
"Ngapain tuh kunyuk satu kesini?" tanya Sonya ketika Kei baru saja duduk di depannya.
"Dia punya informasi tentang Karina..." jawab Kei.
"Informasi apa?"
Kei menyandarkan kepala dan setengah punggungnya di sofa... Kedua kakinya diluruskan ke depan. "Rencana Karina yang ingin memisahkan aku dengan Hardhan."
"Terus kamu percaya? Bagaimana kalau ternyata dia bohong?"
"Hardhan pasti bisa menilainya kalau Ryo berbohong..." jawab Kei santai lalu menguap lebar.
"Kamu lagi gak enak badan ya? Muka kamu agak pucat Kei." tanya Sonya dengan nada khawatir.
"Nggak kok, aku cuma kelelahan saja, pengunjung sudah mulai ramai, dan terkadang karyawan juga keteteran, jadi aku harus ikut turun tangan juga. Kayanya aku harus tambah karyawan lagi deh."
"Kamu sudah makan?" tanya Sonya lagi.
"Makan nasi belum, tapi aku sudah bolak balik nyemil pastry di dapur, membuat chef geleng-geleng kepala..." jawab Kei sambil menyeringai lebar.
"Orang kita kalau belum kena nasi belum makan namanya... Mau makan pastry sebanyak apapun, tetap saja hitungannya nyemil ya kan?"
"Bagaimana hubunganmu dengan Alex... Sudah ada kemajuan belum?" tanya Kei dengan mata setengah terpejam.
"Cih, siapa yang mau membina hubungan sama jailangkung itu... Kalaupun ada bukan kemajuan namanya, tapi kemunduran..." suntuk Sonya.
"Jangan begitu... Walaupun dingin Alex tetap sosok pria yang baik, dan kesetiaannya tidak perlu diragukan lagi."
"Kalau sama boss memang setianya tingkat dewa dia...nTapi kalau sama wanita..." Sonya mengangkat bahunya, "Who knows..." lanjutnya.
"Terus sama Owen bagaimana? Sudah resmi putus?"
"Dia tidak mau putus... Aku pacaran lagi sama dia..." jawab Sonya sambil nyengir kuda.
"Sonya... Kenapa masih mau terima dia lagi sih?!" suntuk Kei kesal, rasa kantuknya langsung hilang, dan langsung duduk tegak, lalu menatap Sonya galak.
__ADS_1
"Dulu alasanmu selalu nerima Galang lagi setelah dia selingkuh apa? Tidak bisa di jelaskan kan? Naah begitu juga aku... Tatiku yang bicara kalau aku mau kasih dia kesempatan lagi." jelas Sonya.
"Dulu aku bodoh... Galang memang mencintaiku dengan sepenuh hati, atau setidaknya itulah perasaan yang dia akui padaku dulu, tapi dia tidak tahu bagaimana cara mencintai dengan benar. Sedang bersama Hardhan, aku baru menyadari bagaimana seharusnya mencintai dan dicintai. Aku tidak mau kamu mengalami hal yang sama dengan pernikahanku dan Galang dulu Nya..."
Sonya menghela nafas panjang, "Kei... Sebelum menikah sama kamu boss bagaimana? Dan setelah menikah dia berubah kan? Aku harap Owen juga berubah setelah menikah nanti." balas Sonya keras kepala.
"Apa kamu mau menghadapi Karinamu sendiri nanti?" tanya Kei pelan.
"Kei... Kok lo jadi sensitif begitu sih? Masalah Karina sangat membebanimu yaa?"
"Ada yang selalu ingin aku ceritain ke kamu Nya, tapi baru hari ini kita bisa bicara berdua. Sebenarnya akhir-akhir ini Karina selalu chat aku dan mengirim foto mesra dia dengan Hardhan Nyaa... Aku tidak tau dia dapat nomor handphoneku dari mana..." desah Kei lirih.
"Kenapa tidak bilang ke Hardhan kalau Karina melakukan itu?"
Kei menggeleng keras, "Tidak... Aku percaya padanya, dan aku tidak ingin dia mengkhawatirkanku. Makanya aku langsung clear chat biar Hardhan tidak melihat. Tapi tetap saja ketika melihat foto-foto itu rasanya sakit Nyaa... Lebih sakit lagi karena harus memendamnya sendiri. Jadi terkadang aku bersikap tidak masuk akal ke Hardhan, aku jadi suka marah-marah tanpa alasan yang jelas, dan aku..." Kei menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Sudah beberapa kali memintanya untuk tidur di sofa... Aku tidak bisa menahannya Nyaa... Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa memintanya tidur di sofa."
Sonya duduk di sandaran lengan sofa, lalu menepuk-nepuk punggung Kei, "Bagaimanapun kami harus cerita masalah ini ke boss Kei. Kamu tidak bisa terus begini, dan memendamnya seorang diri... Kamu tidak mau membuat boss mengkhawatirkanmu... Tapi kamu malah bersikap tidak masuk akal seperti itu. Justru sikaplo itu yang malah membuatnya khawatir nanti."
"Kei..."
"Ternyata capek juga ya Nyaa selalu berpura-pura tegar dan kuat!" seru Kei sambil berdiri
"Tolong bilang Hardhan aku tidak enak badan jadi pulang duluan yaa..." Kei langsung beranjak pergi meninggalkan Sonya yang ternganga dengan perubahan sahabatnya itu.
Kenapa jadi melankolis gitu sih dia... batin Sonya.
Sonya mengejar Kei dan menahan tangannya,
"Kei tunggu... Biar aku antar yaaa..."
"Tidak usah Nyaa... Upin Ipin pasti akan langsung mengikutiku. Kamu tidak perlu khawatir."
Kei keluar ruangan, dan melihat ke depan pintu masuk ruang VIP2, ada Alex dan Upin Ipin di sana, sesuai dugaannya, Upin Ipin langsung mengikutinya ketika ia menuruni tangga ke lantai bawah.
__ADS_1
**********
Dengan langkah lebar Hardhan memasuki rumah, dan berpapasan dengan mamanya ketika akan menaiki tangga, "Tumben kau jam segini sudah pulang?" tanya mama.
"Kei mana Ma?" Hardhan balik nanya.
"Kei? Bukannya dia kerja?"
"Dia sudah pulang Ma... Aku akan melihatnya di kamar."
"Kei...." panggil Hardhan ketika sudah masuk ke dalam kamar. Tapi Kei tidak menyambutnya, hanya berdiam diri memunggungi Hardhan.
Hardhan menghampiri sisi tempat tidur Kei, lalu memegang kening Kei, "Kamu sakit?" tanyanya khawatir sambil duduk di sebelah Kei.
Kei menepis tangan Hardhan, "Kamu bau, mandi dulu sana!" seru Kei tanpa melihat Hardhan.
"Kau kenapa sih? Tadi meninggalkanku di kafe, sekarang mengataiku bau... Apa nanti malam aku harus tidur di sofa lagi?" tanya Hardhan dengan suara yang mendekati kekesalan.
Beberapa hari ini Kei menyuruhnya tidur di sofa, kalaupun di tempat tidur, jangankan melayani kebutuhan biologis Hardhan, dipeluk pun Kei tidak mau.
"Terserah... Kalau kamu mau tidur di tempat tidur juga tidak apa-apa, biar aku yang di sofa..." jawab Kei
Hardhan membalik badan Kei menghadapnya, tapi Kei tetap membuang muka.
"Kamu kenapa sih sayang? Jangan membuatku khawatir seperti ini. Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Hardhan lembut.
Kei tidak menjawab, hanya air mata yang menetes di pipinya, lalu dengan kasar, Kei mengelap air matanya dengan lengannya, lalu kembali mengendus Hardhan, "Mandi sana, bau mu tidak enak banget sih..." gerutunya.
Hardhan mengendus baju dan ketiaknya, tidak ada bau apapun selain wangi parfum yang biasa ia pakai. Tapi melihat tatapan galak istrinya Hardhan langsung menurut, "Iya... Iya... Aku mandi..."
Hai Readers....
Bab ke-3 di hari ini done yaa....😘😘
Happy Reading....
__ADS_1