Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Last Night in Paris


__ADS_3

Hari sudah menjelang Sore, lebih dari tiga jam mereka menunggu Alex dan Sonya di rooftop ini.


Kei sudah terlelap sejak setengah jam yang lalu, bersandar di dada Hardhan dengan tangan Hardhan yang melingkari bahunya.


Dari sudut matanya, Hardhan melihat Alex dan Sonya, dengan isyarat matanya Hardhan meminta mereka duduk di depannya.


"Kenapa lama sekali? ini sudah jam empat..." tanya Hardhan, gerakan di bahu Hardhan membuat Kei terbangun, sambil menguap ia duduk tegak di tempatnya.


Kei menatap bergantian dari Alex yang terlihat marah dan nyaris menyemburkan api dari mulut dan hidungnya, ke Sonya dengan plester luka yang menempel di dahinya yang juga terlihat marah.


"Astaga Sonya..., kenapa dahimu...? ada apa dengan kalian...?" tanya Kei khawatir.


"Sepertinya kalian mengalami kejadian tidak mengenakan... siapa yang di jambret kau atau Sonya...?" tebak Hardhan.


"Wanita bodoh di sebelah saya boss." jawab Alex dingin.


"Kau yang bodoh...!! kalau kau tidak mencegahku dan menahanku untuk terus mengejar jambret sialan itu..., aku pasti sudah mendapatkan dompetku kembali...!! dan menyerahkan pejambret itu ke polisi. Dan lagi itu dompet pemberian Owen...!!" balas Sonya kesal.


"Oh astaga...!" pekik Kei ngeri.


"Alex bertindak benar dengan mencegahmu Sonya." Hardhan mengalihkan perhatiannya ke Alex "Apa jambret itu anak-anak...?" tanyanya dan Alex mengangguk


Hardhan kembali melihat Sonya, "Sonya..., kalau jambret itu anak-anak, sekalipun kau berhasil menangkapnya dan menyerahkan ke kantor polisi pun percuma, nanti pasti akan di lepas lagi karena masih di bawah umur. Kau hanya membuang banyak waktumu untuk membuat laporan. Belum lagi bahaya yang mungkin timbul saat kau mengejarnya."


"Tadi aku sudah berhasil menarik tangannya, tapi anak itu mendorongku hingga membentur dinding, aku ingin mengejarnya lagi tapi Jailangkung sialan itu menahanku, bukannya membantuku mengejarnya..!!" Sonya menatap tajam Alex "Benar-benar tidak bisa di andalkan. Bahkan larinya pun selambat keong...!!" geramnya ke Alex.


"Kau terluka Sonya... Untung Alex tidak mengejar jambret itu dan meninggalkanmu yang terluka sendirian. Kalau sampai dia melakukan itu, aku tidak akan memaafkannya." kata Kei lalu menarik tangan Sonya dan meremasnya, "Apa kau mengikuti saran yang di berikan Hardhan...?"


Hardhan menyarankan mereka untuk memisahkan uang pecahan kecil dan besar. Uang pecahan kecil di dompet yang akan selalu di keluarkan jika ingin belanja, dan tidak ada ID apapun di dompet itu, hanya uang untuk belanja saja, jadi kalau dijambret, hanya uang itu saja yang hilang, ID mereka tetap aman di dalam tas. Sedang uang dalam jumlah besar jangan pernah di keluarkan dari tas.


Dan Hardhan melarang keras menggunakan tas punggung, jadi Kei dan Sonya selalu menggunakan tas selempang yang selalu berada di depan badannya, dan selalu mendekapnya jika berada di dalam kerumunan.


"Iya..., tapi tetap saja itu hadiah dari Owen..." desah Sonya pelan.


"Astaga Nya..., sudah lupakan saja Owen, kalau perlu buang semua barang pemberiannya, supaya kamu tidak terus mengingatnya...! Dan kamu tidak boleh membicarakan pria lain ketika calon suamimu berada di sampingmu..." tegas Kei.


Sonya melirik Alex lagi, melihat wajah dingin dan kakunya, lalu mengalihkan perhatiannya ke Hardhan.


"Boss, saya tidak akan mau menikah dengannya. Ohh..., saya begitu membencinya boss hingga ke ubun-ubun... Lebih baik saya menikah dengan Dino daripada menghabiskan waktu dengan gunung es ini...!" suntuk Sonya.


"Tapi dia sudah melihatmu polos Nya..." seru Kei


Sonya mengangkat bahunya "Aku akan anggap itu amal baikku untuknya." tangannya bersedekap di atas dadanya, lalu mengalihkan perhatian ke kota Paris di bawahnya.


"Kamu bisa menghadapi suamimu nanti... ketika pria lain sudah pernah melihatmu sebelumnya, dan..., dan..., entah apapun yang di lakukan Alex untuk memuaskanmu. Kamu harus memikirkan itu juga Nya."

__ADS_1


Diingatkan tentang kejadian malam itu membuat wajah Sonya merona merah. Tapi dengan keras kepalanya ia tetap membuang muka.


"Menikah dengannya sama saja menikah dengan robot. Bisa memuaskan tapi tanpa ekspresi."


"Sepertinya kau masih kesal karena Alex tidak membuka segelmu.." tebak Hardhan geli.


"Nya itu bagus untukmu..., setidaknya Alex bukan tipe pria playboy yang mudah tergoda dengan wanita." bujuk Kei, membuat Hardhan melihat Kei dengan tatapan kesal, "Kau menyindirku sayang...?" tanyanya.


Kei menyeringai lebar, lalu merangkulkan tangannya ke leher Hardhan, "Tidak..., aku tidak menyindirmu, kau sudah bukan pria seperti itu lagi, kau sekarang adalah playboy yang sudah bertobat..." desah Kei pelan kemudian mencium bibir suaminya.


Hardhan membalas ciuman Kei, tangan Hardhan di belakang kepala Kei mendorong Kei lebih rapat lagi padanya, memberikan ciuman panas dan dalam ke Kei. Lidah mereka saling bertautan dengan ciuman ala French kiss, dan melupakan sepasang manusia yang duduk di depannya, yang terlihat sudah siap untuk saling membunuh satu sama lain.


**********


Sebelum kembali ke penthouse, Kei berhasil membujuk Hardhan untuk mengelilingi Paris dengan naik mobil antik Citroen 2CV. Mobil jadul tahun 1945 yang sekarang sudah menjadi barang langka. Kembali melihat Paris dari sisi yang berbeda.


"Bonjour Madame..., Bonjour Monseur...!" sapa driver yang sudah berumur namun tetap terlihat gagah, dengan gaya busana traditional Perancis itu ketika Hardhan dan Kei sudah duduk di dalam mobil antik ini.


Hardhan melihat nama yang tertera di dashboard mobil sebelum menjawab, "Bonjour monseur Paul..." balasnya.


Monseur Paul menyeringai lebar, "Alors, tu as passé de bonnes vacances? (Jadi, apakah liburanmu menyenangkan?)"


"Oui. De bonnes vacances. Nous me suis bien amusé (Ya. Liburan yang menyenangkan. Kami sudah bersenang-senang.)"


"Ya kau boleh melakukannya." jawab Hardhan sambil terkekeh pelan.


Kei langsung berdiri dan melihat pemandangan yang lebih luas, ke setiap sudut Paris yang penuh dengan bangunan artistik bernuansa kuno, yang terjaga dan terawat dengan baik.


Kei mengeluarkan Handphonenya lalu selfie dari berbagai sudut, mobil antik ini melaju pelan sehingga tidak ada satupun bangunan indah yang terlewat untuk di foto.


Saat mobil tiba di Rue saint-Honoré yang terkenal dengan butik-butik ternama di kanan dan kiri jalan, Kei mendengar suara Sonya yang meneriakkan namanya dari belakang mobil Kei. "Kei....."


Kei langsung memutar badannya, melihat Sonya juga keluar dari atap mobilnya "Sonyaaa cintaku..." teriaknya sambil melambaikan tangannya, lalu memberikan sun jauh untuk sahabatnya itu.


Mobil antik ini juga menarik perhatian wisatawan lain yang berada di pinggir jalan, mereka melambaikan tangan ke Kei, dan ada yang memotret mobil citroen 2CV yang Kei naiki, serasa seperti artis, Kei berpose santai, jarinya membentuk huruf V dan tersenyum manis ke arah wisatawan asing tersebut.


Hardhan menarik-narik celana pleated short Kei, mengisyaratkan Kei untuk duduk kembali.


"Kenapa...?" tanya Kei kesal ketika ia sudah duduk di sebelah Hardhan.


"Kau membiarkan turis asing itu memotretmu..." suntuknya


"Memangnya kenapa...?" tanya Kei lagi


Hardhan hanya diam, lalu mengalihkan perhatiannya ke luar jendela. Kei menangkup pipi suaminya itu yang sedang merajuk, "Kau cemburu yaa...?" tanya Kei sambil meyeringai lebar.

__ADS_1


"Tidak..., aku tidak cemburu..." elak Hardhan


"Ya sudah aku diri lagi..." seru Kei lalu bersiap berdiri kembali, tapi tangan Hardhan menahannya.


"Demi Tuhan..., tetaplah di sini Kei... Aku tidak ingin mereka melihat wajah istriku yang cantik ini."


Tawa Kei pecah, lalu mengecup bibir Hardhan, "Kau manis sekali sayang kalau sedang cemburu." godanya.


"Aku tidak cemburu..."


"Iya... iyaa..., harga dirimu terlalu tinggi untuk merasakan kecemburuan. Baiklah..., aku mau lihat keindahan Paris lagi, kamu bisa ikut berdiri kalau kamu mau. Dan aku pastikan aku tidak akan cemburu ketika ada wanita lain yang melihatmu."


Setelah mengatakan itu Kei langsung berdiri, dan diluar dugaannya, Hardhan juga ikut berdiri. Bahkan ikut berpose ketika ada wisatawan lain yang memotret mereka.


Dan ketika mobil antik ini mendekati Menara Eiffel dengan begitu banyaknya turis dan penduduk lokal yang berlalu-lalang, semakin banyak pula yang melihat ke mobil antik ini, dan lebih banyak wanita yang melihat Hardhan sambil melambaikan tangan dan cekikikan genit.


Dasar raksasa sialan, dia malah membalas lambaian tangan sambil tersenyum manis dengan wanita-wanita itu...!! bathin Kei


Sambil memberengut Kei duduk, lalu menarik-narik celana panjang Hardhan supaya ia juga duduk.


"Kamu begitu menikmati melihat wanita-wanita sialan itu terpesona padamu yaa..." geram Kei ketika Hardhan sudah duduk di sebelahnya.


Sambil menyeringai lebar, Hardhan menyentil kening Kei "Katanya kau tidak akan cemburu..." ledek Hardhan.


"Aku bukan cemburu, aku hanya kesal kamu meladeni mereka...!"


Hardhan mencubit gemas hidung Kei


"Itu namanya cemburu sayang..."


"Sudah di bilang aku tidak cemburu..." elak Kei keras kepala.


"Lalu kenapa kamu cemberut dan kesal seperti ini...?" tanya Hardhan lagi


"Ya karena kesal, bukan cemburu"


"Baiklah kalau begitu..., aku diri lagi yaa..."


Kei melipat kedua tangannya di depan dadanya,


"Kalau kau berani mengeluarkan kepalamu dari atap itu, bahkan hanya seujung rambutpun. Mulai malam ini dan seterusnya..., kamu tidur di sofa...!!" ancamnya


"Ah, aku akan duduk manis di sebelahmu kalau begitu sayang..." kata Hardhan geli, lalu meraih Kei dan membawanya ke pelukannya.


Monseur Paul tersenyum penuh arti ketika melihat pasangan yang sedang dimabuk cinta itu dari kaca spion tengah mobilnya. Lalu bersiul menyenandungkan lagu Je t'aime moi non plus. Sambil membawa mereka ke jalan paling terkenal di Paris yang tidak bisa dilewati oleh mobil biasa.

__ADS_1


__ADS_2