Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Mengulur Waktu


__ADS_3

"Hah... Punya nyali juga ternyata kalian yaa!" seru Karina sambil menghampiri Kei dan Sonya, yang kedua tangan mereka di bekuk ke belakang pinggangnya oleh anak buahnya.


"Dimana anak-anak? Lepaskan mereka... Kamu sudah mendapatkan aku dan Kei sebagai gantinya kan?" cecar Sonya.


"Naif sekali kau!! Memangnya aku akan semudah itu melepaskan anak-anak kalian? Untungnya putra-putra kalian tidak sepintar putri-putri kalian!! Dan betapa lemahnya mereka... Sudah hampir dua jam belum sadar juga dari biusnya!!" cibir Karina.


"Kenapa kamu berbohong!! Bukannya kamu akan melepaskan anak-anak kalau aku dan Sonya datang?!!" geram Kei kesal.


Karina mendekati Kei dan langsung mencengkram pipinya dengan satu tangan, "Bagaimana rasanya tidak berdaya seperti ini Kei? Hardhan pernah memperlakukanku lebih buruk dari ini!! Aku akan membalikkan perbuatannya padamu!" Karina langsung menampar Kei sekeras mungkin, hingga sudut bibirnya berdarah, dan membuat Kei memekik kesakitan.


"Beraninya kamu..." tamparan keras mendarat juga di pipi Sonya, membungkam apapun yang akan di katakan Sonya tadi, dan Sonya tidak merintih sedikitpun, justru malah memberikan tatapan tajam pada Karina.


"Wah... Masih berani nantangin aku yaa?!! Pantas pria sedingin Alex bisa bertekuk lutut padamu!! Dan ah masih ada Ryo juga... Gus bawa keluar penghianat itu!!"


Tidak berselang lama Pria tadi dan lainnya menyeret keluar Ryo, yang wajahnya sudah tidak berbentuk lagi akibat pukulan yang mungkin saja dilayangkan dengan bertubi-tubi ke wajahnya.


Dan kalau saja kedua anak buah Karina tidak menahannya, mungkin Ryo sudah jatuh ke lantai, ia benar-benar terlihat lemas, seperti tidak ada tulang yang menyanggah badannya.


"Ryo!" pekik Sonya dan Kei bersamaan.


"Dudukkan dia di sana dekat anak-anak!! Biar aku bisa dengan mudah menembak mereka secara bersamaan!!" perintah Karina sambil menunjuk ke arah Zou, Zie dan Al.


"Zou... Zie!!"


"Alson!!"


Pekik Kei dan Sonya secara bersamaan, memanggil nama anak mereka masing-masing, sambil memberontak berusaha melepaskan diri dari bekukan anak buah Karina.


"Hei!! Kalau kalian terus memberontak... Aku akan membunuh anak-anak kalian sekarang juga!!" gertak Karina, membuat Sonya dan Kei langsung terdiam. Kei masih terus sesengukan karena tangisannya.


Sonya kembali melihat ke anak-anak, dan berdoa dalam hatinya semoga Tuhan tidak membangunkan anak-anak itu terlebih dahulu sampai situasi sudah aman. Jadi tidak akan membuat anak-anak itu ketakutan.


Dan Sonya nyaris memekik kaget saat melihat Zou membuka matanya, lalu mengedipkan sebelah matanya pada Sonya, sebelum akhirnya berpura-pura pingsan lagi.

__ADS_1


Ya Tuhan... Anak-anak itu ternyata sudah pada sadar....Dan kenapa mereka bisa setenang itu... Apa mereka sudah menekan tombol di gelang mereka? Itu berarti Alex sudah mengetahui posisi kami... Aku hanya tinggal mengulur-ngulur waktu saja sampai Alex dan anak buahnya tiba di sini...


"Gus... Kau masih merekam mereka kan?" tanya Karina ke anak buahnya.


"Masih boss..."


"Bagus... Terus rekam mereka... Aku akan mengirim video penyiksaan mereka dan anak-anaknya ke Hardhan dan Alex!! Biar mereka berdua merasakan kesakitan yang teramat sangat karena kehilangan orang-orang yang mereka cintai!"


"Jangan anak-anak Rin... Mereka tidak salah!" pekik Sonya.


"Sonya... Sonya... Sonya... Apa kau tahu Alexmu itu sangat mencintai Anindira?" bisik Karina di telinga Sonya.


"Aku sudah tahu..."


"Oh ternyata kau sudah tahu yaa... Ah aku jadi teringat kisah cinta mereka berdua... Awalnya aku sedikit aneh saat mendengar curahan hati Rara tentang rasa cintanya pada kakaknya sendiri... Tapi ternyata Alex hanya kakak angkatnya saja..."


"Alex memang sudah terlihat tampan dari dulu, apa kau ingat banyak teman-teman sekolah kita yang menyukainya, yang buru-buru keluar pagar saat jam pulang sekolah hanya karena ingin melihat Alex? Ahh sudah pasti kalian berdua tidak akan tahu keadaan sekitar kalian... Kalian sudah seperti pasangan lesbi kemana saja selalu berdua!!" cibir Karina.


Sonya melirik anak buah Karina yang masih terus merekam mereka.


Karina nyengir kuda, "Tragis yaa?!!"


"Ceritakan saja yang sebenarnya sekarang, toh kami juga akan segera mati juga... Setidaknya jangan membuat aku mati penasaran... Ayo ceritakan penyebab kematian Anindira... Dan kenapa kamu bisa bebas secepat itu?" desak Sonya.


"Kenapa kau penasaran sekali dengan kematian tragis Rara? Ah pasti kau tidak bisa membuat Alex melupakan Rara yaa? Kau belum mendapatkan cinta Alex sepenuhnya kan? Kau tahu bagaimana keadaan Alex saat melihat Rara bersimbah darah... Dia benar-benar menangis tersedu-sedu... Siapapun bisa menebaknya kalau Alex memiliki perasaan yang mendalam pada Rara... Yaa kecuali Hardhan yang tidak peka itu..."


"Aku tidak bertanya perasaan mereka... yang aku tanyakan hanya bagaimana Anindira bisa terlibat kecelakaan... Dan jangan bilang alasan konyol lagi karena dia mengejar pejambret!"


Karina mengangkat bahunya, "Monsieur Damien sangat menginginkan Rara malam itu... Tapi Raranya sok jual mahal... Sok suci... Cih, padahal dia sudah berhubungan dengan Alex!!"


"Be... Berhubungan maksudnya?" tanya Sonya.


Karina memutar kedua bola matanya, "Oh My God Sonya... Haruskah aku menjelaskannya juga? Hubungan apalagi yang dilakukan sepasang kekasih selain hubungan intim?! Mereka sudah melakukan itu... Rara sendiri yang cerita padaku..."

__ADS_1


Kedua kaki Sonya langsung melemas karena syok, dan ia yakin ia akan jatuh terduduk kalau saja anak buah Karina tidak menahannya.


Alex sudah berbohong... Dia bilang aku yang pertama untuknya... Dia hanya sebatas cium pipi Anindira... Kenapa Alex membohongiku?!!"


"Jangan dengarkan dia Nyaa... Aku yakin Alex bukan pria seperti itu... Dia saja tidak menyentuhmu saat di Paris..." celetuk Kei berusaha menenangkan Sonya.


Itu beda Kei... Saat itu Alex tidak mencintaiku... Mungkin keadaannya akan berbeda kalau Anindira lah yang di posisiku saat itu.


"Tidak seperti suamimu yaa Kei... Yang senang celup sana-sini... Apa kau sudah lihat tahi lalat yang menjadi favoritku?" sindir Karina.


"Yang menegaskan bahwa kamu sudah berbohong... Karena aku tidak menemukan satupun di sana!" desis Kei kesal, dan tawa Karina langsung pecah.


"Astaga... Aku tidak menyangka kau akan benar-benar mengeceknya Kei... Pancinganku tepat sasaran rupanya... Berapa lama kau akhirnya berbaikan dengan Hardhan waktu itu?!" tanya Karina lagi.


"Kepo!" jawab Kei sekenanya.


"Apa karena Rara menolak makanya ia di bunuh?" tanya Sonya dengan nada dingin.


"Aku tidak membunuhnya!! Aku hanya memegangi kedua tangan Rara saat Monsieur Damien mencekoki Rara dengan obat perangsang, yang ternyata dosisnya terlalu tinggi, Rara langsung terkena serangan jantung dan meninggal!! Lalu Monsieur Damien memintaku mendorong Rara ke jalan raya supaya terkesan Rara meninggal karena kecelakaan, sementara monsieur Damien menghapus semua rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian... Itu lah yang terjadi... Sudah puas kamu sekarang?"


"Kamu benar-benar iblis!!" desis Sonya.


Karina tertawa licik, "Aku baru akan menunjukkan seberapa iblisnya aku..."


Karina langsung video call Hardhan memakai handphone Ryo, dan tidak butuh waktu lama Hardhan langsung mengangkatnya, "Ternyata kau wanita sialan!! Dimana anak dan istriku?!!" geram Hardhan.


"Tidak perlu teriak seperti itu sayang... Mereka aman kok... Kau mau lihat sendiri?" Karina memindahkan ke kamera belakang.


"Lihat istrimu dan adik iparmu... Ah maaf pipinya memar karena aku tidak tahan untuk tidak menampar mereka..." ujar Karina sambil terkikik...


"Bangsat kau!!!" raung Hardhan.


"Hahaha... Tenang sayang, lihatlah anak-anak manis yang sedang tidur itu... mereka baik-baik saja kan?" tanya Karina lalu mengganti dengan kamera depan.

__ADS_1


"Tapi mereka tidak akan baik-baik saja kalau kau tidak segera mencabut tuntutanmu pada Monsieur Damien... Aku beri waktu kamu satu jam untuk menarik tuntutanmu itu dan membebaskan Monsieur Damien!!"


__ADS_2