Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Seperti Anak Unggas dan Induknya


__ADS_3

Pak Hendrawan diam, wajahnya memerah, dan kedua tangannya mengepal di sisi badannya,


"Kalau saya tidak memandang sahabat saya dalam dirimu, saya pasti sudah menembakmu sekarang!!"


"Papa boleh menembakku, tapi setidaknya dengarkan dulu penjelasanku...."


"Lanjutkan...." geramnya.


"Saya sudah berusaha mencari tahu siapa gadis itu, tapi dia tidak meninggalkan jejak sama sekali. Bahkan rekaman CCTV saat itu sedang dalam perbaikan. Hampir sebulan sekali saya ke pulau X, berharap bertemu gadis itu tapi nihil."


"Sampai saya bertemu Kei lima bulan yang lalu, seperti yang pernah saya bilang ke papa, ada perasaan ingin melindungi dan menyayangi Kei saat itu, hingga saya meminta Alex untuk mencari tahu tentang Kei. Dan ternyata dia sudah memiliki suami, Galang."


"Saat itu saya sedikit kecewa, tapi entah kenapa saya tetap penasaran dengan Kei. Sampai akhirnya Galang meminta saya menikahi Kei. Dan saat saya bicara dengan Galang di kantor saya, dia cerita bahwa Kei sudah tidak suci lagi sewaktu menikah dengannya. Dan kesucian Kei hilang saat dia di pulau X. Waktunya sama dengan kejadian malam itu, jadi saya meminta Alex untuk menyelidikinya lagi. Sayapun melakukan tes DNA, dan hasilnya memang benar Kei lah wanita itu."


"Menurut info yang saya dapat, Kei jadi trauma akibat kejadian itu, dia jadi takut dengan pria. Dan Galang dengan segala upayanya berhasil mendekati Kei, pelan-pelan dia membuat Kei tidak trauma lagi dengan pria. Sejak itu Kei selalu bersama Galang. Tapi Kei tidak pernah bilang ke Galang kalau dia sudah tidak suci lagi."


"Jadi menurut pendapat saya, Kei bertahan selama ini dengan Galang karena dia merasa bersalah, karena dia sudah tidak suci lagi. Dan sebagai balasannya, Kei jadi setia setengah mati dengan Galang. Memaklumi semua perbuatan gila Galang."


"Apa Galang selingkuh karena ingin membalas Kei?" tanya pak Hendrawan.


"Sepertinya begitu, dia melarikan diri dari rasa kecewanya ke wanita lain."


"Tetap saja itu tidak bisa di benarkan! Harusnya dia ceraikan saja Kei, kembalikan lagi ke saya dan jangan pernah minta rujuk lagi. Tapi nyatanya dia minta rujuk dengan alasan mencintai Kei."


"Yang terpenting sekarang, saya ingin membuat pernikahan saya dan Kei menjadi pernikahan yang sesungguhnya. Saya akan berusaha meyakinkan Kei, bahwa tempat terbaiknya adalah bersama saya bukan Galang."


"Kei tahu kamu yang sudah merenggut...."

__ADS_1


"Tidak, Kei tidak tahu itu. Saya berusaha keras menutupinya, saya tidak ingin Kei membenci saya, dan saya harap papa juga tidak memberitahunya."


"Tapi Hardhan, sepandai-pandainya bangkai di tutupi, baunya akan tercium juga."


"Iya saya tahu itu, Pa. Selama ini saya hidup dengan dirayu dan merayu wanita. Tapi saya tidak bisa merayu wanita yang saya ingin menghabiskan sisa hidup saya dengannya, dia masih saja terus mengingatkan saya tentang kontrak itu. Mengingatkan saya untuk pisah setelah enam bulan. Dan terus menganggap saya playboy. Padahal setelah kami menikah, saya tidak pernah dan tidak akan pernah selingkuh darinya Pa."


"Kei sudah banyak berubah karenamu Hardhan. Dia terlihat lebih bahagia, walaupun dia belum menyadarinya. Dia juga sudah mulai menyukaimu, jadi kamu tinggal bersabar saja."


"Ya sekarang Kei sudah mulai terbuka dengan saya, dan sudah mulai nyaman."


"Papa bisa menarik kesimpulan dari semua ceritamu dan dari yang papa lihat sendiri selama ini. Hubungan Kei dan Galang seperti hubungan induk unggas dan anaknya."


Sesaat Hardhan mengerutkan keningnya, bingung dengan perkataan pak Hendrawan.


"Seperti anak unggas yang baru menetas dari cangkangnya, yang pertama ia lihat itulah yang ia anggap induknya, anak unggas itu akan terus mengikuti sang induk, mencari kenyamanan dan rasa aman dari induknya, dan akan sulit lepas dari induknya, Sebesar apapun usaha kita untuk memisahkan anak unggas dari induknya, anak itu akan tetap kembali kepada induknya. Begitulah hubungan mereka. Saat Kei trauma, Kei menutup dirinya dari pria dengan cangkangnya. Dan ketika cangkangnya itu pecah, orang yang pertama ia lihat adalah Galang." jelas pak Hendrawan.


"Mengingat sifat Kei, rasanya akan sulit buat dia menerimanya saat dia tahu nanti, kamulah yang sudah merusak masa depannya."


"Maka dari itu, sebisa mungkin saya menyembunyikannya dari Kei."


"Saran papa, sebisa mungkin kamu harus membuat Kei menempatkanmu di atas Galang. Kamu harus membuatnya merasa lebih nyaman saat bersamamu. Yakinkan dia bahwa kamu benar-benar serius dengannya. Kamu tahu hubungan Kei dengan Sonya?"


Hardhan mengangguk.


"Sejak mamanya meninggal, Kei sulit membuka diri dengan orang lain, tapi begitu seseorang berhasil mengambil hatinya, dan dia sudah merasa nyaman dan cocok dengan orang itu, dia akan terus bersama orang itu, dia tidak akan bersosialisasi lagi dengan orang lain, setidaknya tidak secara akrab. Mungkin hubungannya dengan Galang dan Sonyapun seperti itu. Intinya adalah kenyamanan dan rasa di cintai yang harus kamu berikan ke Kei. Itupun kalau kamu memang berniat mempertahankan pernikahanmu."


"Saya mengerti, Pa."

__ADS_1


"Atau...."


"Atau apa pa?" tanya Hardhan.


"Kalau kamu bisa membuatnya hamil, papa yakin dia tidak akan memikirkan Galang lagi."


Hardhan tertawa lebar, "Saya selalu berusaha untuk itu, Pa... Itu juga yang saya pikirkan selama ini."


Pak Hendrawan menepuk-nepuk pundak Hardhan, "Papa mengandalkanmu, tolong bahagiakan Kei, setidaknya itulah caramu untuk menebus kesalahanmu padanya dulu."


"Saya janji akan selalu membahagiakannya, Pa. Saya tidak akan pernah menyia-nyiakannya, seperti janji saya kepada mendiang Papa saya."


"Satu-satunya penyesalan saya adalah tidak menyetujui papamu untuk menyatukan kalian, dan ternyata takdir kalian untuk bersama tidak bisa di cegah lagi, kalian bertemu kembali meskipun dengan cara yang ekstrim." pak Hendrawan menatap ke atas langit dan menyeringai lebar "Papamu pasti menertawakanku dari atas sana..."


Dan dari balik jendela besar di kamar lantai dua, Kei melihat papanya dan Hardhan yang sedang terlibat percakapan serius itu. Kei tidak tahu apa yang sedang mereka bahas, dari mulai terlihat serius di wajah keduanya, raut marah di wajah papanya, sampai akhirnya mereka tertawa bersama.


Melihat dua pria kesayangannya di bawah sana membuat hati Kei penuh haru. Sosok ringkih papanya bersisian dengan sosok gagah Hardhan, raksasanya.


Kenapa papa harus membahas masalah anak tadi? Bagaimana kalau aku benar-benar mandul? Selama dua tahun dengan Galang saja aku tidak hamil, bagaimana dengan Hardhan yang baru hitungan bulan.


Kei memegang perutnya, tepat di atas rahimnya.


Apakah akan ada Hardhan junior di dalam sini? Anak itu pasti akan setinggi dan setampan Papanya, mereka berdua pasti akan terlihat seperti pinang di belah dua... Dan kalau anak ini perempuan... Dia akan setinggi Kei atau papanya?


Tak terasa airmata menetes deras di pipi Kei, membayangkan anak-anaknya berlarian di sekitar Hardhan dan Papanya itu, Hardhan akan menggendong anak gadisnya yang nangis karena di ganggu kakaknya... Dan Papa akan tertawa bahagia melihat kelakuan cucu-cucunya.


Tuhan... Andai Kau percayakan anak kepada kami...

__ADS_1


__ADS_2