
Karina tertawa jahat, "Kau bisa seyakin itu dengan kemampuan suamimu... Dia tahu darimana lokasi ini...? Kalian tidak bawa ponsel... Dan ponsel Ryo memakai fake GPS!! Sementara anak buahku yang tertangkap itu... Aku yakin dia sudah menggigit lidahnya sampai mati sebelum Alex sempat menginterogasinya!!"
"Kali ini kamu akan benar-benar tamat Karina!!" kata Sonya dengan nada dingin.
"Hah!! Terserah apa katamu... Silahkan hibur dirimu sendiri sebelum ajal menjemputmu!!" cibir Karina.
"Apa kamu tidak dengar tadi Galang bilang apa? Alex sedang menuju kesini Karina!! Itu tandanya dia sudah tahu posisi kita..." lanjut Sonya.
Lalu terdengar keributan diluar rumah, Sonya yakin itu pasti Alex, dan Karina langsung tertawa sinis.
"Suamimu pasti sedang dibantai anak buahku... Kau dan Agus!" Karina menunjuk anak buahnya yang tadi menahan Kei, "Bilang sama mereka tahan hidup-hidup Alex!!" perintahnya.
Setelah menganggguk anak buahnya itupun langsung bergegas keluar, Agus meletakkan handphone yang tadi ia pegang ke atas meja sebelum bergegas keluar juga.
Sonya melihat masih ada beberapa anak buah Karina di dalam sini, tiga di dekat anak-anak dan Ryo, dua di depan pintu masuk, satu sedang menahan tangan Sonya.
Rupanya Karina lebih memfokuskan anak buahnya di depan rumah, mungkin untuk menjegal Alex dan anak buahnya.
"Hei kalian bertiga!! Cepat cekik bocah-bocah itu sampai mati!! Aku ingin temanku ini melihat kematian anaknya di depan matanya sendiri!!" seru Karina pada anak buahnya dengan nada bengis.
"Baik boss!!" jawab mereka serentak dan langsung menghampiri Zou, Zie dan Al.
"Jangaaann!!!" teriak Sonya histeris, dan tawa jahat Karina langsung pecah.
Ketiga pria itu mulai meletakkan tangannya di leher anak-anak yang masih berpura-pura pingsan, Sonya menggelengkan kepalanya, "Jangan... Kumohon!!" isak histerisnya.
Lalu diluar dugaan Sonya, Zou membuka matanya dan langsung teriak, "Sekarang!"
Kemudian Zie dan Al dengan serentak membuka matanya dan langsung menendang junior ketiga anak buah Karina sekencang-kencangnya, sampai mereka teriak kesakitan dan melepas cengkramannya dari leher anak-anak untuk memegang junior mereka masing-masing.
"Bodoh kalian!!" teriak Karina.
Sonya tidak bisa tinggal diam saja, pria itu pasti akan kembali menyakiti anak-anak, Sonya membenturkan kepalanya sekencang mungkin ke pangkal hidung anak buah Karina, tengkoraknya yang keras bertemu dengan tulang rawan musuhnya, membuat pria itu memekik dan melonggarkan pegangannya pada Sonya.
Dan tanpa buang waktu lagi sambil menarik lepas tangannya, Sonya maju sedikit dan langsung melakukan uppercut dengan sikunya ke rahang bawah dagu pria itu, membuat kepala lawannya itu memutar dengan cepat dan langsung pingsan.
Sonya kembali melihat ke anak-anak, entah karena sudah siuman atau memang pura-pura tidak sadarkan diri juga, rupanya Ryo sedang baku hantam dengan ketiga pria tadi, dengan anak-anak yang masih terikat dan terus menyemangati Ryo.
"Terus Ongkel hajar perutnya!" teriak Zie.
"Ya betul kaya itu!" lanjut Al.
__ADS_1
"Jangan angkat siku ongkel saat mukul! genggaman tangan yang gerak bukan siku..." ralat Zou.
"Kalian berdua kenapa diam saja? Cepat bantu sini!!" teriak Karina.
"Ahh bacot lo!!" geram Sonya dan langsung meninju hidung Karina hingga ia pingsan.
Sonya balik badan untuk menghadapi kedua anak buah Karina yang di depan pintu tadi,
"Satu-satu kalau berani!! Kalau memang merasa pria sejati!! tantang Sonya.
Tapi sepertinya mereka bukan pria sejati, karena mereka maju berdua sekaligus. Sonya langsung berpikir cepat melakukan tindakan apa untuk mengantisipasi gerakan lawannya itu.
Sonya memikirkan titik lemah manusia yang ada dalam pengetahuan Kyusho Jutsu, karena dengan itu Sonya dapat mengeluarkan tenaga yang minimal, tapi mampu melumpuhkan lawan dengan cepat, baik lawan dengan badan besar ataupun kecil.
Dan ketika pria itu semakin dekat, Sonya bergerak secara alami ke pria yang lebih besar, dan dengan gerakan kime Sonya menendang junior pria itu, otomatis pria itu menjerit kesakitan, dan pria satu lagi mengarahkan tinjunya ke Sonya.
Dengan efektif Sonya mampu mengelak, dan berhasil menangkap bahunya, Sonya langsung melakukan teknik fumi kiri untuk menjegal kaki lawan dan menjatuhkannya. Dengan terus memegang lengan pria itu, Sonya langsung meng KO lawannya itu dengan tetsui uchi.
Sonya bergegas berdiri lagi dan langsung menghampiri anak-anak, dan membuka ikatannya, sementara Ryo masih bergulat dengan salah satu anak buah Karina, dia berhasil melumpuhkan yang dua lagi.
"Eomma!!"
"Onty!!" seru mereka secara bersamaan sambil memeluk Sonya setelah Sonya berhasil melepas ikatan mereka.
"Kalian tunggu disini yaa... Onty akan menyelamatkan Mommy kalian... Al juga tunggu sini yaa..." perintah Sonya sebelum beranjak menaiki tangga ke lantai dua.
Tapi pria yang tadi Sonya tendang juniornya sudah terlihat tidak kesakitan lagi, pria itu mengejar Sonya dan menarik tangan Sonya sekencang mungkin hingga ia terjatuh dari tangga.
"Bangs*at kau an**ng!!!" raung Alex dan langsung menghambur ke arah pria itu, dengan berapa kali serangan dari Alex pria itu langsung tidak sadarkan diri.
Alex langsung menghampiri Sonya yang jatuh terlentang, dan langsung memeluknya, "Kamu tidak apa-apa? Bagian mana yang sakit?" tanya Alex khawatir.
"Eomma!!"
"Onty!!" teriak anak-anak sambil berlarian ke arah Sonya.
Sonya meringis kesakitan, "Pe... Perutku sakit... Sekali Lex..." rintihnya.
"Appa... Eomma berdarah!" seru Al sambil menunjuk ke bagian bawah tubuh Sonya, dan mata Alex langsung membelalak lebar.
"Kamu terluka Sonya... Aku akan segera membawamu ke rumah sakit..." desah Alex pelan sambil mengangkat tubuh Sonya.
__ADS_1
"Kei... Galang... Diatas..."
"Ekram... Damar... Amankan Nona Kei di kamar atas!!" seru Alex.
"Ayo anak-anak..."
"Tapi Mommy..." celetuk Zou.
"Lex... Aku mau... Lihat Kei dulu... Baru ke rumah sakit... Yaa..." pinta Sonya.
Alex mengangguk, dan merebahkan Sonya di sofa panjang dekat situ.
Sementara di salah satu kamar lantai dua,
“Aku tidak berbohong sayang... Sebentar lagi pasti ada berita tentang hilangnya pesawat itu...” jawab Galang dengan penuh keyakinan..
“Bohong!!! Aku tidak percaya!! Kamu pasti bohong!!” teriak Kei dengan suara tercekat karena tangisannya.
Galang jongkok di depan Kei, lalu kedua tangannya memegang pundak Kei dan Kei langsung menepis tangan Galang,
"Kau mau aku carikan link beritanya Kei... Supaya aku bisa membuktikannya padamu kalau aku tidak sedang berbohong?" tanya Galang.
"Tidak... Aku tidak mau!!" teriak Kei sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Tapi Galang tetap membuka link berita itu, dan menyerahkannya ke tangan Kei, bersamaan dengan pintu kamar yang di dobrak, Erkam dan Damar langsung masuk dan menghajar Galang.
"Bawa dia kebawah Ram... Big Boss menginginkan dia hidup-hidup!!" perintah Damar.
Setelah Ekram menyeret Galang kebawah, Damar langsung menghampiri Kei yang sedang terduduk dilantai dengan tatapan mata kosong.
"Nona Kei..." panggilnya tapi Kei tetap diam, dan langsung jatuh pingsan.
"Nona... Nona..." Damar menepuk pelan pipi Kei tapi Kei tetap tidak bergeming.
Damar melihat handphone ditangan Kei, dan melihat tampilan berita di layar handphone itu tentang hilangnya pesawat pribadi yang bertolak dari Paris menuju Jakarta dari radar.
"Ya Tuhan..." pekik Damar.
Dear Readers....
Bab baru lanjut besok lagi yaaa...
__ADS_1
Jangan lupa vote supaya author semangat Up bab baru saat long weekend ini...😁
Happy Reading...