Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Dua Sahabat


__ADS_3

Ini kedua kalinya Kei ke kantor Hardhan.


Selesai makan siang tadi, Hardhan meminta mamanya pulang terlebih dahulu bersama Upin Dan Ipin, sementara Kei ikut Hardhan ke kantornya.


Tapi sesampainya di kantor, Kei malah dicuekin Hardhan, ia tengah sibuk di balik meja kerjanya bersama Alex, sementara Kei Hanya melihat-lihat isi rak buku Hardhan hingga bosan, lalu menyalakan televisi tapi tidak ada acara yang menarik.


Kei menghela nafas kesal, kalau tahu seperti ini, lebih baik ia pulang saja tadi bersama mama, atau..


"Dimana ruang kerja Sonya?" tanya Kei, kedua wajah yang tadi terlihat sedang serius itu langsung menatapnya, Hardhan tersenyum manis pada Kei.


Kei menghampiri meja kerja Hardhan, "Kamu masih sibuk kan? Biar aku berbincang dengan Sonya sebentar, sampai kamu sudah tidak sibuk lagi."


Kaki Hardhan mendorong mundur kursinya, lalu menepuk-nepuk pahanya, meminta Kei duduk di pangkuannya "Kemarilah sayang...." pintanya dengan tatapan matanya yang mempesona.



Kei menurut, lalu melingkarkan tangannya ke leher Hardhan "Apa kau selalu sesibuk ini?" tanyanya.


Hardhan mengecup kening Kei, "Maaf aku mengabaikanmu sayang, kau boleh ke ruangan Sonya...." Hardhan melihat jam tangannya, "Tapi hanya tiga puluh menit saja... Ok?"


"Yey... Terima kasih sayang...." seru Kei sumringah, lalu mengecup pipi Hardhan sebelum turun dari pangkuannya kemudian berlari ke arah pintu.


Hardhan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Kei yang kekanakan itu. Lalu kembali membahas pekerjaannya dengan Alex. Tidak lama pintu terbuka lagi dan Kei kembali masuk.


"Ruangan Sonya di mana ya?" tanyanya sambil nyengir.


Hardhan terkekeh pelan, "Alex, kau antarkan dulu Kei ke ruang kerja Sonya."


Setelah mengangguk Ke Hardhan, Alex memimpin jalan di depan Kei "Ikuti saya Nona Kei."


"Sampai jumpa tiga puluh menit lagi sayang." kata Kei sebelum mengikuti langah Alex, sampai di depan lift khusus presdir.


"Lex...." tanya Kei.


"Ya nona?"


"Sudah berapa lama kamu ikut Hardhan?"


"Sudah cukup lama nona."


Pintu lift terbuka, Alex dan Kei masuk, setelah Alex menekan lantai yang ingin dituju, pintu lift menutup kembali.


"Aku melihat kamu selalu siap berada di sisi Hardhan, apa tidak ada yang datang mencarimu, misalnya pacar, anak atau istri gitu?" tanya Kei lagi.


"Saya hanya tidak ingin membuang waktu untuk itu nona." jawab Alex tegas.


"Hmmmpptt...." tawa Kei tertahan, "Aku jadi penasaran, siapa wanita yang akan bisa membuat hatimu yang sebeku es kutub itu mencair nantinya. Oh aku akan sangat menantikan saat itu tiba."


"Kei sayang... Berhentilah mengganggu Alex." terdengar suara Hardhan sambil tertawa, membuat Kei tersentak kaget, lalu memicingkan kedua matanya ke arah CCTV , "Kamu menguping?" tanya Kei kesal.


"Alex, jangan berdiri terlalu dekat dengan istriku!" seru Hardhan mengabaikan pertanyaan Kei.


Alex langsung bergeser menjauh, bersamaan dengan pintu lift yang terbuka, Kei melotot sekali lagi ke CCTV sebelum keluar dari lift.


"Ruangan Sonya ada di sebelah sana," tunjuk Alex, "Saya akan kembali lagi ke boss." lanjutnya, lalu mengangguk ke Kei sebelum kembali masuk ke dalam lift.

__ADS_1


"Sonya cintaku!!" teriak Kei dari depan pintu ruang kerja Sonya.


Sonya berdiri dari kursinya, lalu memeluk sahabatnya "Kei, kenapa bisa kesini? Boss tahu?"


"Raksasa sialan itu hanya memberiku waktu tiga puluh menit saja, tapi itu lebih baik dibanding harus menunggunya di ruang kerjanya." suntuk Kei.


"Mungkin mereka sedang membahas proyek di Paris nanti, proyek itu sangat menyita banyak waktuku. Dan Jailangkung gila itu tidak ada habisnya memintaku periksa dokumen-dokumen itu."


Kei melihat tumpukan kertas di atas meja Sonya, "Melihatnya saja sudah membuatku pusing Nya."


"Pipi kamu masih sakit?" tanya Sonya.


Kei mengibas tangannya, "Tidak ada apa-apanya dibanding tamparanku ke wajahnya. Aku yakin pipinya Inge sekarang pasti memar." kata Kei bangga.


"Aku senang kamu sudah berubah sebanyak ini Kei, sepertinya bossku itu sudah banyak memberi perubahan dalam hidupmu."


Mendengar Sonya membahas suaminya membuat Kei sumringah, "Aku sangat menyayangi raksasa itu Nyaa. Aku tidak tahu kapan tepatnya aku mulai menyukainya, tapi rasa itu semakin lama semakin besar, hingga aku takut aku tidak sanggup lagi menanggungnya. Dan aku takut jika suatu saat nanti dia bosan denganku dan meninggalkanku."


"Kei... Sewaktu kalian bertengkar setelah acara pesta itu, aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, betapa terpukulnya boss malam itu. Aku nyaris tidak percaya itu boss yang sama dengan boss di kantorku..., saat itu dia benar-benar kacau. Dia tidak akan seperti itu kalau dia tidak memiliki cinta yang besar untukmu. Dan dia tidak pernah bosan mencarimu selama ini, setelah sekarang dia mendapatkanlo... Apa lo pikir dia akan melepaskan lo lagi?"


"Iya... Aku tahu. Sekarang bagaimana hubunganmu dengan Owen? Berjalan lancar?"


Sonya tersenyum lebar, wajahnya terlihat ceria,


"Dia ingin melamarku, setelah kita kembali dari Paris...."


Kei memekik senang, lalu memeluk Sonya,


"Benarkah? Aku turut senang mendengarnya sayang...." Kei melepas pelukannya "Aku bisa bantu apa nih?"


"Iya lahh aku pasti datang, sudah lama juga aku tidak bertemu papamu, terakhir bertemu saat pernikahanku."


"Yah papa sering menanyakan kabarmu, papa pernah bertanya bagaimana dengan pernikahan mu yang sekarang, dan aku jawab dengan mantab, kalau kamu sekarang terlihat jauh lebih bahagia. Papa langsung terharu dan menangis."


"Benarkah? Aku akan memeluknya di acara pertunanganmu nanti Nyaa, sampaikan salamku untuknya ya... Dan katakan jangan khawatir lagi, aku sungguh-sungguh bahagia sekarang."


"Pasti... Ke rooftop yuk, kita ngopi disana." ajak Sonya.


"Tapi sebentar saja yaa, waktuku tinggal lima belas menit lagi."


"Cukuplah...."


Sesampainya di rooftop, Kei melihat pemandangan gedung-gedung bertingkat di sekitarnya, dan padatnya jalanan ibu kota di bawah sana, "Kalau malam pasti terlihat lebih bagus lagi...."


"Kamu mau pesan apa?" tanya Sonya.


"Bebas." jawab Kei sambil memilih duduk di pinggir pagar kaca, supaya bisa melihat pemandangan di bawah gedung ini.


Kafe ini tidak terlalu ramai, mungkin karena sudah lewat jam istirahat. Yang tidak luput dari perhatian Kei adalah tatapan para wanita yang terlihat sinis ke arah Sonya. Membuat Kei bertanya-tanya apa yang sudah di perbuat Sonya hingga wanita-wanita itu terlihat begitu membencinya.


"Rupanya kau memiliki banyak musuh disini..." ledek Kei ketika Sonya sudah duduk di depannya.


"Maksudnya?" tanya Sonya bingung.


"Wanita-wanita itu terlihat seperti ingin menjambak rambutmu...."

__ADS_1


"Oh... Abaikan saja mereka."


Kei mencondongkan badannya sedikit ke Sonya,


"Jangan-jangan kamu pernah meninju salah satunya...."


"Kalau saja aku punya alasan untuk itu...." geram Sonya.


"Terus karena apa dong?" desak Kei.


"Gara-gara Jailangkung sialan itu... Lima puluh persen karyawan wanita disini membenci aku, mereka menganggap aku menggodanya... Menggoda Alexnya kata mereka. Gila gak tuh? Nanti setelah tunangan, aku bakal pamerin cincinku di depan mereka, biar mereka pada diam. Owenku jauh lebih dari segalanya dibanding Alexnya mereka...."


Tawa Kei pecah membayangkan keadaan Sonya saat ini "Setidaknya hanya lima puluh persen doang, masih ada sisanya yang bisa bersikap baik padamu...." kata Kei berusaha menenangkan sahabatnya itu.


"Dan lima puluh persennya lagi menyukai suamimu... Itu jumlahnya sudah menurun setelah tahu boss sudah menikah, tapi tetap saja masih ada lima puluh persen yang siap jadi pelakor...." jelas Sonya.


Kei micingin kedua matanya ke wanita-wanita itu, "Awas saja kalau mereka berani macam-macam."


Kali ini tawa Sonya yang pecah, melihat kecemburuan di mata Kei.


"Sudah mau tiga puluh menit, sebaiknya lo balik lagi ke ruangan boss."


Kei mengangguk setuju, "Dimana lift presdir?" tanyanya.


Sonya menunjuk lift di sebelah kumpulan wanita-wanita itu "Mereka sengaja berkerumun disana, berharap boss dan Alex keluar dari lift itu...."


"Yasudah kita naik lift itu." kata Kei sambil bergegas ke arah pintu lift.


"Kei... Lift itu hanya bisa di buka dengan telapak tangan boss atau Alex... Jangan permaluin dirimu sendiri...." cegah Sonya.


"Sudah tenang saja...."


Kei mendengar cibiran dari wanita-wanita itu ketika ia sampai di depan lift, Sonya mulai gelisah. Kei menempelkan telapak tangannya ke pintu kaca lift itu, lalu floor indicator lift menunjukkan panah ke atas, ke lantai rooftop, tidak lama pintu liftpun terbuka dan Kei langsung masuk, dan melihat Sonya yang ternganga.


"Sonya... Ayo masuk...."


Sonya langsung masuk dan balik badan ke arah pintu lift, ke wanita-wanita yang berkerumun itu. Sambil tertawa puas Kei dan Sonya memandang mereka sampai pintu lift tertutup sepenuhnya, kemudian menekan tombol lantai ruangan Hardhan dan ruangan Sonya.


"Ah gila kamu... Kk bisa?" tanya Sonya tidak percaya.


Kei hanya tertawa, lift berhenti di lantai presdir, Kei bergegas keluar "See you in Paris...." kata Kei.


Sambil tertawa lebar Kei membuka pintu ruang kerja Hardhan, "Sayang...." kata-katanya menggantung ketika ia melihat Galang disana, di depan meja kerja Hardhan.


"Kei...." seru Galang sumringah.


Hi Readers.....


Happy Independence Day!


Freedom is never dear at any price.


It is the breath of life.


Bab selanjutnya nanti malam ya...😁✌

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2