
Hardhan berbaring miring ke arah Kei, dengan tangan kanan yang menopang kepalanya, dan jemari tangan kiri yang membelai pipi Kei.
Istrinya yang mudah sekali trauma ini pasti teramat sangat sedih ketika mendengar kabar kecelakaan pesawat pribadi Hardhan itu, ditambah lagi Hardhan masuk ke dalam daftar penumpang pesawat naas itu.
Hardhan tidak akan memaafkan siapapun yang sudah menyebabkan semua kekacauan ini. Ini lah hasilnya kalau ia sudah mulai bersikap melunak pada musuh-musuhnya, ditambah mereka sudah mengetahui sumber kelemahan Hardhan, yaitu Kei dan anak-anak.
Tapi mereka salah dengan menculik Kei, Sonya dan anak-anak. Mereka sudah menggali kuburan mereka sendiri. Keluarga memang menjadi kelemahan Hardhan, tapi juga merupakan puncak kemarahan Hardhan, berani menyentuh keluarganya, bisa dipastikan mereka tidak akan bernafas di tempat yang sama dengan Hardhan.
Hardhan tidak akan pernah memaafkan siapapun yang menyentuh dan menyakiti istri dan anak-anaknya, serta keluarganya yang lain.
Kei bergumam pelan sebelum membuka kedua matanya, Hardhan tersenyum melihat Kei yang sudah terbangun sepenuhnya.
Lalu Kei kembali terisak sedih sambil memeluk Hardhan, "Jangan pernah membuatku merasakan ketakutan itu lagi sayang... Aku benar-benar sedih... Aku benar-benar kehilangan semangat hidup... Aku selalu teringat waktu saat kita saling mencintai... Yang aku rasa selalu kurang..."
"Ah sayangku... Maaf tanpa sengaja aku membuatmu sesedih itu... Aku hanya minta satu hal darimu... Biarkan aku menyelesaikan Galang, Karina dan antek-anteknya itu sampai tuntas... Kamu tahu kan apa yang sudah mereka lakukan pada kita? Pada anak-anak kita? Dulu aku melepas Galang dan tidak langsung menghabisi Karina karena mengikuti kemauanmu yang tidak tega dengan mereka... Sekarang mau kau tega atau tidak tega, Aku akan tetap menyingkirkan mereka semua..." tegas Hardhan.
Kei semakin mengeratkan pelukannya ke Hardhan, "Aku nyaris menggigit lidahku sampai mati saat Galang berniat menjamahku... Aku benar-benar ketakutan saat itu... Lebih baik aku mati daripada membiarkan pria lain menjamahku... Aku tidak mau hidup lagi kalau sampai ada yang menyentuhku selain kamu..." kata Kei sambil begidik ngeri ketika teringat kejadian itu.
Hardhan menggertakan giginya dan rahangnya mengeras. Ia berusaha sekuat tenaga untuk menahan amarahnya, untuk tidak langsung meninggalkan Kei dan mendatangi Galang untuk menghajarnya sampai mati.
Berani-beraninya pria sialan itu menyentuh Kei... Kali ini kau akan benar-benar mati Lang!! geram Hardhan dalam hatinya.
"Jangan berpikiran seperti itu sayang... Apa kau pikir aku akan sanggup hidup tanpamu di sisiku lagi? Sama denganmu sayang... Aku tidak akan bisa hidup... Aku lebih baik menerimamu apa adanya... Apa pun yang terjadi padamu... Daripada aku harus kehilanganmu untuk selamanya..." desah Hardhan, kemudia menatap lembut mata Kei.
__ADS_1
"Berjanjilah sayang untuk tetap bertahan hidup... Apapun yang terjadi..." pinta Hardhan dan Kei mengangguk.
"Aku mengizinkan kamu melakukan apa saja pada mereka sayang... Galang sudah tidak bisa berubah lagi... Dia sudah gila dengan obsesinya sendiri... Pun demikian dengan Karina dan siapapun yang berada di belakangnya, terserah kamu mau melakukan apapun pada mereka... Hanya pastikan saja mereka tidak dapat menyentuh kita... Menyentuh orang-orang yang kita sayangi lagi..." sahut Kei.
Hardhan kembali memeluk Kei dan mengecup puncak kepala Kei, "Aku akan memastikannya sayang... Kamu jangan mengkhawatirkan itu lagi yaa..."
"Iya sayang... Lalu apa yang akan kamu lakukan untuk keluarga pilot dan awak kabinnya? Kamu harus memberi mereka uang duka yang lebih dari cukup sayang..." pinta Kei.
"Iya... Aku akan membicarakannya dengan Alex. Aku akan memberikan anak-anak mereka beasiswa sampai lulus perguruan tinggi... Dan menerima keluarganya bekerja di salah satu perusahaanku... Aku akan melakukan apapun untuk mengurangi kedukaan dan beban hidup mereka... Terutama kalau korban itu adalah tulang punggung keluarganya... Kamu setuju sayang?"
Kei kembali mengangguk, "Iya aku setuju... Itu bagus untuk mereka..." lalu Kei melihat ke balik punggung Hardhan, ke tempat tidur Sonya yang terlihat kosong.
"Dimana Sonya dan Alex? Apa mereka sedang di kamar mandi?" tanya Kei sambil tertawa geli.
"Sakit..." gerutunya sebelum melanjutkan, "Lalu dimana mereka? Apa sudah di perbolehkan pulang?
"Alex membawa Sonya ke taman... Apa kau juga mau ke taman sayang?" tanya Hardhan.
Kei menggeleng, "Tidak... Aku mau tetap di sini... Aku masih ingin terus memelukmu... Aku masih takut kalau ini hanyalah mimpiku saja sayang... Aku benar-benar takut..."
Hardhan terkekeh pelan, lalu menyusuri jemarinya ke kening dan turun ke pipi Kei.
"Kamu masih meragukan sekarang ini tidak nyata saja sayang... Padahal aku sudah berkali-kali memuaskanmu di kamar mandi tadi... Apa di dalam mimpimu aku juga sehebat itu?" tanya Hardhan sambil menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
Wajah Kei langsung merona merah, Yah setelah perpisahan mereka, apalagi begitu mengetahui Hardhan masih hidup dan tidak mati seperti yang diberitakan, membuat Kei mencurahkan semua kesedihan dan gairahnya ke dalam percintaan mereka tadi.
Dan Kei sungguh-sungguh menikmati setiap momen gairahnya bersama Hardhan, seperti takut Hardhan akan kembali menghilang jika Kei tidak terus meminta Hardhan untuk terus menyatukan tubuh mereka hingga Kei merasa kelelahan.
"Iyaa aku percaya sekarang bukan mimpi sayang..." jawab Kei sambil tersipu.
"Kamu sudah memiliki empat anak... Masih saja bisa tersipu seperti itu sayangku... Seperti seorang gadis saja..." goda Hardhan sambil menyeringai lebar.
Melihat Kei yang masih terus tersipu dengan wajah yang semakin memerah membuat Hardhan gemas, lalu mencium bibir Kei.
Awalnya hanya ingin mengecup bibir Kei saja sebentar, tapi gairahnya kembali bangkit, yang awalnya hanya kecupan ringan menjadi ciuman liar, dan erangan pelan yang keluar dari tenggorokan Kei membuat gairah Hardhan semakin menggila.
Hardhan menyelipkan tangannya ke balik baju rawat inap Kei untuk meremas salah satu buah dada Kei sebelum beralih ke yang satunya lagi. Kei menggelinjang dibuatnya.
Ciuman Hardhan turun dari bibir ke leher Kei, dan Kei mendongak untuk memberikan akses lebih banyak lagi untuk Hardhan, desahan nikmat keluar dari tenggorokannya selama Hardhan menyusuri bibirnya di sekitar lehernya.
Ciuman itu baru akan turun ke dadanya ketika pintu terbuka, kemudian Alex masuk sambil mendorong kursi roda yang Sonya duduki.
Untungnya Alex terlalu sibuk dengan pintu dan kursi roda itu, hingga tidak melihat Hardhan dan Kei yang sedang panik menutupi perbuatan mesum mereka.
Hardhan langsung menutup kembali baju Kei sambil menggerutu kesal, "Lain kali jangan pernah satu kamar dengan siapapun! Termasuk yang satu itu!" desis Hardhan pelan dan Kei langsung tergelak.
Astaga... Bisa-bisanya aku tergelak disaat seperti ini.
__ADS_1