Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Pembalasan Kei


__ADS_3

"Aku tidak menyangka loh... Karina akan menghadiri acara ini...."


"Iya... Aku juga, dia termasuk salah satu model papan atas di Paris sekarang."


"keren yaa...."


"Banget!"


"Kayanya dia model kesayangannya pak Hardhan deh..."


"Sepemikiran kita, menurutlo pak Hardhan lebih cocok dengan siapa? Istrinya apa Karina?"


"Hmmm... Istrinya cantik sih... Tapi dia bukan siapa-siapa, sementara Karina model papan atas boo...."


"Lo lihat kan tadi dia dansa berdua, gila serasi banget..."


Terdengar pintu di sebelah Kei terbanting kencang, membuat Kei tersentak kaget, lalu terdengar teriakan Sonya "Gosip aja lo pada!! gak punya kerjaan lain?!"


Setelah memastikan wanita yang bergosip tadi sudah keluar dari toilet, Kei baru membuka pintunya, lalu mencuci tangannya di wastafel.


"Jangan dengerin mereka Kei." kata Sonya lembut.


Kei mengibas tangannya tak peduli,


"Sudah tidak ada pengaruhnya sekarang."


Kei mengalihkan pandangannya dari pantulan dirinya di cermin ke Sonya "Bagaimana, wajahku masih terlihat sembab tidak?"


"Nyaris tidak terlihat habis nangis. Kamu beruntung memiliki mata yang tidak mudah bengkak dan memerah saat nangis."


"Syukurlah, kuy ke pesta lagi."


Sonya menarik tangan Kei, "Kamu yakin?" tanya Sonya.


"Seratus persen yakin."


Melihat Sonya yang memberikan tatapan tidak percaya dan khawatir padanya, membuat Kei tertawa lebar.


"Beneran aku tidak apa-apa Nyaa, Percaya deh aku sudah tidak selemah dulu lagi."


Kei menarik tangan Sonya, dan membawanya keluar dari toilet kembali ke tempat berlangsungnya acara "Sudah buruan, aku mau lihat dansa mereka yang katanya serasi itu."


Terdengar nada lagu Unforgettablenya Nat King Cole yang dimainkan pianis di atas panggung itu, mendayu lembut ke seluruh ruangan pesta ini.


Dan wanita yang bergosip di toilet tadi benar, Kei melihat Hardhan yang sedang dansa dengan Karina, dan juga beberapa pasangan lainnya. Benar mereka memang serasi, gerakan mereka seperti menjadi satu. Kei mengeraskan rahangnya, berusaha menguatkan diri dan tidak gentar.


"Sepertinya nyonya Hardhan melewatkan first dance acara ini dengan suaminya. Bagaimana kalau saya menawarkan diri untuk berdansa dengan anda."


Kei mengalihkan perhatiannya dari Hardhan ke pemilik suara dalam dan tegas itu. Ke eksekutif muda berwajah tampan tapi tegas, wajah yang dipahat tanpa kelembutan.


Kesempatan, gumam Kei dalam hati, Dewi Fortuna sedang memihak padanya.


Kei mengeluarkan senyum terbaiknya, "Kalau anda tidak takut dengan reaksi suami saya nanti, dengan senang hati saya akan menerimanya" tantang Kei menggoda, buat apa berhubungan dengan pria yang takut dengan suaminya.


"Oh itu bukan masalah besar." balas pria itu lalu mengulurkan tangannya pada Kei, yang disambut Kei dengan senang hati. Dan mereka langsung bergabung dengan pasangan lainnya.

__ADS_1


Pria itu mulai menempatkan tangannya di pinggang kiri Kei, tangan kirinya menggenggam lembut tangan kanan Kei, lalu mengangkat tangan mereka hingga bahu.


Kei menempatkan lengan kirinya di bahu pria itu, dan pria itu mulai memimpin gerakannya, melakukan gerakan step touch bersama mengikuti ketukan musik.


"Aku nyaris tidak percaya melihatmu di sini Keilani..." Kei nyaris tersandung kaki pria itu ketika ia menyebut namanya, untung saja pria itu dengan ahli menutupi kesalahan Kei.


Kei memandang penuh pria di depannya ini, berusaha mengingatnya, tapi Kei benar-benar tidak mengenal pria ini


"Kau mengenalku?" tanya Kei.


"Keilani, jurusan tata boga.. Ya kan?"


"Hmmm siapa ya? Kalau kamu tahu jurusanku berarti kita satu kampus kan?"


"Tepat sekali. Aku jurusan manajemen, empat tingkat di atasmu."


"Oh, tapi kenapa bisa mengenalku?"


"Siapa yang tidak mengenalmu Kei, Wanita tercantik tapi juga terdingin di kampus. Kau selalu terlihat cantik, tapi tidak bisa tersentuh. Membuat para pria semakin penasaran padamu."


"Termasuk kau?" tebak Kei asal.


"Termasuk aku..." jawab pria itu tegas.


"Jadi siapa namamu?"


"Ryo Damanik Phen, kau bisa memanggilku Ryo."


"Tapi aku serius tidak mengenalmu Ryo."


"Dilihat dari wajah Sonya, sepertinya ia mengenalmu." tebak Kei lagi.


Ryo mendekatkan badannya ke Kei, "Dia pernah mendaratkan tinjunya ke hidungku." bisik Ryo membuat tawa Kei pecah dan menarik perhatian pasangan dansa lainnya, termasuk tatapan mematikan suaminya. Tapi Kei berniat mengabaikannya.


Astaga... Pria ini membuatku terhibur...


"Memangnya apa salahmu?" tanya Kei masih terkikik geli.


"Salahku hanya mencintaimu." jawab Ryo serius.


"Tapi tidak mungkin hanya karena itu Sonya sampai meninjumu."


"Karena aku memaksa dan menyudutkanmu ketika kau menolak cintaku, dan melukai harga diriku."


"Ah, aku mengerti sekarang."


"Maaf..." katanya lembut.


"Untuk apa?"


"Menakutimu, kau nyaris pingsan waktu itu..."


"Lupakan... Itu sudah lewat, lagipula aku tidak mengingatnya."


"Sekali lagi kau melukai perasaanku..." erang Ryo.

__ADS_1


Kei terkikik geli lagi melihat tingkah konyol Ryo


"Kenapa lagi?"


"Karena tidak mengingat peristiwa yang aku anggap penting itu..."


Kei tertawa lebar, "Kau bilang itu peristiwa penting? Hello.... Kamu di tolak Ryo..."


Kei memekik pelan ketika Ryo memutarnya.


"Ryo!!"


"Itu hukuman karena kau sudah menertawakanku." dan mereka sama-sama tertawa lepas.


Musik berhenti menandakan dansa pertama ini berakhir. Ryo membungkuk sedikit di depan Kei "Terima kasih untuk dansa indahnya..."


Lalu Ryo menawarkan lengannya, Kei meletakkan tangannya di siku Ryo.


"Kau mau ku antar ke suamimu... Atau ke temanmu yang siap menerkamku itu?" tanya Ryo.


Kei melirik sedikit ke arah Hardhan, ia sedang merangkul Karina dan membawanya entah kemana.


"Bagaimana kalau kita keluar saja? Aku ingin menghirup udara bebas." pinta Kei.


Ryo menyeringai lebar, "Kalau itu mau mu..."


Mereka jalan ke luar, melewati pintu kaca yang menjulang tinggi. Area luar tidak kalah indahnya dengan area dalam, EO acara ini benar-benar jenius, mampu menyulap area kolam renang menjadi seindah ini.


"Kenapa dulu kau tidak seceria sekarang? Kau dulu begitu murung." tanya Ryo.


Sekarang, setelah tidak ada Hardhan di dekatnya, Kei jadi merasa malas meladeni Ryo. Tadi dia sengaja memancing amarah Hardhan, tapi ternyata percuma. Biasanya Hardhan akan marah jika ada pria yang bahkan hanya meliriknya saja.


Tapi kali ini, Key bahkan nyaris di peluk Ryo saat dansa tadi, Hardhan tetap tidak peduli. Hanya matanya saja yang menampakkan ketidak setujuannya, selebihnya dia tetap bersama Karina.


Rasanya sakit sekali....


**********


Sonya melihat langkah lebar Hardhan dan Alex ke arahnya, dan mencoba mengabaikan mereka.


"Dimana Kei?" tanya Hardhan.


"Kei?" Sonya pura-pura bingung.


"Iya Kei... Siapa lagi!!" bentak Hardhan.


Sonya mengangkat dagunya menantang Hardhan, tangan kanannya sudah membentuk tinju.


"Bukannya tadi kau juga lihat Ryo membawa Kei ke luar sana!!" teriak Sonya tidak kalah kencangnya dengan Hardhan.


"Sial!!!" Hardhan bergegas lari ke arah luar.


"Kenapa kamu tidak mencegah nona Kei?!" desis Alex.


Sonya menatap tajam Alex, mengalihkan amarahnya ke Alex "Tanya bossmu alasan kenapa aku tidak melarang Kei... Sialan kalian semua!!"

__ADS_1


Sonya mengangkat gaunnya, lalu menendang sekencang mungkin kaki Alex tepat di tulang keringnya dan langsung bergegas menyusul Hardhan, meninggalkan Alex yang mengumpat kesakitan di belakangnya.


__ADS_2