat tidur.


Hardhan menekan tombol di jam tangannya

__ADS_1


"Panggil dokter Sam sekarang!!!" perintahnya pada Alex dengan suara bergetar.


"Kenapa jadi seperti ini... Aarrgghhh!!!!" teriak Hardhan sambil meninju dinding kamar berkali-kali, kalau bukan terbuat dari beton, mungkin dinding itu sudah retak.


Hardhan kembali menatap Kei, lalu duduk di sampingnya, mengelus pipi Kei dan menciumi tangannya, bahkan saat pingsanpun dia masih terlihat meringis setiap kali Hardhan menyentuhnya.


Pintu kamarnya terbuka, Hardhan tau Alex lah yang masuk "Sudah menghubungi Sam?" tanyanya tanpa mengalihkan perhatiannya dari Kei, tangan Hardhan masih menggenggam erat tangan Kei.


"Dokter Sam sedang dalam perjalanan, saya sudah mengirim helikopter untuk menjemputnya."


"Bagaimana acara launching produk kita? Ada yang curiga dengan kepergianku yang mendadak?"


"Anda memang terbiasa meninggalkan pesta tanpa alasan, jadi tidak ada spekulasi untuk itu, hanya saja..."


"Hanya saja apa?" desak Hardhan.


Alex mendekat, memberikan telepon selularnya ke Hardhan. Terlihat di layarnya timeline dari salah satu media online ibukota tentang retaknya hubungan rumah tangga Hardhan dan Kei, lalu foto-foto saat Hardhan dansa dengan Karina dan Kei dengan Ryo.


"Kau sudah membereskannya kan?" tanya Hardhan lagi


"Sudah boss... Ada berita yang lebih besar lagi."


Timeline media yang sama yang berisi Putra tertua Damanik Phen menghilang bersama istri salah satu orang terkaya di dunia.


Hardhan nyaris membanting handphone Alex ke lantai, tapi Alex keburu mencegahnya,


"Cari wartawan sialan itu sampai ketemu!!"


"Saya sudah mengerahkan beberapa anak buah kita untuk menahannya, nanti saya akan menginterogasinya dan mencari tahu siapa dalangnya... Dan mengenai Ryo... Apakah kita harus melepaskannya...?"


"Tidak sebelum aku sendiri yang menginterogasinya."


"Tapi dia putra tertua Damanik Phen boss, anda sendiri yang memperingatkan saya untuk tidak mencari masalah dengan mereka."


"Dia sudah menggoda Kei!! Saya belum puas kalau saya belum menghancurkannya, sekarang kau selidiki kelemahan dari perusahaannya."


Pintu kamar terbuka lagi, "Ckckckck, kau apakan lagi gadis malang ini Hardhan?" tanya Sam sambil mendekat, menarik Hardhan sampai berdiri lalu duduk si tempat yang di duduki Hardhan tadi, dan langsung periksa Kei.

__ADS_1


"Dia selemah anak kucing..." gumam Sam lalu memeriksa kedua mata Kei.


"Apa kita harus membawanya ke rumah sakit?" tanya Hardhan cemas.


"Oh tidak perlu, saya bisa menginfusnya di sini."


Sam memakai sarung tangannya, membuka set infus yang masih tersegel, lalu menyambungkannya ke botol cairan infus, kemudian membersihkan area Vena di tangan Kei dengan alcohol swab dan memasukkan jarum infus dan menyambungkannya ke selang infus.


"Bantu aku mencari sesuatu untuk menggantung botol infus ini." pinta Sam.


Dengan sigap Alex menggeser stand hanger dari ruang ganti ke sisi tempat tidur.


"Sekarang katakan padaku, kenapa Kei bisa pingsan lagi? Saya sudah pernah memberitahumu untuk mencegah Kei mengalami emosi yang ekstrem." tanya Sam sambil mengatur kecepatan tetesan infus sesuai kebutuhan Kei.


"Ceritanya panjang." jawab Hardhan sambil mendorong Sam menjauh dari Kei, dan duduk lagi di sebelah Kei.


"Berapa lama lagi dia akan siuman?" tanya Hardhan sambil mengelus pipi Kei.


"Saya sudah menyuntiknya dengan obat penenang, dia akan tertidur setidaknya beberapa jam ke depan, sebaiknya kita keluar." kata Sam sambil membuka sarung tangannya dan bergegas ke arah pintu.


Melihat Hardhan yang tidak bergeming, membuat Sam sedikit kesal, "Astaga Hardhan, biarkan istrimu istirahat dulu."


Sam membuka pintu, tapi langkahnya langsung terhenti memandang wanita yang berdiri di luar pintu "Dan siapa wanita cantik ini?" tanya Sam penuh minat.


"Minggir kau!!!" hardik Sonya sambil mendorong Sam hingga mundur beberapa langkah.


Mata Sonya melihat Kei yang terbaring di tempat tidur, membuatnya tambah emosi.


"Kau apain Kei?!" tanya Sonya sambil berderap maju ke arah Hardhan, sambil mengumpat kesal Alex langsung menahannya, memeluknya dari belakang dan mengangkat badan Sonya hingga kakinya melayang dan menendang-nendang.


"Lepasin aku, kalian memang manusia bar-bar... Lepasin!!" berontak Sonya.


"Diam woman, atau saya akan membuatmu pingsan lagi!" desis Alex dingin,


Alex langsung membopong Sonya dan membawanya keluar kamar, melewati Sam yang ternganga melihat kejadian di depan matanya itu


"Ini... Ini ada apa sebenarnya?" tanya Sam bingung.

__ADS_1


"Kau benar, kita harus membiarkan Kei istirahat." jawab Hardhan lalu bergegas keluar dari kamarnya, masih meninggalkan tanda tanya besar pada Sam.


__ADS_2