Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Perang Dingin


__ADS_3

"Kau kemana saja?!!" tanya Hardhan murka.


"Sesuai instruksi boss, saya menyelidiki Carmel." jawab Alex tenang.


"Ada berapa anak buah kita di sini?"


"Dua puluh boss."


"Kerahkan mereka semua, dan cari Kei!!"


Alex menatap Hardhan bingung, "Ada apa dengan nona Kei boss?"


"Nanti saya ceritakan, sekarang cepat suruh mereka mencari Kei!!"


Alex mengeluarkan HT dari saku dalam jasnya yang tersambung dengan Earpiecenya dan anak buahnya.


"Cari dan temukan nona Kei, Sekarang!!" perintahnya


Hardhan melihat Sonya yang sedang berdiri santai sambil menikmati segelas wine,


"Kita tanya Sonya dulu, dia pasti tahu."


"Dimana Kei.?" tanya Hardhan sesampainya di depan Sonya.


"Kei?" Tanya Sonya.


"Iya Kei... Siapa lagi!!" bentak Hardhan.


Sonya mengangkat dagunya menantang Hardhan, tangan kanannya sudah membentuk tinju.


"Bukannya tadi kau juga lihat Ryo membawa Kei ke luar sana!!" teriak Sonya sambil menunjuk ke arah Kei dan Ryo keluar.


"Sial!!!" Hardhan bergegas lari ke arah luar, mengacuhkan beberapa koleganya yang hendak menyapa.


Matanya menyusuri area pesta outdoor, Hardhan melihat beberapa anak buahnya, yang ikut mencari Kei dengan tangan kanan menekan Earpiece di telinganya, supaya dapat mendengar perintah dan laporan dari rekannya yang lain dengan baik dan jelas.


Alis gelap Hardhan terangkat ketika melihat Alex yang menghampirinya dengan langkah yang sedikit pincang.


"Ada apa denganmu?"


"Tidak apa-apa boss." jawab Alex lalu menekan earpiecenya, mendengar laporan dari anak buahnya


"Nona Kei ada di area taman sebelah sana boss, dekat danau buatan."


Hardhan langsung bergegas ke arah yang ditunjuk Alex, dan melihat Sonya yang sudah mendahului.


"Kau urus Sonya!! Jauhkan dia sementara dari Kei." geram Hardhan.


"Baik boss."

__ADS_1


Alex langsung lari mengejar Sonya dan menahan tangannya, Sonya berontak berusaha melepaskan diri dari Alex.


"Bawa dia ke Penthouse, saya dan Kei akan menyusul."


"Mau kau apain Kei?!" teriak Sonya, menarik perhatian tamu lainnya.


Hardhan menghampiri Sonya dengan tatapan memburu, matanya menyala-nyala dengan amarah, lalu menekan dagu Sonya.


"Tentu saja menghukumnya sepanjang malam, sampai dia tidak akan bisa berjalan lagi paginya!!" ancam Hardhan lalu bergegas meninggalkan Sonya dan Alex.


"Dasar diktator!!! Kei begitu karena kelakuan busukmu!!" teriak Sonya ke Hardhan, lalu melayangkan pukulan ke Alex, ia tidak bisa menendang karena gaun yang dipakainya, tapi Alex dengan mudah menangkis serangannya dan membekuknya hingga punggung Sonya menempel pada dada Alex.


"Demi Tuhan diamlah!! Jangan memancing boss untuk lebih menggila lagi!" desis Alex.


Sonya mengantukkan kepala belakangnya sekencang mungkin ke wajah Alex, membuat pegangan Alex melemah, lalu Sonya memutar badannya dan langsung menendang bagian pribadi Alex, hingga Alex melepasnya sambil mengeluarkan umpatan kasar, Sonya langsung lari menyusul Hardhan.


"Tangkap dia!!" teriak Alex ke anak buahnya, sambil berusaha menahan rasa sakit yang teramat sangat di tempatnya yang paling pribadi.


Setelah beberapa saat, Alex mendekati Sonya yang sudah ditahan dua anak buahnya, "Ckckck... Kau bermain curang woman..." kata Alex tajam dan tanpa ekspresi.


"Cih!! Kalian yang curang! Butuh pengawal sebanyak ini buat menahanku!"


Mengabaikan perkataan Sonya, Alex langsung menotoknya hingga pingsan, lalu membopong tubuh lemas Sonya, dan membawanya keluar melalui area taman.


**********


"Jauhi istriku!!!"


"Ryo!!!" pekik Kei, lalu langsung mendekati Ryo dan jongkok di sampingnya "Kau tidak apa-apa?" tanyanya sambil memeriksa wajah Ryo


Kedua tangan Hardhan mengepal di sisinya, melihat Kei lebih perhatian ke Ryo daripada ke dirinya, suaminya.


"Kei kemarilah...." perintah Hardhan dingin dan tegas.


"Aku tidak mau...." bantahnya sambil mengelus rahang Ryo yang terkena tinju Hardhan tadi. Membuat amarah Hardhan semakin naik melampaui batasnya.


"Kesini sekarang juga!!!" teriaknya dengan suara yang menggelegar, membuat Kei tercekat dan kembali merasakan ketakutan.


Dengan sedikit gemetar Kei berdiri dan ingin menghampiri Hardhan, tapi Ryo langsung berdiri dan menahan tangan Kei, dan menarik Kei ke belakang badannya, membuat Ryo berhadapan langsung dengan Hardhan.


"Kau tidak bisa memaksanya kalau dia tidak mau!" tegas Ryo


"Kei kau membiarkan pria lain menyentuhmu!!" teriak Hardhan.


"Kau juga membiarkan wanita lain menyentuhmu" balas Kei dingin.


"Bagus... Kau sudah mulai berani melawan ya!!"


Hardhan memberi kode ke anak buahnya yang tiba-tiba sudah terlihat dan langsung membekuk Ryo.

__ADS_1


"Bawa dia... Dan biarkan Alex menginterogasinya, ada hubungan apa dia dengan Carmel!" perintah Hardhan.


Kei meringis melihat Ryo di bawa paksa anak buah Hardhan "Kau mau membawanya kemana?" tanya Kei.


"Bukan urusanmu."


Hardhan langsung menarik paksa tangan Kei, membawanya keluar lewat jalan lain agar tidak ada tamu undangan yang melihat mereka, jalan yang juga di lewati anak buah Alex tadi.


"Lepasin aku raksasa sialan!!!" geram Kei.


Hardhan mengabaikannya, terus menarik Kei sampai sebuah mobil berhenti di sampingnya, Hardhan mendorong Kei masuk ke dalam disusul dirinya.


Mobil meluncur ke Penthouse Hardhan, tidak jauh dari tempat pesta berlangsung.


"Hardhan..." Kei tidak melanjutkan perkataannya, ia melihat gerakan tangan Hardhan yang menyiratkannya untuk diam.


Baik bukan kamu doang yang marah, aku juga...


Suntuk Kei dalam hati


Mereka saling diam di sepanjang jalan, sibuk dengan pikirannya masing-masing, sampai mobil berhenti di lobby apartment. Kejadian selanjutnya persis seperti sewaktu di Paris, Hardhan menarik paksa Kei sampai masuk ke dalam penthouse Hardhan, di lantai teratas apartment ini.


Apa dia akan menghukumku dengan bercinta sepanjang malam?! Cih, jangan harap aku akan bersedia.


Hardhan menarik Kei melewati Alex yang berdiri di depan ruang TV dan naik ke lantai dua, kekamar Hardhan lalu mendorong Kei masuk kedalam kamar.


"Ada yang ingin kau jelaskan?" tanya Hardhan dingin sambil bergerak maju mendekati Kei, membuat Kei terus berjalan mundur menghindarinya.


"Menjelaskan apa?" tanya Kei dengan muka polosnya.


"Kau membuatku nyaris gila dengan berdansa bersama pria lain!!" teriak Hardhan.


"Kamu tidak perlu teriak!! Memangnya aku harus diam saja melihat kamu dansa dengan Karina!! Aku diam saja melihat kamu bermesraan dengannya di depan mataku!! Melihat kau membiarkannya menciummu!! Bermanja-manjaan denganmu!! Kau membiarkannya yang terang-terangan menggodamu di depanku!! Melihat kau tersenyum manis padanya." Kei diam untuk menghapus airmatanya.


"Kau bahkan tidak menghentikanku saat aku ingin ke toilet, kau lebih memilih bersamanya, kau pikir aku tidak memiliki perasaan? Kau pikir aku patung tanpa jiwa... Yang hanya diam saja melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain?!" Isak Kei pelan, airmata kembali membasahi pipinya.


"Apa kau memikirkan betapa hancurnya hatiku melihat semua itu?" lanjut Kei pelan, dengan suara yang menyayat hati siapapun yang mendengarnya, termasuk Hardhan.


Oh aku benci kerapuhanku di depannya.


Hardhan mendekat tapi Kei melarangnya dengan tangannya.


"Jangan mendekat, dan jangan pernah menyentuhku lagi, aku akan membenci setiap sentuhanmu pada tubuhku..."


"Kei..."


Sambil mengalihkan pandangannya dari Hardhan, Kei menguatkan diri untuk tidak menampakkan reaksi apapun di wajahnya selain wajah dingin dan hampa ketika melanjutkan perkataannya.


"Kau sudah menerima syarat dari papa untuk membiarkanku mengambil keputusan untuk bercerai atau tidak... Kita hanya harus bertahan satu sama lain selama tiga bulan lagi, setelah itu aku akan mengajukan gugatan cerai, dan kau bisa menikahi Karina..."

__ADS_1


__ADS_2