Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Keputusan Yang Tepat


__ADS_3

Sesaat Alex terdiam sebelum melanjutkan, "Nenek buyutku kabur saat hari pernikahan dengan salah seorang sahabat keluarga Seth... Awalnya Om Cakra tidak mau membantu karena kita tidak menggunakan nama Seth untuk Alson... Dan Om Cakra bersedia membantu asal Alson membayar kesalahan nenek buyutku itu... Menikahkan Alson dengan cucu keluarga sahabat Seth itu..."


"Menikahkan Alson?!! My baby?!!" pekik Sonya lalu langsung menutup mulutnya, matanya melirik ke Hardhan dan Kei yang untungnya tidak terbangun karena pekikannya tadi.


"Kita bicara di luar!" seru Sonya.


"Tapi kamu belum pulih benar my queen..."


Sonya memutar kedua bola matanya, "Kamu kan bisa mendorongku dengan kursi roda Lex..."


"Kamu juga belum makan pagi my queen... Nanti maag kamu kambuh..." ujar Alex sambil membelai kepala Sonya.


"Urusan Alsonku lebih penting... Cepat ambil kursi roda itu... Kita bicara di taman!" geram Sonya sambil menunjuk kursi roda di dekat pintu kamar mandi.


"Iya... Iya..."


Alex beranjak ke arah kursi roda yang ditunjuk Sonya tadi, lalu mendorongnya ke sisi tempat tidur Sonya, kemudian membantu Sonya turun dari tempat tidurnya, dan mendudukkannya ke kursi roda setelah meletakkan botol infus di tiang infus kursi roda tadi.


"Kamu yakin tidak mau menunggu sarapan pagimu dulu my queen?" tanya Alex sambil mendorong kursi roda Sonya ke luar kamar, menuju private garden ruang presidential suite ini.


"Aku tidak nafsu makan..."


Alex tahu saat ini Sonya sedang kesal karena perjodohan Alson tanpa izin Sonya terlebih dahulu. Tapi saat itu suasana sedang genting, Alex harus mengambil keputusan dalam waktu kurang dari lima menit.


Dan untungnya Alex mengambil keputusan yang tepat, karena kalau ia batal meminta bantuan Cakra, mungkin Alex tidak dapat menyelamatkan Sonya, Kei dan anak-anak tepat waktu.


Feeling Hardhan tepat, Orang-orang bayaran Karina dan Monsieur Damien ternyata jauh lebih banyak, belum lagi dari orang-orangnya Mr. Marcus. Alex pasti akan telat masuk ke dalam rumah itu karena sibuk melumpuhkan anak buah mereka.

__ADS_1


Saat masuk saja Alex terlambat menyelamatkan Sonya yang terjatuh dari tangga, bagaimana kalau ia masuk ke rumah itu sedikit lebih lambat lagi? Membayangkannya saja sudah membuat hati Alex sakit, Sonya pasti akan lebih parah lagi dari ini. Dan Kei... Mungkin sudah di perkosa Galang.


Alex berhenti mendorong ketika sampai di air mancur kecil taman itu, kemudian duduk di tepian kolam mancur menghadap ke Sonya.


"Kamu marah my queen?" tanya Alex sambil menggenggam kedua tangan Sonya.


"Gila kamu Lex... Kamu dan keluarga Sethmu itu... Sekarang bukan zaman Siti Nurbaya Lex... Untuk apa perjodohan anak kita dengan anak orang yang bahkan kita tidak mengenalnya?!!" geram Sonya lalu menengadahkan wajahnya ke langit, sambik menahan air matanya.


"Ya Tuhan Alson... My Baby... Masih sekecil itu sudah mempunyai calon istri..." desah Sonya.


"Saat itu tidak ada cara lain Son... Kita butuh bantuan Om Cakra untuk menyelamatkan kalian..." jelas Alex.


Sonya menatap tajam mata Alex, "Aku tahu Lex... Tapi bagaimana kalau ternyata ketika dewasa Alson mencintai wanita lain? Bagaimana kalau Alson tidak mencintai calon istrinya? Apa kita harus mengesampingkan perasaan Alson dan tetap memaksakan perjodohan ini?" cecar Sonya, matanya tidak pernah lepas dari mata Alex, mencari-cari jawaban jujur dari mata suaminya itu.


"Aku yakin my queen... Al anak yang memiliki tanggung jawab tinggi... Dia pasti bisa menjaga komitmennya... Maka dari itu kita harus memberitahunya sejak dini... Supaya Al bisa mencegah hatinya untuk jatuh cinta pada wanita lain selain calon istrinya nanti..."


"Lex... Apa kamu lupa? Hati tidak bisa memilih kepada siapa dia akan terjatuh... Dulu kamu juga sudah berkomitmen untuk tidak jatuh cinta lagi... Tapi akhirnya apa? Kamu jatuh cinta lagi kan padaku? Atau selama ini kamu membohongiku kalau ternyata kamu tidak pernah mencintaiku?!"


Sonya menangkup wajah Alex, "Aku percaya sayang... Aku tidak pernah meragukan cintamu padaku dan juga anak-anak... Justru itu lah kekhawatiranku... Kalau ternyata Al memiliki sifat sepertimu... Siapa yang bisa menjamin Al tidak akan jatuh cinta pada wanita lain?" jawab Sonya.


"Lalu kita harus bagaimana lagi my queen... Kita hanya bisa berharap kelak Al tidak akan membuka hatinya... Kalaupun ternyata Al mencintai wanita lain dan tidak ingin menikahi tunangannya... Aku akan selalu berada di belakang Al... Aku tidak akan pernah memaksakan pernikahan yang tidak anak kita itu inginkan... Aku ingin anak-anak kita membangun rumah tangganya dengan penuh cinta... Seperti kita my queen... Kamu bisa memegang janjiku ini..." tegas Alex.


"Oh Alexku... Terima kasih sayang... Aku bisa tenang sekarang... Aku pikir kamu akan bersikap keras kepala dan tetap memaksakan pernikahan ini... Aku juga mau anak-anak kita menikah berdasarkan cinta... Bukan karena perjodohan... Kalau perjodohan dan Al ternyata menyukai wanita itu... Itu akan bagus untuk Al... Tapi kalau ternyata Al menyukai wanita lain... Itu hanya akan membuat Al sedih dan terluka... Aku tidak mau melihat anakku terpuruk karena itu..."


Alex mengecup punggung tangan Sonya, "Terima kasih my queen untuk pengertiannya... Terima kasih kamu tidak menyalahkan aku untuk itu..."


Sonya mendesah nafas panjang, "Alson juga pasti akan mengerti dan memaklumi keputusanmu sayang... Itu kamu lakukan semata untuk menyelamatkan Al, sepupu-sepupunya, ontynya dan juga aku... Al pasti akan mengerti, Babyku itu sekarang saja sudah terlihat sikap tanggung jawabnya..." ujar Sonya, lalu menyeringai lebar,

__ADS_1


"Satu yang aku khawatirkan dari anak-anak kita... Mereka mengambil kekeras kepalaan keluargamu..." goda Sonya.


"Gen keluargaku lebih mendominasi Son... Lihat lah Al dan Ana... Mereka sudah seperti Oppa dan Nuna Korea... Dan untungnya tidak ada yang mengambil kecerewetanmu my queen..." balas Alex lalu mencubit hidung Sonya, membuat Sonya memberengut.


"Menghadapi satu orang yang tidak peka saja sudah membuatku pusing... Ditambah lagi dua yang seperti itu... Kamu tahu... Aku selalu berharap Ana akan seperti Zaa... Yang ceria, cerewet dan sedikit tomboi... Zaa mengingatkanku pada diriku sendiri..." gumam Sonya dan Alex terkekeh pelan.


"Itu karena kamu berhasil mendoktrin Zaa untuk seperti itu, yang tidak bisa kamu lakukan pada Aliana kita..." ledek Alex.


Sonya kembali mendesah panjang, "Yaa... Aliana adalah versi wanita darimu... Sikap introvertnya bahkan sudah terlihat dari kecil... Kalau Zaa memiliki banyak kawan di TK... Sedang Ana hanya mau bermain dengan Zaa saja..."


"Mungkin semakin dewasa Aliana akan berubah my queen..." hibur Alex.


Sonya mengangkat bahunya, "Mungkin... Dan mungkin calon bayi kita sifatnya akan sepertiku nantinya... Tapi dia keburu pergi sebelum berhasil terlahir ke dunia ini..." desah Sonya.


Alex meremas lembut tangan Sonya, "Anak itu belum rezeki kita my queen..." ujarnya lembut.


Sonya mengangguk, "Iya aku tahu... Dan aku sudah mengikhlaskannya..."


"Aku akan dengan senang hati membuatnya lagi my queen..." goda Alex sambil tersenyum menggoda.


Sonya mendengus pelan, "Modus... Kamu tidak bisa melakukannya sampai masa nifasku selesai..."


"Ah puasa lagi..." desah Alex sambil memberengut kesal, dan Sonya tertawa lebar melihatnya.


Dear Readers...


Untuk yang bertanya jadwal Up TML ini...

__ADS_1


Upnya di setiap jam 12.00-13.00 WIB yaa... Dan biasanya kalau author sedang sibuk... Upnya mundur ke jam 16.00-17.00 WIB...


Terima kasih and happy reading...😘


__ADS_2