Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Sehari Sebelum Pesta


__ADS_3

Galang meneguk lagi segelas Champagnenya, hanya dengan inilah ia bisa melupakan Kei, sampai ia sadar dari mabuknya keesokan harinya, melupakan kenangan-kenangannya bersama Kei. Istrinya yang polos, yang selalu memaafkannya bahkan sebelum ia memintanya.


"Mungkin cintaku terlalu kuat kepadamu mas, sehingga mampu menutupi segala kekuranganmu dan kesalahanmu, itulah cara terbaik untuk mempertahankan rumah tangga kita. Aku tidak akan permasalahkan perselingkuhanmu lagi, seperti kamu yang tidak pernah permasalahkan keperawananku."


Itulah kata-kata yang keluar dari mulut Kei, tiap kali Galang melakukan kesalahan. Kei yang akan meminta maaf terlebih dahulu, walaupun Galang yang salah.


Galang menjedotkan keningnya ke meja bar, "Bodohnya kau Galang, mau cari dimana lagi istri sebaik itu."


"Ckckck... Benar-benar pria yang menyedihkan." ledek seseorang, Galang langsung mengangkat wajahnya dan melihat pemilik suara itu.


Berdiri di sampingnya wanita cantik dengan rambut panjang, dan bodynya sebagus model, sedang tersenyum sinis ke arah Galang.


"Siapa kau? Apa aku mengenalmu?" tanya Galang.


Wanita itu duduk di kursi bar sebelah Galang, memesan red wine dan langsung mengalihkan perhatiannya ke Galang.


"Kamu Galang kan, mantan suaminya Keilani?" tanya wanita itu.


Galang memberikan perhatian penuh kepada wanita itu, sambil mengingat-ngingat mungkinkah wanita ini salah satu teman Kei. Sepertinya bukan...


Galang hanya mengetahui Sonya lah satu-satunya kawan yang di miliki Kei.


"Kalau iya kenapa?" tanya Galang.


Wanita itu mengulurkan tangannya ke Galang, dan memperkenalkan dirinya, "Aku Karina..., teman SMA Kei dan kekasihnya Hardhan."


"Teman SMA Kei?" tanya Galang sambil menyambut uluran tangan Karina "Tunggu, kamu bilang kekasih Hardhan?" lanjutnya.


Wanita itu mengangguk, lalu wajahnya berubah sedih, ia terlihat begitu menderita, dan air mata mengalir ke pipinya, "Aku baru kembali dari Paris, dan aku baru tahu kalau Hardhan sudah menikah..." wanita itu berhenti untuk membersitkan hidungnya ke tissue "Dia bahkan tidak mau repot-repot memutuskan hubungan kami." lanjut wanita itu sambil terisak.


Galang kembali memberikan tissue untuknya


Jelas Hardhan tidak ingin memutuskanmu, mengingat betapa cantik dan menggairahkannya dirimu. Hardhan bukan pria bodoh yang mau melepas permata yang satu ini.... batin Galang


"Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?Tiga hari? Seminggu?" tebak Galang.


"Delapan tahun..." jawab wanita itu.

__ADS_1


"Delapan tahun?" tanya Galang tak percaya.


"Kau tidak percaya?" Karina balik nanya.


"Yang aku tahu, Hardhan tidak pernah bertahan dengan wanita yang sama lebih dari dua minggu."


"Tapi memang itu kenyataannya, aku sudah delapan tahun bersamanya..."


"Pantas kau begitu terpukul mengetahui Hardhan sudah menikah, delapan tahun waktu yang sangat lama..."


Karina terisak lagi, "Rasanya aku ingin bunuh diri, aku tidak sanggup kehilangan dia."


Galang merasa kasihan dengan wanita di depannya ini, wanita ini merasakan kesedihan yang sama dengan Galang, mungkin Galang harus memberitahu wanita ini bahwa pernikahan Kei dan Hardhan hanya kontrak, sehingga bisa meringankan kesedihannya.


"Kau tidak perlu melakukan itu, pernikahan mereka hanya tinggal tiga bulan saja."


Kening wanita itu mengkerut, "Maksudnya?"


"Pernikahan itu hanya untuk enam bulan, sekarang sudah berjalan dua bulan dua puluh sembilan hari, jadi tinggal tiga bulan lagi. Untuk saat ini kamu hanya perlu bersabar dulu. Setelah kontraknya selesai, Kei akan kembali padaku, dan Hardhan kembali padamu."


"Kau benar-benar pria yang menyedihkan ya, kau pikir mereka akan bisa langsung berpisah satu sama lain? Tidak akan... Aku berani bertaruh Hardhan tidak akan menceraikan Kei."


"Bagaimana kau bisa seyakin itu?" tanya Galang sewot.


"Karena yang aku tahu, Kei adalah wanita yang selama ini Hardhan cari. Kau pikir dia mau melepaskannya begitu saja setelah mendapatkannya?"


"Tapi Kei tetap akan menuntut cerai, karena dia sangat mencintaiku, memangnya untuk apa Kei bersedia menikahi Hardhan, kalau bukan untuk bisa kembali rujuk denganku."


Wanita itu kembali tertawa, "Kau yakin Kei tidak akan jatuh cinta sama Hardhan?" Karina mengangkat bahunya, "Mungkin sekarang belum, tapi bagaimana dengan tiga bulan ke depan, masih ada kemungkinan kan kalau Kei bisa jatuh cinta."


"Itu tidak akan mungkin, aku percaya cinta Kei terlalu dalam padaku, dia tidak akan mengkhianatiku."


"Galang... Galang... Aku sudah pernah merasakan kehebatan Hardhan di ranjang, dari situ saja aku sudah yakin Kei pasti akan berat melepasnya."


Tawa Galang yang sekarang pecah, "Kau salah lagi, Kei tidak pernah bisa menikmati hubungan suami istri, karena Kei memiliki trauma untuk itu. Bagi Kei lebih cepat selesai lebih baik."


Karina menatap penuh Galang dari atas kepalanya sampai ke ujung kakinya, "Kau sangat meremehkan kemampuan Hardhan, kau pasti akan menyesal nanti karena tidak percaya denganku."

__ADS_1


"Aku punya rencana untuk memisahkan mereka berdua, kalau kau ingin ikut."


"Rencana apa?" tanya Galang.


"Kau bilang Kei sangat mencintaimu kan?"


Galang mengangguk,


"Berarti kita hanya tinggal mengingatkannya saja denganmu..."


"Bagaimana caranya? Di surat perjanjian itu jelas-jelas melarang kami untuk berhubungan satu sama lain selama enam bulan, tidak dalam bentuk apapun..."


"Yang semakin menguatkan dugaanku bahwa Hardhan membuat peraturan itu dengan sengaja, selama waktu enam bulan itu ia ingin membuat Kei jatuh cinta padanya." jelas Karina.


"Sial... Kei tidak boleh jatuh cinta pada Hardhan... Aku bisa gila kalau tidak dapat memiliki Kei kembali. Jadi apa rencanamu, aku akan ikut demi Kei."


Sudut bibir Karina terangkat, membentuk senyum licik "Kau punya teman wanita yang akrab denganmu dan juga Kei?"


"Hmmm ada... Carmel... Yaa betul Carmel..."


"Besok aku akan membawanya ke pesta launching produk terbaru Hardhan, temanmu itu bisa mendekati Kei, dan dia akan bercerita betapa terpuruknya kamu selama ini, pokoknya cerita apapun yang bisa membuat Kei sedih, dan merasa bersalah padamu... Kalau dia sudah merasa bersalah, dia pasti akan menjaga hatinya untukmu, dan mencegahnya jatuh cinta pada Hardhan."


"Yaa... Itu ide bagus. Kei pasti akan merasakan kesedihanku... Dia selalu begitu."


"Tugas Carmel mengingatkannya padamu, dan tugasku... Membuat Kei merasa di abaikan suaminya hingga ia marah dan membenci Hardhan. Lebih bagus lagi kalau mereka sampai bertengkar. Dan oh iya akan ada lagi dua wanita yang akan membantuku, yang akan membuat Kei semakin membenci Hardhan..."


"Apa kau yakin rencana ini akan berhasil?" tanya Galang.


"Ya aku yakin, aku akan benar-benar menggoda Hardhan di depan Kei... Dan Hardhan tidak akan mengabaikanku karena aku mengetahui rahasianya... Rahasia yang pasti Hardhan tidak ingin Kei tahu. Kau tinggal pastikan saja ke temanmu itu Carmel, untuk sebisa mungkin membuat Kei sedih dan memikirkanmu."


"Aku akan memastikan Carmel melakukannya dengan baik..."


"Dan Galang... Benarkah mereka terikat perjanjian enam bulan."


"Kuharap kau tidak akan memberitahukannya kepada siapapun... Karena isi perjanjian itu hanya kami bertiga saja yang tahu." tegas Galang.


Wanita itu hanya tersenyum sinis.

__ADS_1


__ADS_2