Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Kei Hamil


__ADS_3

Sam menepuk-nepuk pundak Hardhan, "Untungnya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka bertiga sudah aman sekarang, kau sudah boleh masuk."


"Mereka bertiga? Apa maksudnya?"


Sebelah alis Sam terangkat, memandang bingung ke Hardhan lalu ke Alex dan kembali lagi ke Hardhan, "Kau belum tahu kalau Kei sedang hamil...?" tanyanya.


"Hamil? Kei hamil?!" tanya Hardhan tidak percaya.


"Iya Kei sedang hamil, usia kandungannya sudah enam minggu, dan kemungkinan bukan hanya satu tapi dua janin... " Sam menjelaskan.


Raut wajah Hardhan langsung sumringah, dan ia langsung memeluk Sam, "Kembar? Kei mengandung anak kembar? Apa kau yakin Sam?" tanyanya lagi.


"Kei mengalami kram perut, itu biasanya menjadi tanda awal kehamilan kembar, karena rahim membesar lebih dari biasanya. Kami juga mendengar lebih dari satu detak jantung melalui Doppler. Dan dari hasil USG Transvaginal juga memperlihatkan adanya dua kantung kehamilan. Kami juga sudah melakukan tes HcG dan hasilnya menunjukan tingkat hormon HcGnya tinggi."


"Tetapi kita harus menunggu sampai usia kandungannya sepuluh hingga dua belas minggu, untuk memastikan jika bayi yang ada di dalam kandungan Kei itu benar-benar kembar atau tidak. Karena ada beberapa kondisi dimana sindrom kembar menghilang, jadi yang awalnya kita meyakini janin kembar, tapi seiring bertambahnya usia kehamilan, ternyata hanya janin tunggal. Jadi saya sarankan Kei jangan diberitahu terlebih dahulu, sampai kita bisa memastikan lagi kebenarannya saat usia kandungannya diatas sepuluh minggu." jelas Sam.


"Ya... Saya akan merahasiakannya dulu dari Kei." Hardhan berbalik ke arah Alex lalu tersenyum lebar, "Kau dengar Lex, kemungkinan Kei hamil anak kembar!" serunya masih dengan wajah sumringahnya.


Dan untuk pertama kalinya Hardhan melihat Alex tertawa lebar padanya, lalu menghampiri dan memeluknya, "Selamat boss, saya turut senang mendengarnya." kata Alex sambil menepuk-nepuk punggung Hardhan.


Hardhan balas menepuk-nepuk punggung Alex juga, "Terima kasih Lex, mulai sekarang kau harus menambah lagi anak buahmu untuk berjaga di sekitar Kei..."


"Baik boss." jawab Alex sambil melepas pelukannya.


"Sam... Saya mau semua dokter spesialis kandungan terbaik di rumah sakit ini ikut turun tangan menangani Kei!" seru Hardhan ke Sam.


"Baiklah, saya akan berikan yang terbaik dan yang tidak takut dengan intimidasimu..." balas Sam dengan nada geli.


"Besok kau sudah harus kirim ke email Alex nama-nama team dokter yang menangani Kei..." perintah Hardhan.


"Besok? Tapi Hardhan..." Sam menghentikan protesnya ketika melihat pelototan Hardhan, "Baiklah besok kalau begitu..."

__ADS_1


"Alex... Kau sudah lihat foto yang saya kirim?"


"Sudah boss, dan saya sudah lanjutkan ke anak buah kita, mereka sedang menyelidikinya."


"Dan mengenai info yang diberikan Ryo, apakah itu benar-benar membantu?"


"Benar boss, infonya sangat membantu penyelidikan."


"Bagus kalau begitu... Kita bisa segera singkirkan Karina. Sekarang saya akan menemani Kei, kau boleh pulang Lex, ini hari liburmu."


"Tidak masalah boss, saya akan tetap di sini."


"Ya sudah kalau itu maumu. Dan tolong hubungi Sonya suruh dia ke sini."


"Baik boss."


Kei sudah di pindahkan ke ruang presidential suite, kamar yang di khususkan hanya untuk keluarga Hardhan. Dan ini kali kedua Kei dirawat di kamar ini.


"Dia mengalami kelelahan yang luar biasa, apa kau tidak menyadarinya selama ini? Apalagi dengan kehamilan kembar, Kei membutuhkan tambahan kalori sekitar tiga ribu limaratus perhari. Maka dari itu Kei harus lebih banyak makan. Apa dia mengalami morning sicness yang ekstrem?"


"Morning sicness? Apa itu?" Hardhan balik nanya.


"Mual di pagi hari... Dan biasanya kalau hamil anak kembar akan mengalami mual yang ekstrem pada dua minggu pertama kehamilannya, atau bisa juga terjadi selama trimester pertama."


"Oh tidak... Dia tidak mual, tapi memang hampir setiap pagi Kei tidak nafsu makan, dia selalu melewatkan makan paginya. Sam saya baru ingat, Kalau sekarang usia kandungan Kei sudah enam minggu, berarti dua minggu pertama itu kami sedang di Paris. Dan saat itu dia menaiki wahana roller coaster! Astaga... Dia nyaris membahayakan nyawa anak kami!" desah Hardhan dengan sebersit rasa kesal.


"Jangan di permasalahkan lagi sekarang, mengingat kejadian itu tidak menyebabkan dirinya keguguran. Dan kau jangan lagi mengungkit kejadian itu pada Kei... Ingat perubahan emosional ibu hamil juga naik turun seperti roller coaster. Apalagi mulai usia enam minggu ini, perubahan suasana hati terjadi dengan intensitas yang lebih tinggi karena hormon yang dihasilkan oleh tubuh untuk memenuhi kebutuhan bayi. Dan kau harus bersabar menghadapi sikapnya yang tidak masuk akal nanti."


Yah aku sudah bersabar dengan menurutinya untuk tidur di sofa! Dan sikap anehnya beberapa hari ini ternyata karena kei sedang hamil. Bodohnya aku tidak mengetahuinya, bahkan tidak sadar bulan ini Kei tidak haid. Tuhan... Bahkan tadi aku sudah mulai kehilangan kesabaran pada Kei. Maaf sayang...


batin Hardhan.

__ADS_1


"Beberapa hari ini dia mengataiku bau... Apa itu karena kehamilannya juga?" tanya Hardhan.


"Biasanya wanita hamil tidak bisa mencium aroma makanan tertentu, yang dapat membuatnya mual. Tapi ada beberapa kasus yang tidak tahan dengan bau suaminya, bahkan ada yang jadi membenci suaminya."


"Dan itu masih termasuk normal. Tubuh seorang wanita berubah secara drastis dan hormon-hormonnya berfluktuasi, itulah yang membuat ibu hamil benci suami mereka. Tapi saat memasuki trimester kedua, lambat laun istri akan mulai menyesuaikan diri dengan perubahan hormon, hingga kondisi ini akan berangsur menghilang." lanjut Sam.


Hardhan menghela nafas, "Aku tidak akan tahan melihat Kei membenciku..."


Sam terkekeh pelan, "Oh kau harus bisa tahan... Dan ingat semua itu terjadi karena dia sedang mengandung anakmu."


"Apa aman untuk berhubungan intim?"


"Boleh... Tapi saya sarankan jangan lebih dari tiga kali dalam seminggu."


"Membayangkan seminggu hanya tiga kali saja sudah senang, mengingat seminggu ini Kei selalu menolakku!" gerutu Hardhan, membuat tawa Sam pecah dan Hardhan langsung menatapnya tajam, "Kau mau mati?!!" ancamnya.


"Baiklah saya tidak akan menertawakanmu lagi. Tapi kau tidak boleh menyalahkannya, karena tidak sedikit wanita yang sedang hamil muda merasa enggan untuk berhubungan intim. Tapi ada juga yang merasakan gairahnya justru meningkat tajam saat hamil muda. Kenaikan hormon estrogen membuat sirkulasi darah lebih lancar sehingga menyebabkan organ intim jadi lebih sensitif. Dan sekali lagi... Kau hanya harus bersabar."


Hardhan masih terus memandangi istrinya, jemari tangannya terus membelai rambut dan pipi Kei, dan menggenngam tangannya. "Sam... Badan Kei begitu mungil. Apa itu tidak apa-apa?" tanya Hardhan khawatir.


"Selama Kei makan makanan yang bergizi lebih banyak, istirahat yang cukup, dan untuk menjaga kondisi fisiknya dari kelelahan, kau bisa mengajaknya melakukan perawatan khusus. Seperti melakukan pijat, yoga, senam hamil, spa khusus ibu hamil, dan kegiatan lain yang menyenangkan. Dan kau harus selalu berada di sampingnya untuk memberikan dukungan."


"Persiapkan semua perawatan khusus itu di rumahku, dan aku ingin ada dua dokter yang stand by di rumah!" perintah Hardhan.


Hai Readers....


Hari ini author usahakan Crazy Up lagi yaa..., untuk menemani malam minggu kalian....😘😘


Happy satnight and happy reading...


Jangan lupa dukungannya untuk terus VOTE yaa..

__ADS_1


Terima kasih...😊😊


__ADS_2