Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Penculikan


__ADS_3

Jam tujuh pagi hari ini adalah jam pelajaran olahraga, seperti biasa anak-anak di ajak jalan sehat mengelilingi area sekitar sekolah, yang diyakini aman karena berada di dalam area perumahan elite, dengan di dampingi wali kelas dan juga guru olahraganya.


Anak-anak jalan berdasarkan kelompok yang sudah di bagi-bagi kelompoknya di kelas tadi.


Zou, Zie dan Al masuk di dalam kelompok yang sama, jadi mereka bertiga jalan bersisian dan saling bergandengan tangan sesuai dengan instruksi wali kelasnya tadi.


Baru berapa langkah keluar dari gerbang sekolah, mereka di suguhkan oleh sekumpulan badut-badut yang sedang beratraksi di atas trotoar, yang langsung mendapat perhatian dari anak-anak lainnya.


"Hei... Kalian tidak bisa beratraksi di depan sekolah seperti ini tanpa izin!! Bubar... Bubar!!" hardik Pak Jo guru olahraga.


Tapi badut-badut itu tidak mengindahkan, mereka masih terus beratraksi untuk menarik perhatian anak-anak, yang sekarang sedang bertepuk tangan.


Zou melihat ke sekelilingnya, dan menemukan bodyguardnya sudah stand by di beberapa titik, hanya saja jaraknya tidak terlalu dekat dengannya.


"Ada yang gak beres!" bisik Zou ke Zie dan Al.


Zie dan Al mengangguk setuju, mereka langsung merapat ke bu Putri, wali kelasnya. Karena orang dewasa yang di percaya saat ini selain bodyguardnya ya guru-guru mereka.


"Ayo anak-anak... Kita lanjutkan lagi jalan sehatnya!" seru bu Putri, tapi sepertinya badut-badut itu lebih menarik perhatian mereka daripada seruan wali kelasnya.


"Pak Heru... Panggil yang lainnya dan tolong usir badut-badut ini... Mereka tidak bisa seenaknya saja seperti ini tanpa izin pihak sekolah!" perintah pak Jo ke pihak keamanan sekolah.


Sejurus kemudian pihak keamanan sekolah sudah berkumpul dan bergegas menghampiri badut-badut itu. Tapi tiba-tiba badut-badut itu berteriak dengan suara yang sangat menyeramkan, membuat anak-anak memekik histeris dan berlarian masuk ke dalam sekolah.


Suasana seketika langsung ricuh. Dan ketika Zou, Zie dan Al mulai beranjak dari tempatnya, badut-badut itu langsung membopong mereka bertepatan dengan sebuah mobil yang berhenti di dekatnya.


Meski Zou, Zie dan Al memberontak, mereka kalah tenaga dengan badut-badut itu, dan dengan secepat kilat badut-badut itu membawa mereka masuk ke dalam mobil. Dan menekan sapu tangan yang sudah di beri obat bius ke hidung mereka hingga pingsan.


Para bodyguardnya datang terlambat karena mobil sudah tancap gas. Dan sebagian dari mereka pun langsung bergegas ke mobil mereka dan mengejar badut-badut itu. Sebagian lagi langsung masuk ke sekolah menuju gedung playgroup dan TK.


"Amankan Nona Zaa dan Nona Aliana sekarang juga!!" perintah salah satu dari mereka ke rekan yang lainnya melalui earpiece.


Sementara di dalam kamar mandi TK, Zaa sedang menunggu Aliana yang sedang buang air besar, "Uda belom Na?" tanya Zaa.


"Dikit lagi..." jawab Aliana.


Lalu pintu kamar mandi terbuka, seorang pria dengan pakaian serba hitam seperti bodyguard Hardhan masuk ke dalam, dan langsung menghampiri Zaa dan menunduk untuk berbicara dengan Zaa.

__ADS_1


"Nona Keizaa... Dimana Nona Aliana?" tanyanya dengan suara lembut.


"Di dalam lagi pup..." jawab Zaa.


"Nona Aliana... Kamu masih lama?" tanya pria itu lagi.


"Udah selesai nih..." jawabnya disusul dengan bunyi flash toilet.


"Papi minta Nona Keizaa dan Nona Aliana untuk ikut sama om... Untuk menemui Mommy..." kata pria itu ke Zaa.


"Mulut om bau... Om makan apa tadi?" tanya Zaa.


Pria itu mengerjapkan matanya dengan bingung, "Oh Om makan nasi goreng tadi..." jawab pria itu sambil menyeringai.


Dan tanpa peringatan, Zaa langsung meninju sekencang mungkin junior pria itu, membuat pria itu memekik kesakitan dan langsung berlutut sambil memegang juniornya.


"Tolong!! Tolong!!" teriak Zaa sambil melempar apapun kotak tissue, vas bunga kecil, apapun yang ada di atas wastafel kamar mandi ke kepala pria itu.


Lalu Aliana keluar dari bilik kamar mandi, dan ikut melempar pria itu dengan ember kecil yang ada di sana.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya salah satunya.


Zaa dan Aliana menggeleng, "Om itu bukan orang Papi... Om itu jawabnya makan nasi goreng... Bukan makan hati..." jawab Zaa.


Makan hati adalah kata sandi yang di berikan Hardhan dan Alex untuk para pengawalnya, dan di saat anak-anaknya ragu karena terlalu banyak pengawal yang tidak mungkin diingat satu persatu oleh anak-anaknya, maka mereka membuat kata sandi itu.


Anak-anaknya tinggal bertanya Om makan apa? Dan bodyguardnya harus menjawab makan hati, diluar dari jawaban itu berarti mereka penyusup.


"Bagus... Kalian benar-benar anak yang pintar... Ayo kita pulang sekarang yaa..." seru bodyguard itu, kemudian beralih ke anak buahnya, "Kalian berdua gendong Nona Zaa dan Nona Aliana... Dan kalian bawa pria itu untuk kita interogasi!"


Zaa dan Aliana sudah di amankan, pria tadi juga sudah di tahan, sekarang tinggal menunggu kabar dari anak buahnya yang lain, yang tadi mengejar mobil badut-badut yang menculik Zou, Zie dan Al.


Sementara itu mobil badut tadi berhasil lolos dari kejaran mobil bodyguard Hardhan, dan memasuki rumah tua yang sudah lama tidak terpakai. Pagar rumah tertutupi bambu hias hingga tidak terlihat dari luar.


Zou, Zie dan Al masih belum sadarkan diri, dan di bopong masuk ke dalam rumah.


"Bagus... Kalian berhasil!" seru Karina dengan nada puas.

__ADS_1


"Mau taruh dimana anak-anak ini Nona?" tanya salah satu orang bayarannya.


"Ikat mereka di kursi itu!" seru Karina sambil menunjuk kursi meja makan yang terbuat dari kayu jati.


Setelah mengangguk, orang-orang suruhan Karina itu langsung mendudukkan Zou,Zie dan Al ke kursi itu, kemudian melingkarkan tali ke sekeliling badannya dan kursi itu.


Sambil tersenyum sinis Karina meraih handphone Ryo dari atas meja, lalu menekan nomor handphone Sonya, karena hanya ada nomor handphone Sonya di sana, Ryo tidak menyimpan nomor handphone Kei.


Tidak berapa lama Sonya mengangkat video call darinya, dan langsung terbelalak kaget melihat Karina yang ada di layar bukan Ryo.


"Sedang apa kamu? Kenapa handphone Ryo ada sama kamu? Dimana Ryo?!" tanya Sonya.


"Kau lebih mengkhawatirkan Ryo daripada anak-anakmu Sonya?" tanya Karina sambil tersenyum sinis.


"Anak-anakku? maksudmu?!"


Karina langsung mengganti ke kamera belakang, yang memperlihatkan Zou, Zie dan Al yang terikat si kursi dan tidak sadarkan diri.


Sonya terkesiap, sambil meraba-raba sandaran sofa, dan menjatuhkan tubuhnya yang tiba-tiba melemas ke sofa, setengah duduk, dan setengan bersandar. Perutnya terasa mulas dan jantungnya berdegup kencang.


Sonya berusaha mengeluarkan suaranya, yang tadi tertahan di tenggorokannya, "Ap... Apa yang kamu lakukan pada mereka Karina?!!!" raung Sonya.


Dear Readers...


Kelanjutannya nanti malam yaa... Sekitar jam sembilan.


Dan untuk yang mau masuk group chat Nicegirl harus menggunakan kata sandi yaa...


Kata sandinya jawaban dari pertanyaan di bawah ini :


1. Kata apa yang menjadi jargon Hardhan...?


2. Siapa nama pengurus Penthouse Hardhan di Paris...?


Sebutkan jawaban dari dua pertanyaan itu di kolam alasan ikut join group, dan admin group chat akan menerima readers semua join ke group...😊


Terima Kasih... And Happy Reading...😘

__ADS_1


__ADS_2