Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Private Pool


__ADS_3

Hardhan merebahkan Kei di atas tempat tidur, dan Kei langsung berguling ke sisi tempat tidur lainnya,


"Masih siang sayang, dan aku mau ikut berenang... Lihat di sana..." Kei menunjuk ke arah private pool, "Sonya dan Icha sudah berenang duluan, sialan mereka... Katanya mau menungguku!" gerutu Kei, lalu beranjak meninggalkan Hardhan, tapi Hardhan menahan tangannya.


"Setelah kita bernostalgia, kau malah mau meninggalkanku..." keluh Hardhan.


Kei tersenyum lembut, lalu tangannya mengisyaratkan Hardhan untuk mendekat dan menunduk, dan Hardhan menurut, mendekatkan telinganya ke arah Kei, "Saat ini aku sudah terlanjur janji sama mereka. Tapi nanti malam aku milikmu sepenuhnya... Dan aku akan memuaskanmu sayang..." bisiknya lembut.


"Janji?" tanya Hardhan sumringah.


"Selama kau bersikap baik dan tidak mengganggu acara renangku dengan Sonya dan Icha..." jawab Kei.


"Ya sudah sana ganti baju renang, jangan yang terlalu seksi ada Alex dan anak buahnya..."


"Siap boss..." balas Kei sambil memberi hormat ke Hardhan, membuat suaminya itu geleng-geleng kepala.


Kei langsung bergegas ke ruang ganti, mencari-cari baju renang yang di maksud Hardhan, Kei memilih baju renang model skirtini. Baju renang model klasik yang terkesan santai tapi tetap terlihat modis. Modelnya tampak manis dengan model rok pendek yang memberi kesan seksi.


"Benarkah berenang masih aman untukku?" tanya Kei ketika sudah bergabung dengan Sonya dan Icha.


"Nona mengeluh suka nyeri punggung. Nah renang dapat meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot, serta mengurangi tekanan pada tulang belakang. Sebenarnya banyak manfaat lainnya juga seperti melancarkan peredaran darah, tidur menjadi lebih nyenyak, memperkuat otot dan sendi, dan lainnya... " jelas Icha.


"Hanya ada kita Icha... Jadi tolong tanggalkan formalitas. Sekarang apa aku tetap harus melakukan stretching?" tanya Kei lagi.


Icha mengangguk, "Ya, kau tetap harus stretching selama lima menit untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan ototmu serta mengurangi resiko cedera."


"Baiklah..."


"Dan renangnya jangan lebih dari lima belas menit, bila kau merasa sakit kepala, sesak nafas, kelelahan, nyeri dada atau merasakan kontraksi rahim, kau harus segera menyudahi renangnya dan beristirahat..." tegas Icha.

__ADS_1


"Perutku sudah terlihat membuncit yaa..." seru Kei senang ketika selesai melakukan stretching. Kei langsung duduk di pinggiran kolam, dengan kakinya yang di mainkan di dalam kolam. Sonya dan Icha sudah berada di dalam kolam.


"Kamu malah kelihatan tambah seksi tahu..." cetus Sonya,


"Gak kelihatan kaya wanita kurang gizi lagi..." lanjutnya sambil tergelak. Itu adalah kata-kata Sonya ketika Kei masih sama Galang. Kei terlalu kurus hingga di bilang kurang gizi sama sahabatnya itu.


"Sial..." sahut Kei sambil tertawa pendek, lalu mengalihkan perhatiannya ke Talita, "Cha, apa aku sudah boleh menyelam sekarang?" tanyanya, tapi Icha tidak mendengar, pandangannya masih teralihkan ke yang lain.


Kei melihat ke arah pandangan Icha, dan mendapati Hardhan dan Alex yang sedang berjalan ke arah kolam renang hanya dengan mengenakan celana boxer mereka.


Mereka terlihat begitu maskulin, keduanya juga memiliki bentuk tubuh yang atletis dan berotot dengan bentuk V-shape, wanita mana yang tidak akan tergiur melihat pemandangan itu.


"Cha!" panggil Kei dengan nada sedikit kencang, supaya Icha mendengarnya, ia sudah menyadari kalau Icha menaruh perhatian pada Alex, dan Kei harus melarangnya. Alex sudah ada yang punya sekarang.


"Eh iya... Kenapa?" tanya Icha.


Kei belum sempat jawab karena Hardhan sudah berjongkok di sebelahnya, "Kenapa kau masih duduk di sini? Katanya mau renang..." tanya Hardhan, Sonya dan Icha memilih meninggalkan mereka berdua, Alex sudah merebahkan diri di kursi lounger, dia tidak renang, mungkin takut merusak tatanan rambutnya yang selalu terlihat rapi itu.


Hardhan langsung menceburkan diri ke kolam, membuat cipratan air ke arah Kei, "Hardhan!" pekik Kei.


Hardhan berenang kembali ke arah Kei, lalu mengangkatnya dan menurunkannya sampai kakinya benar-benar menjejak lantai kolam.


"Gaya dada yang paling aman untuk wanita hamil..." saran Hardhan.


"Iya.. Aku tahu... Tadi Icha sudah menjelaskannya... Sudah kamu duduk saja sama Alex sana..." kata Kei dengan nada mengusir.


"Aku akan tetap berada di sampingmu, aku tidak akan jauh darimu, bagaimana kalau kakimu tiba-tiba kram?" elak Hardhan.


"Tapi tadi kamu sudah janji kalau kamu tidak akan mengganggu acara renangku denga Sonya dan Icha, sekarang mereka jadi menjauhiku karena ada kamu..." gerutu Kei sambil memberengut.

__ADS_1


Hardhan mengangkat bahunya, "Setelah aku pikir-pikir lagi, lebih baik aku tidak bercinta denganmu daripada aku selalu merasa khawatir saat kau sedang renang. Aku baru bisa tenang kalau aku sendiri yang mendampingimu berenang."


"Ya sudahlah... Terserah mau mu saja..." balas Kei, lalu mulai berenang dengan gaya dada. Hardhan serius dengan kekhawatirannya, dia selalu berada tepat di samping Kei.


"Sayang... Kau tidak takut di katakan bucin sama Alex dan anak buahnya?" tanya Kei sesampainya di ujung kolam renang yang menghadap laut lepas.


"Terserah mereka mau bilang apa... Bagiku keselamatanmu dan anak kita adalah prioritasku nomor satu." jawab Hardhan mantap.


Kei baru akan buka mulut lagi ketika tiba-tiba terdengar teriakan minta tolong.


Kei dan Hardhan memutar kepalanya, mencari-cari sumber suara itu, dan mereka melihat Icha yang timbul tenggelam di dalam kolam, sepertinya kakinya kram.


Kei bersiap renang ke arahnya tapi Hardhan melarangnya, "Aku harus tolong dia sayang, atau kamu saja sana yang tolong..."


"Tidak perlu... Sudah ada Alex dan Sonya di sana..."


Benar, Sonya terlihat mau menarik Icha ke pinggiran kolam, tapi Alex bersikeras dia yang akan membawa Icha. Akhirnya Alex berhasil membawa Icha yang sudah tidak sadarkan diri ke pinggiran kolam, anak buahnya menarik Icha ke atas dan merebahkannya.


Dengan sigap Alex naik ke atas, lalu melakukan CPR dengan tangan yang saling tumpang tindih menekan bagian tengah dada Icha, sedalam kurang lebih lima sentimeter dengan hati-hati, sebanyak tigapuluh kali dalam waktu sekitar duapuluh detik.


Kemudian Alex periksa pernapasan Icha dengan mendekatkan telinganya ke hidung Icha. Merasa Icha masih juga belum bernafas, Alex mendongakkan kepala Icha dengan hati-hati dan mengangkat dagunya. Setelah itu ia memencet hidung Icha, kemudian meniupkan udara dari mulutnya ke mulut Icha, dengan bibir mereka yang saling menempel.


Alex terus melakukan itu berulang kali sampai akhirnya Icha batuk dan mengeluarkan air dari dalam mulutnya. Alex langsung menarik Icha duduk dan menepuk-nepuk punggungnya, "Kau tidak apa-apa?" tanya Alex.


Icha menggeleng lalu memeluk Alex sambil terisak, terlihat Alex berusaha membebaskan diri dari pelukan Icha, tapi justru itu semakin membuat Icha bertambah erat memeluknya.


Kei melihat tempat Sonya berdiri tadi, tapi dia sudah tidak ada, "Sayang... Aku terlupa menanyakan sesuatu padamu..." ujar Kei.


"Kau mau tanya apa sayang?"

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak menempatkan Sonya dan Alex dalam satu kamar? Bagaimanapun juga mereka sekarang sudah sah menjadi suami istri..." protes Kei kesal.


__ADS_2